Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Wednesday, November 9, 2016

That is more important.


Alfred: I'll get this to Mr. Fox, but no more. I've sewn you up, I've set your bones, but I won't bury you. I've buried enough members of the Wayne family. 

Bruce Wayne: You'll leave me? 

Alfred: You see only one end to your journey. Leaving is all I have to make you understand, you're not Batman anymore. You have to find another way. You used to talk about finishing a life beyond that awful cape. 

Bruce Wayne: Rachel died believing that we would be together; that was my life beyond the cape. I can't just move on. She didn't, she couldn't. 

Alfred: What if she had? What if, before she died, she wrote a letter saying she chose Harvey Dent over you? And what if, to spare your pain, I burnt that letter? 

Bruce Wayne: How dare you use Rachel to try to stop me? 

Alfred: I am using the truth, Master Wayne. Maybe it's time we all stop trying to outsmart the truth and let it have its day. I'm sorry. 

Bruce Wayne: You're sorry? You expect to destroy my world and then think we're going to shake hands? 

Alfred: No... no, I know what this means. 

Bruce Wayne: What does it mean? 

Alfred: It means your hatred... and it also means losing someone that I have cared for since I first heard his cries echo through this house. But it might also mean saving your life. And that is more important. 

Bruce Wayne: Goodbye, Alfred. 


Quote from Batman: The Dark Knight Rises
Source: imdb.com (link)

Monday, October 31, 2016

Tanggal Rilis The Incredibles 2 dan Toy Story 4 + Vans X Toy Story

Gambar dari comingsoon.net (link)

Setelah ada yang membagikan tautan di facebook tentang tanggal rilis film The Incredibles 2 dan Toy Story 4, saya menjadi bernostalgia kembali tentang kedua film tersebut.

Wednesday, June 22, 2016

Film yang ditonton April - Des 2015

Ternyata udah lamaaaaa banget nggak update tentang film yang udah ditonton di bioskop. Terakhir itu diupdate bulan Maret 2015 (link), lebih dari setahun yang lalu, cing!

Yaudah, kita update dulu yang tahun 2015 ya. Mungkin setelah ini postingannya buat yang 2016, hehe.

Film yang ditonton di tahun 2015 pada bulan:

- April
1. Sponge Out of Water, 030415 (ditonton 2)
2. Tjokroaminoto, 130415
3. Fast and Furious, 150415
4. Filosofi Kopi, 220415
5. Avenger: Age of Ultron, 250415 (ditonton 2x)

- Mei
1. Europe On Screen 2015! Reviewnya baca di sini ya (link)

- Juni
1. Siti, 090615
2. Jurrasic World, 160615
3. Minions, 210615 (ditonton 3x)
4. Terminator Genesys, 280615

- Juli
1. Ant Man, 220715 (ditonton 2x)

- Agustus
1. Mission Impossible 5: Rogue Nation, 050815
2. Inside Out, 220815 (ditonton 2x)

- September
1. Maze Runner: Scorch Trial, 120915
2. The Intern, 270915

- Oktober
1. The Walk, 101015

- November
1. Spectre, 081115
2. Hunger Games: Mockingjay Part 2, 221115

- Desember
1. Star Wars 7: The Force Awakens, 301215

Total ada 19 film. Total selama 2015 adalah 26 film. Film Indonesia yang ditonton berjumlah 4, sisanya film asing.

----------

Tuesday, December 1, 2015

Festival Sinema Prancis 3-6 Desember 2015

Hari ini adalah hari pertama bulan Desember 2015 dan di awal bulan ini akan diadakan acara Festival Sinema Prancis yang tahun ini menginjak usia ke 20, wow!


Festival ini akan diadakan di 9 kota di Indonesia, di antaranya:

Bali
Balikpapan
Bandung
Jakarta
Makassar
Malang
Medan
Surabaya
Yogyakarta

Film yang akan ditayangkan dibagi ke dalam 3 segmen, yaitu:

- Panorama, yang berisi 8 film Prancis terbaru dengan genre drama, komedi, action, dan animasi
- Fokus, yang berisi 5 film Indonesia
- Kompetisi, yang berisi 8 film pemenang kompetisi film pendek dari yang diadakan IFI Indonesia dari total 180 film yang masuk ke penjurian.

Untuk menonton film Prancis di segmen Panorama, tiket sudah bisa dibeli di kantor IFI terdekat di masing-masing kota. Untuk Jakarta, kantor IFI terletak di Thamrin. Harga tikenya Rp30.000 untuk pelajar dan Rp35.000 untuk umum. Sedangkan untuk menonton film Indonesia di segmen Fokus dan Kompetisi dapat disaksikan gratis tanpa biaya.

Berikut ini akan saya tampilkan jadwal untuk di Jakarta. Untuk jadwal kota lainnya dan informasi lengkap bisa dilihat di http://www.festivalsinemaprancis.com (link).

 klik gambar untuk memperbesar
klik gambar untuk memperbesar

Yuk kita nonton! :D

Thursday, November 5, 2015

James Bond: Spectre Coming Soon 6 Nov 2015 di Indonesia

Sudah memasuki bulan November!!!

Salah satu hal yang saya tunggu dari akhir tahun 2015 ini adalah ingin menonton beberapa judul film, di antaranya The Little Prince, James Bond: Spectre, dan Hunger Games: Mockingjay Part 2.


Film Spectre sudah dirilis di Inggris sejak tanggal 26 Oktober 2015. Di Amerika akan dirilis hari Jumat, 6 November 2015. Di Indonesia pun akan dirilis di tanggal 6 November (link). Bagi yang tidak ingin kehabisan tiket di hari-hari pemutaran awal, pihak 21 Cineplex sudah membuka penjualan tiket sebelum hari H pertunjukan (preorder.red) melalui M-Tix.

Spectre adalah seri film James Bond ke 24. Saya sendiri baru menonton 2 film terakhirnya saja, yaitu Quantum of Solace di tahun 2008 dan Skyfall di tahun 2012. Film Spectre menjadi film keempat yang dibintangi Daniel Craig sebagai pemeran utama. Film pertamanya di seri James Bond adalah Casino Royale. Kabarnya film ini akan menjadi film berdurasi terpanjang selama seri James Bond, yaitu antara 155 atau 160 menit (link), yang berarti bisa hampir 3 jam!

Sejak diputar 26 Oktober 2015 di Inggris, Spectre sudah masuk ke jajaran film Box Office. Tapi setelah beberapa saat berselancar di Google, entah kenapa saya merasa orang-orang yang terlibat dalam film ini mengalami penurunan semangat untuk melanjutkan serinya. Daniel Craig sang pemeran utama dikabarkan ingin berhenti ikut serta dalam film ini, walaupun dia sendiri mengklarifikasi kontraknya masih akan berlanjut di satu film lagi (link). Sang sutradara, Sam Mendes, juga menyatakan akan berhenti menyutradarai film James Bond walaupun film Skyfall dan Spectre sukses besar di pasar (link). Lalu perusahaan Sony yang memegang franchise film James Bond diisukan akan menjual franchisenya ke perusahaan lain (link). Padahal sebelumnya Sony sudah "membagi" hak franchise Spiderman bersama Marvel.

Well, semoga apapun yang terjadi adalah untuk yang terbaik ya. Semoga saya sempat menulis reviewnya setelah menonton film ini :D

Sunday, August 23, 2015

Lava Song from Lava Movie Opening Inside Out

After "Love is an Open Door" song from Frozen (link), this "Lava" song become my next favourite lovable song from animation movie. This song become original soundtrack for movie which have the same title as the song, "Lava". "Lava" is the short opening movie for Pixar's 3D Inside Out.

Uku, the mountain who dreamed about another mountain 
to be in lava with him 

You will enjoy the song more if you can watch the movie too. The movie have unique plot about a mountain who wish he had another mountain to be in lava with him. Well, you realize the creator using a pun because they use lava instead of love, because the main character is a mountain, haha. But still, they are making this movie so good making me teared up watching it :')

You can read more the backstory about the song and movie in here (link).

Well, let's sing this song together! :))



Lava

Performed by Kuana Torres Kahele and Napua Greg (vocal), James Ford Murphy (ukulele)

A long, long time ago 
There was a volcano 
Living all alone, in the middle of the sea 

He sat high above his bay 
Watching all the couples play 
And wishing that, he had someone too 

And from his lava came, this song of hope, that he sang out loud 
Everyday, for years and years 

I have a dream, I hope will come true 
That you're here with me, and I'm here with you 
I wish that the earth, sea, the sky up above 
Will send me someone to lava 
  
Years of singing all alone, turned his lava into stone 
Until, he was on the brink of extinction 
But little did he know, that living in the sea below 
Another volcano was listening to his song 
  
Everyday she heard his tune, her lava grew and grew 
Because, she believed, his song was meant for her 
Now she was so ready to meet him above the sea 
As he sang his song of hope for the last time 

I have a dream, I hope will come true 
That you're here with me, and I'm here with you 
I wish that the earth, sea, the sky up above 
Will send me someone to lava 

Rising from the sea below, stood a lovely volcano 
Looking all around but she could not see him 
He tried to sing to let her know that she was not, there alone 
But with no lava his song was so gone 

He filled the sea, with his tears and watched his dreams, disappear 
As she, remembered what his song meant to her 

I have a dream, I hope will come true 
That you're here with me, and I'm here with you 
I wish that the earth, sea, the sky up above 
Will send me someone to lava 

Oh they were so happy to finally meet above the sea 
All together now, their lava grew and grew 
The longer are they all alone, with aloha as their new home 
And when you visit them, this is what they sing 

I have a dream, I hope will come true 
That you'll grow old with me, and I'll grow old with you 
We thank the earth, sea, the sky we've been to 
I lava you I lava you I lava you

= to be continued = 

Thursday, July 2, 2015

Film yang Ditonton Januari Hingga Maret 2015

Udah bulan Juli tapi sepanjang tahun ini belum sempet mereview film yang udah ditonton. Berhubung ada lumayan banyak jadi dibagi per 3 bulan dulu deh.

Januari

Nggak nonton sama sekali

Februari

1. The Imitation Game, 070215 di Kokas bareng Mas Ndut
2. Kingsman, 190215 di Kokas bareng Mas Ndut

Maret

1. Whiplash, 070315 di Lotte sendiri
2. Surat Cinta untuk Jakarta, 140315 di PP bareng Mas Ndut
3. Cinderella, 160315 di Metropole bareng Dek Alfi
4. XXI Short Festival, 190315 di Epicentrum bareng Qolbi
5. Insurgent, 200315 di Kokas sendiri

----------

Langsung ke review masing-masing aja ya~

---

The Imitation Game


The Imitation Game bercerita tentang tokoh dari Inggris bernama Alan Turing yang berusaha membuat mesin yang bisa memecah sandi yang digunakan Jerman dalam perang dunia 2. Cerita digambarkan pada 3 alur waktu, yaitu saat Alan Turing masih bersekolah asrama, Alan Turing yang berusaha membuat mesin Enigma, dan Alan Turing di masa tuanya.

Alan Turing yang bersekoah asrama memiliki teman dekat bernama Christopher Morcom. Bullying membuat mereka berdua tertarik mempelajari sandi rahasia untuk berkomunikasi. Kebersamaan mereka menumbuhkan perasaan yang berbeda bagi Alan Turing. Sebelum Alan sempat menyampaikan perasaannya, Christopher meninggal di saat liburan karena penyakit TBC.

Perang dunia 2 membuat Inggris harus mencari cara untuk menghentikan langkah Jerman. Inggris berhasil menyusup ke dalam komunikasi rahasia Jerman, tetapi komunikasi disampaikan dalam bentuk sandi sehingga pemerintah Inggris merekrut orang-orang ahli matematika, bahasa, dan komunikasi untuk bisa memecahkannya. Tim yang telah terpilih mencoba untuk memecahkannya secara manual, tetapi apa yang mereka kerjakan masih kalah cepat dengan pergantian sandi yang dilakukan 24 jam sekali. Alan akhirnya berniat membuat mesin agar pekerjaan mereka bisa lebih cepat. Sayang rekan lainnya mengunderestimate pekerjaan Alan.

Alan dan timnya berusaha memecahkan sandi

Setelah mesin buatannya bisa bekerja dengan baik pun masih ada konflik seperti seorang rekannya sakit hati karena Alan memilih membiarkan sebuah kapal perang Inggris dibiarkan diserang. Alan dan timnya bisa menyelamatkan kapal perang tersebut (yang di dalamnya terdapat saudara rekan tim Alan), tetapi Alan khawatir pihak Jerman akan mencurigai Inggris telah bisa memecahkan sandi mereka sehingga Jerman akan membuat sistem komunikasi yang lebih rumit lagi.

Alan Turing di masa tuanya dituduh sebagai mata-mata Uni Soviet. Walaupun tuduhan itu tidak terbukti, Alan tetap dikenai hukuman kurungan rumah karena dirinya terbukti gay. Saat itu (tahun 1950an) homoseksualitas masih dianggap sebagai penyakit, dan Alan wajib meminum obat yang diyakni dapat menyembuhkannya alih-alih malah membuat kemampuan fisik dan berpikirnya menurun. Akhirnya Alan Turing memilih untuk bunuh diri karena tidak kuat menahat efek obat pada tubuhnya.

Film ini adalah film pemenang Oscar 2015 pertama yang saya tonton di tahun 2015. Film ini memenangkan Best Adapted Screenplay.

---

Kingsman: The Secret Service



Kingsman bercerita tentang agen rahasia yang sedang mengadakan rekrutmen anggota baru dan berusaha menyelamatkan dunia. Entah kenapa yang saya tangkap dari film ini malah bagian tata busananya yang mengambil tema swag vs gentleman ya. Yang swag mengambil gaya anak jalanan dengan celana hipster, jaket, kaos, topi trucker dan sepatu kets, sedangkan yang gentleman mengambil jas, celana bahan, sepatu pantovel, dan kacamata.

Gentleman vs swag fashion

Musuhnya adalah seorang miliarder bernama Richmond Valentine yang merasa dunia harus diperbaiki demi terciptanya keseimbangan yang baru. Cara yang akan ditempuh adalah dengan membagikan simcard dan internet gratis kepada semua orang. Tanpa diketahui, simcard tersebut dapat menyebarkan radiasi gelombang yang membuat orang di sekitarnya terhipnotis dan saling membunuh satu sama lain. Valentine menyisakan orang-orang kaya yang bersedia bekerja sama dengannya untuk dioperasi dan dipasangi chip yang akan mencegah orang tersebut terkena radiasi tersebut.

Film agen rahasia yang penuh komedi.

---

Whiplash


Setelah ada acara penganugerahan Oscar, saya mulai menyadari mayoritas film yang saya tonton tidak termasuk ke dalam film yang memenangkan setiap nominasinya. Hanya The Imitation Game, Interstellar (link), dan Citizenfour (link) yang sudah berhasil saya tonton. Jadi ketika mengetahui Whiplash akan tayang di Indonesia, saya bersemangat untuk menontonnya. Sayang film ini hanya ada di beberapa bioskop dan hadir tayang sebentar. Saya ingat ketika menonton pun studio diisi hanya oleh 4 orang. Untung bioskopnya tetap mau memutarkannya ya :D

Whiplash meraih penghargaan Best Supporting Role (JK Simmons), Best Achievement in Film Editing, dan Best Achievement in Sound Mixing. Sebagai film bertema musik jazz, Whiplash patut diacungi jempol karena keseluruhan lagu yang menjadi latar dibuat sangan menyenangkan untuk didengar. Saya jadi bertanya-tanya mereka memproduksi cd soundtracknya nggak ya?


JK Simmons dan Miles Teller, 
2 aktor krusial pengisi film Whiplash

Cerita Whiplash berkisar antara Andrew Neiman, seorang murid sekolah musik yang memegang alat musik drum, yang bermimpi bisa mengikuti kompetisi jazz. Andrew berlatih sangat keras hingga seorang pelatih band bernama Terence Fletcher tertarik untuk mengajaknya. Terence memiliki pendekatan yang keras untuk mengajar dan tidak segan-segan melakukan hukuman fisik maupun ancaman kepada murid-muridnya.

Kita bisa melihat Andrew yang memaksa diri untuk berlatih dan mengikuti perlombaan sampai harus melukai tangannya, memutuskan hubungan dengan pacarnya karena khawatir akan mengganggu fokus latihan, hingga mengalami kecelakaan lalu lintas saat terburu-buru pergi menuju lokasi kompetisi. Terence akhirnya mengeluarkan Andrew dari band karena performanya dianggap buruk, tetapi Andrew melaporkan Terence atas kekerasan yang dilakukan saat melatih timnya hingga Terence kehilangan pekerjaan.

Kisah berakhir di atas panggung di mana Terence ingin membalas dendam pada Andrew dengan mengundangnya tampil kembali di sebuah kompetisi, tetapi memberikan kertas partitur yang salah dengan sengaja. Andrew yang baru menyadari di atas panggung bahwa dia sedang dipermalukan dan berusaha untuk membalas dendam dengan membuat pemain alat musik lainnya mengikuti lagu yang dia mainkan sendiri lewat drum. Andrew berhasil dan Terence mengangguk puas dengan permainan musik yang ada.

---

Surat Cinta untuk Jakarta


Surat Cinta untuk Jakarta adalah kumpulan dari 3 film pendek yang dibuat sebagai wujud cinta Dewan Kesenian Jakarta, Kineforum, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta pada kota Jakarta.

Tiga film pendek tersebut berjudul, "Mencari Sudirman", "Kok Ke Mana?", dan "Rock N Roll".

Mencari Sudirman bercerita tentang seorang perempuan yang mencari kekasihnya, Sudirman, yang hilang. Pencarian itu tidak membuahkan hasil, malah kenangan akan Sudirman semakin menjadi-jadi memenuhi di antara macet dan sumpeknya Jakarta.

"Kok Ke Mana?" bercerita tentang ayah dan anak yang hidup bersama. Sang ayah membuka usaha  penyewaan lapangan bulu tangkis dan warung kopi sederhana di bangunan yang terbengkalai. Anaknya yang disapa Abang baru saja mengambil seekor tikus sebagai binatang peliharaan dan menamainya Kok. Tetapi sang ayah yang tak menyukai tikus sengaja membuang tikus tersebut di saat Abang tidur. Keesokan harinya Abang berkeliling mencari tikus ke tempat yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

"Rock N Roll" adalah film yang paling saya sukai karena bertema kuliner seputar Jakarta. Dua sahabat memutuskan bertemu. Asti baru selesai menyelesaikan studinya di Belanda dan Indra yang diketahui sudah berubah profesi dari wartawan menjadi tukang sayur.

 Salah satu adegan di film Rock N Roll, 
yaitu ketika Indra dan Asti makan bubur ayam A Guan

Setidaksukanya dengan kondisi Jakarta, Asti merasa dia akan selalu kembali karena kulinernya yang lezat. Sedangkan Indra menyiasati ketidaksukaannya dengan hanya mengunjungi Jakarta saat pagi subuh di mana mayoritas penduduk Jakarta masih terlelap. Pertemuan mereka membawa penonton ngiler melihat keduanya menikmati sarapan bubur ayam A Guan di Mangga Besar, minum es kopi Tak Kie di Glodok, makan siang Laksa Betawi Assirot, dan minum es teler di kawasan Dharmawangsa.

Film ini ditayangkan secara gratis. Saya sempat menonton film ini 2 kali yaitu pertama di Blitz Pacific Place yang kini menyediakan 1 studionya untuk menayangkan film-film Indonesia yang dinamakan Blitz Arthouse, dan kedua di acara XXI Short Film Festival 2015.
---

Cinderella


Kisahnya diambil dari salah satu dongeng terkenal oleh Charles Perrault yang diadaptasi menjadi animasi 2D oleh Walt Disney. Film yang keluar tahun 2015 ini adalah berbentuk live action di mana cerita diperankan oleh manusia asli.

Cerita di filmnya tidak banyak berubah. Tadinya saya pikir setelah film live action Maleficent yang berusaha mengambil sudut pandang berbeda dari cerita Sleeping Beauty, film Cinderella ini juga akan mengambil langkah yang sama. Nyatanya semuanya masih sama sehingga penonton tidak menemui konflik pada cerita. Tetapi penonton tidak lantas dibuat bosan karena mereka dapat menikmati keindahan latar tempat, kostum yang dreamy, lagu yang catchy, sihir yang membuat Cinderella memakai gaun indah, sepatu kaca, kereta kuda, kusir, dan kudanya.



Akting dari setiap pemain juga mendukung dengan sangat baik, terutama ibu tirinya yang kelihatan jahat tanpa harus berteriak ataupun melakukan kekerasan fisik. Film yang cocok untuk semua umur.

Promosi film ini berbeda dari film lainnya. Promotor film Cinderella memilih Sandra Dewi sebagai brand ambassador, menggaet PT KAI untuk mendekor salah satu gerbongnya ala Cinderella, dan menggunakan Mall Kota Kasablanka untuk memamerkan sepatu kaca, gaun ala Cinderella, kereta kuda labu, dan menjual beberapa merchandise dari film tersebut.

Gerbong kereta yang didekor ala Cinderella
Sumber gambar: www.tom-kuu.blogspot.com (link)


Mall Kota Kasablanka yang digunakan sebagai pameran Cinderella
Sumber gambar: www.tom-kuu.blogspot.com (link)

Strategi brand ambassador selanjutnya diikuti film Avengers: Age of Ultron yang mengontrak Luna Maya untuk mempromosikan Black Widow di Indonesia. Sedangkan strategi mendekor gerbong kereta diikuti oleh film Minions.

---

XXI Short Film Festival

Bagian ini akan diupdate di post tersendiri ya. Saya akan menyertakan linknya di sini jika postnya sudah jadi :D


---

Insurgent



Sekuel Divergent. Di Divergent, Tris Prior dan Four berhasil mengacak-acak sistem faksi yang membagi orang-orang di dalamnya menjadi 5, yaitu Abnegation (selfless), Amity (peaceful), Candor (honest), Dauntless (brave), dan Erudite (intelligent).

Jeanine, petinggi dari Erudite, menemukan kubus yang diyakini akan membongkar rahasia adanya sistem faksi. Kubus itu hanya bisa dibuka oleh seorang divergent, yaitu orang yang bisa memenuhi kriteria 5 faksi yang ada. Dimulailah perburuan divergent untuk membuka kubus tersebut.

Tris yang ditangkap paksa untuk membuka kubus rahasia


Film ini dipenuhi drama dan adegan laga. Pemeran Tris yaitu Shailene Woodley menurut saya kurang cocok karena terlalu cengeng. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama. Buku ketiganya yang berjudul Allegiant dan akan dibagi menjadi 2. Bagian pertama akan tayang di tahun 2016.

----------

Setelah The Imitation Game dan Whiplash, jadi muncul keinginan untuk menonton film pemenang Oscar lainnya seperti Birdman, Boyhood, dan The Theory of Everything. Birdman sempat diputar sebentar, tapi saya tidak sempat menontonnya. Boyhood dan The Theory of Everything tidak tayang di Indonesia. Well, mungkin saya "terpaksa" mendownloadnya supaya bisa nonton ya, hehe.

= to be continued =

Thursday, June 25, 2015

Review Europe on Screen 2015

Festival Film Eropa atau disebut sebagai Europe on Screen merupakan acara tahunan yang diadakan beberapa kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia yang berisi pemutaran film baik indoor maupun outdoor, diskusi seputar film, dan kompetisi film pendek.

Festival ini diadakan dari tanggal 1-10 Mei 2015 di beberapa kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Festival yang telah menginjak angka 15 ini memutar 62 film yang berasal dari 21 negara Eropa. Film yang diputar kebanyakan bukan film dengan ide yang memperhitungkan keinginan pasar, juga tidak disertai biaya promosi yang besar-besaran. Namun kualitas film yang dipilih untuk ikut di dalam festival tidak perlu dipertanyakan lagi. Semuanya bagus dan akan meninggalkan jejak pada penontonnya tidak hanya semalam saja. Sebagian dari film ini akan menghibur, lainnya akan memprovokasi.

Terdapat 6 lokasi indoor dan 3 lokasi outdoor yang digunakan sebagai tempat pemutaran di Jakarta. Lokasi indoornya ada di Epicentrum (khusus pembukaan dan hanya untuk undangan), Erasmus Huis (kedutaan besar Belanda), Goethe Institut (tempat les bahasa Jerman), Institut Francais Indonesia (tempat les bahasa Prancis), London School of Public Relation (LSPR), dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Lokasi outdoor ada di Erasmus Huis, Taman Kodok Menteng, dan Bintaro Jaya Xchange Mall.

Keikutsertaan di festival ini semuanya gratis dan tanpa biaya.

----------

Hal pertama yang saya suka dari Europe on Screen 2015 adalah ikon acaranya!


Ikonnya adalah rainbow cake! Nyumm..!

Bahkan ketika saya mencoba untuk menggoogle konferensi pers pembukaannya, biasanya orang-orang memilih untuk memotong pita atau nasi tumpeng, untuk tahun ini mereka memotong kue dan seperti ikon yang dipakai, mereka memilih rainbow cake. Kreatif sekali yang membuat ikon :D

Seperti biasa, yang jadi halangan saya untuk bisa datang adalah jadwal intensif. Dan mulai tahun ini, jadwal intensif saya jadi semakin penuh. Jam kerja saya saat intensif maksimal bisa dimulai dari jam 07.00 hingga jam 20.00. Tentu saja jadwal itu tidak berlaku setiap hari. Hari libur tetap ada, tetapi karena jadwal yang fleksibel, hari liburnya tidak selalu jatuh di hari Sabtu atau Minggu. Jika jam maksimal tersebut digunakan, total saya bisa mengajar sebanyak 8 sesi, dan percayalah, itu capek parah. 8 sesi artinya 12 jam berdiri dan berbicara. Buat saya yang introvert dan tidak terbiasa untuk berbicara selama itu, saya bisa bertahan paling banyak 6 sesi saja atau 9 jam.

Banyaknya jam mengajar tentulah harus disyukuri, tapi akibatnya adalah saya hanya sempat menghadiri acara EoS sebentar saja. Waktu yang paling sesuai adalah untuk nonton pemutaran paling malam yang dimulai jam 19.30. Namun ketika saya selesai mengajar jam 17.00 atau 18.00, badan rasanya udah capek dan membayangkan macetnya jalan raya, duh rasanya ingin langsung pulang saja.. :'D

Mulai tahun ini EoS memiliki venue baru. Beberapa waktu lalu ada 4 venue yang dekat dari rumah saya, yaitu Erasmus Huis, Goethe Haus, IFI, dan Instituto Italiano di Cultura. Tapi mulai tahun ini IFI yang tadinya berlokasi di Salemba pindah ke Thamrin, dan IIC sudah tidak dipakai lagi. Otomatis venue yang dekat tinggal 2 saja. Erasmus Huis terletak di Kuningan, Jakarta Selatan, yang berarti ke sana sore menjelang malam adalah sama dengan berjibaku bersama orang-orang kantor yang baru mau pulang kerja.

Jadilah saya hanya berhasil menonton 3 film saja tahun ini. Padahal kalau melihat katalognya tuh ngiler pengen nonton semuanya lho huhu. Tahun depan semoga bisa membuat jadwal lebih baik lagi supaya bisa menonton lebih banyak :)

salah satu tiket EoS 2015

Tahun ini saya juga ga kedapetan door prize, huhu. Baru tahu juga kalau mereka mengadakan lomba membuat video berdurasi 3 menit yang dishare di instagram. Tapi saya ga punya instagram jadi ga bisa ikutan lah :'(

----------

Yowis, mari kita beralih ke review film sajah~

---
 
Judul: '71
Waktu: Minggu, 3 Mei 2015, 17.00
Venue: Erasmus Huis
Genre: Action, drama
Rating: 15+
Durasi: 99 menit

Sinopsis:

Tahun 1971, konflik di Irlandia Utara semakin tajam, nyaris menjadi perang saudara. Gary, seorang tentara muda, tidak sengaja ditinggalkan unitnya setelah terjadi kerusuhan di Belfast. Tidak dapat membedakan kawan dengan lawan, Gary harus menyelamatkan diri melalui wilayah musuh. Perjalanan kembali ke markasnya malam itu adalah pengembaraan penuh dengan ketidakpastian, ketakutan, dan putus asa.

Opini:

Saya tidak terbiasa menonton film tentang perang dan kekerasan. Terakhir saya menonton film perang adalah Lone Survivor di tahun 2014. Menonton film '71 membuat perasaan saya tidak nyaman ketika menontonnya, dan itu adalah suatu sinyal yang bagus bagi pembuat filmnya. Latar tempat dan penata busana sangat apik menggambarkan tahun 1971. 

 
Kondisi ketidakpastian mana teman mana lawan benar-benar terasa menegangkan karena Gary sang tentara menerima banyak bantuan di tengah perjalanannya, dan ternyata bantuan itu hanya tipuan musuh yang ingin menangkapnya. Sering saya merasa ingin teriak kepada pemeran utamanya agar tidak terjebak. Overall, film yang sangat menarik untuk orang yang menyukai film perang.

---

 
Judul: The 100 Year Old Man Who Climbed Out The Window and Dissapeared
Waktu: Senin, 4 Mei 2015, 19.30
Venue: Goethe Haus
Genre: Komedi
Rating: 15+
Durasi: 114 menit

Sinopsis:

Ahli dinamit Allan Karlson memutuskan untuk loncat dari jendela tepat di hari ulang tahunnya yang ke 100. Bagi Allan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai petualangan baru. Namun petualangannya kali ini bukanlah hal yang baru, karena Allan pernah terlibat dalam beberapa kejadian penting di sejarah dunia yang tak pernah terlupakan.

Opini:

Saya rasa ini adalah film terbaik yang saya tonton di EoS tahun ini. Film ini juga menjadi film pembuka EoS dan sudah memenangkan beberapa penghargaan di luar negeri. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama dan saya merasa beruntung bisa menontonnya.

Filmnya penuh dengan unsur komedi. Seluruh penonton berhasil dibuat terbahak. Allan Karlson digambarkan ahli dinamit dan dia diajak berkeliling beberapa negara dan berurusan dengan berbagai orang penting sehubungan dengan keahliannya. Allan juga sempat menjadi agen rahasia pembawa pesan.

Di usia yang ke 100, Allan pergi dengan tak sengaja membawa koper berisi dompet milik seorang penjahat. Geng penjahat mencoba mengejarnya, tapi perjalanan tersebut membawa Allan bertemu teman-teman baru yang bersedia berpetualang bersamanya.

Allan dan koper berisi uang mencoba kabur bersama teman barunya

Lokasi terakhir film ini adalah di Bali sehingga rasanya cocok film ini tayang di Indonesia. Sayangnya film ini tidak tayang di bioskop dalam negeri, karena jika tayang, saya yakin akan banyak menyedot penonton :)

---


Judul:Citizenfour
Waktu: Minggu, 10 Mei 2015, 14.30
Venue: Erasmus Huis
Genre: Dokumenter
Rating: 15+
Durasi: 114 menit

Sinopsis:

Sutradara Laura Poitras menerima email misterius dari "CITIZENFOUR", yang mengaku memiliki bukti tentang program pengawasan ilegal oleh agen keamanan nasional Amerika Serika (NSA) dengan agen intelejensi dunia lainnya. Lima bulan kemudian, Laura bertemu dengan pengirim email ini di Hongkong, yang bernama Edward Snowden, mantan analis NSA yang ingin membongkar kebobrokan program pengawasan ilegal NSA.

Opini:

Pertama kali membaca booklet acara dan mengetahui ada film ini diputar, saya sangat bersemangat untuk menontonnya. Apalagi film Citizenfour ini berhasil menyabet nominasi Oscar 2015 sebagai film dokumenter terbaik. Tapi ketika hadir di sana, saya dan hampir sepertiga dari penonton berhasil tertidur di tengah-tengah film. Beberapa bahkan ada yang memilih untuk keluar terlebih dahulu sebelum filmnya usai. Kenapa bisa begitu?

Film ini berbentuk dokumenter dan banyak sekali adegan percakapan di satu lokasi. Percakapan tersebut cukup panjang dan banyak berkutat di seputar media dan teknologi. Seluruh percakapan tersebut mencakup berbagai pengakuan, bukti dan cara-cara yang dipakai Amerika Serikat agar bisa menyadap informasi. Sayang sekali tidak ada subtitle yang mengikuti percakapan tersebut.

Salah satu adegan yang ada di film yaitu Edward Snowden 
yang sedang diwawancara wartawan The Guardian seputar NSA

Saya sendiri merasa malu karena saya tidak dapat menangkap isi dari film itu dengan baik hanya karena alasan sepele ketiadaan subtitle. Saya merasa film ini sangat menarik, tapi karena monoton, maka banyak yang bosan. Padahal peristiwa ini menurut saya sangat luar biasa bisa terekam dengan baik. Pada tahu kan cerita Edward Snowden dan pembongkaran Wikileaks di tahun 2013? Pengakuan tersebut sempat membuat tegang hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan berbagai negara karena diketahui Amerika menyadap komunikasi secara ilegal.

Saya pernah mendengar beberapa kesulitan saat membuat film dokumenter, yaitu terkadang sulit untuk membuat jalan cerita yang jelas dari kisah yang ada dan sulitnya menjaga agar pemain bisa memainkan karakter dengan baik. Alasan yang terakhir muncul karena biasanya pemain film yang direkam bukanlah aktor, tapi orang biasa. Hal tersebut membuat kadang akting mereka terasa tidak terlalu memikat. Tapi Edward Snowden sebagai tokoh utama tampak sangat tenang ketika berbagi cerita pembongkaran rahasia yang ada. 

Edward Snowden yang ganteng dan tenang ketika direkam

Padahal pembongkaran rahasia tersebut membuat dia menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh pemerintah Amerika. Seperti akhir kisah film ini, Edward Snowden kini bermukim di Rusia bersama pacarnya karena Rusia bersedia memberikan suaka padanya.
----------

Well, begitulah review Europe on Screen 2015. Semoga masih bisa bertemu dan menonton film-film menarik lainnya di tahun 2016 :D

= to be continued =

Wednesday, March 11, 2015

Event di Pertengahan Maret 2015

Gw mau share juga ah poster acaranya di sini, siapa tau ada yang berminat :D


Pemutaran film gratis yang berkumpul menjadi antologi Surat Cinta untuk Jakarta. Awalnya diputar di TIM pada tanggal 14-19 Februari 2015, tapi kemudian pemutarannya diperpanjang di Blitz Megaplex Pacific Place pada tanggal 7 Maret pukul 20.00 WIB, 13 Maret pukul 19.00 WIB, dan 14 Maret 17.00 WIB.



Festival film pendek yang diadakan di Epicentrum XXI tanggal 18-22 Maret 2015. Festivalnya terdiri dari pemutaran film karya para finalis dari berbagai tema dan juga workshop dan seminar dari berbagai pembicara. Untuk jadwal lengkapnya bisa dicek di http://www.21shortfilm.com/ (link).




Kayaknya posternya cukup memperlihatkan isi acara dan kapan diadakannya ya. Beda sama 2 acara di atas yang kayaknya gw sepertinya bisa ikuti (walaupun yang festival short film itu gw nggak ikut sih nunggu film finalnya muncul aja), kalo acara yang ini agak fix gw ga bisa ikut. Padahal gw pengen bangetttttt. Gw penggemar puisi Pak SDD dan pengen bisa ikutan bangetttttt.

Salah satu kenangan gw dengan beliau adalah gw pernah ikutan seminar di FIB dengan pembicara beliau. Pernah juga papasan sama beliau, tapi gw bukannya minta ttd atau foto bareng, gw cuma bisa terpana aja liat dia jalan lewat di depan gw, hahah. Abis malu juga mau minta ttd karena buku dia yang gw punya adalah hasil fotokopi dari buku perpus sma :p

----------

Well, ada yang tau acara menari lainnya? Let me know yaa :D

= to be continued =

Saturday, December 27, 2014

Film yang Ditonton Hingga Des 2014

I promise to make a post about "The Last Movies I Watched". I open my archive and just realize the last time I wrote that kind of post was in July 2014 (link). It's not that I don't watch any movies at all, but again, I am too lazy to write in here, ckckck.

Overall gw cuma akan menulis listnya dan menambahkan sedikit komentar jika gw merasa perlu ya :P

1. Teenage Mutant Ninja Turtle, 100814 di Kokas bareng adek-adek
2. Guardian of Galaxy, 290814 di Metropole bareng adek-adek
3. Samurai X: Kyoto Inferno 130914, di Blitz GI sendiri
4. The Maze Runner, 280914 di Gading sendiri, dan 051014 di Kokas bareng mas ndut
5. Tabula Rasa, 041014 di Kokas sekeluarga berlima
6. Rurouni Kenshin: Legend Ends, 281014 di Blitz GI sendiri
7. Interstellar, 161114 di Kokas bareng mas ndut
8. Mockingjay, 231114 di Kalibata sendiri
9. Kukejar Cinta Sampai ke Negeri Cina, 021214 di Epicentrum bareng Widiyong
10. Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, 131214 di Metropole bareng Widiyong, Lija, dan mas ndut
11. Stand by Me Doraemon, 201214 bareng mas ndut, dan 221214 bareng adek-adek, keduanya di Blitz GI
12. Pendekar Tongkat Emas, 251214 di Kokas bareng mas ndut

----------  

Seneng banget bisa nonton 2 dari 3 trilogi film Samurai X. Yang pertama nggak nonton tapi gw punya softcopynya *ckckck*. Kalo ada yang punya softcopy film kedua dan ketiganya mau doooong :P. Live actionnya keren, sesuai dengan cerita anime yang gw tonton. Memuaskan lah.

The Maze Runner, film yang bikin aktivitas lari merupakan kunci agar bisa tetap hidup. Diadaptasi dari novel dan kayaknya trilogi. Gw sampai saat ini nggak tergerak buat beli novelnya sih, tapi mau mengikuti filmnya kalau sekuelnya udah muncul :D

----------

Interstellar, film science fiction berdurasi 3 jam tentang umat manusia yang berusaha mencari planet lain karena bumi udah mau hancur. Penuh dengan teori fisika dan keberadaan Tuhan. Gw nggak bosen sih nontonnya, tapi untunglah ada mas ndut -- yang saat itu dia menonton untuk kedua kalinya, pertama doi nonton sendiri -- yang sabar menjawab berbagai pertanyaan gw tentang jalan cerita film, hehe. Dan layaknya film Christopher Nolan yang lain, endingnya ngeselin bikin penasaran. Pun sudah dipastikan tidak akan ada sekuelnya.

Mockingjay. Pertama kali nonton yang seri kedua yaitu Catching Fire. Langsung suka. Abis itu download seri pertamanya di internet. Yang seri ketiga ternyata dibagi dua filmnya. Kebiasaan yang muncul abis Harry Potter seri ketujuh filmnya dibelah dua, ckck. Banyak yang bilang film ketiga ini membosankan, tapi gw suka-suka aja sih. Mungkinkah karena gw ga baca novelnya? Isinya adalah tentang bagaimana merancang sebuah pemberontakan dan video kampanye untuk mengajak para rakyat turut serta. Macem inget video para capres deh nontonnya.

Stand by Me Doraemon ditonton dua kali dan dua-duanya bikin gw nangis di adegan yang sama. Kesel pas nonton pertama gw duduk di sebelah rombongan semacam orang kantoran gitu yang kayaknya pede banget kalo mereka nggak nangis dan ngenyek (bahasa indonesianya yang lebih oke apa ya?) yang pada nangis, huuuu. Pas nonton bareng adek-adek juga mereka pada nggak mau ngaku kalo nangis. Padahal gw denger mereka sesenggukan, ckckck.

 Peletakan statue Doraemonnya ga oke nih Blitz GI. 
Bikin yang mau foto jadi backlight :(

Buat yang rajin baca komik Doraemon, nonton film ini kayak menguak memori. Gw sendiri bisa nebak ketika muncul sebuah alat ajaib akan membawa ke adegan apa. Kreator filmnya hebat deh bisa menyatukan potongan-potongan cerita yang sebenernya nggak saling berhubungan, bisa menjadi satu-kesatuan yang apik.

----------

Gw menonton empat film bioskop produksi dalam negeri.

Tabula Rasa gw tonton karena penasaran dengan tema yang diangkat, yaitu tentang kuliner masakan padang. Shoot tentang masakan padangnya sungguh menggoda selera, sukses bikin gw ngiler dan menghargai restoran padang karena masaknya butuh perjuangan. Tapi jalan ceritanya kurang memuaskan.

Kukejar Cinta Sampai ke Negeri Cina ditonton karena kecipratan rejekinya widiyong yang dapet tiket gratisan. 

Foto bareng Widiyong dan Teh Ninit Yunita

Pertama kalinya nonton di Epicentrum, yang sekarang denger-denger lagi mau disita sama pemda Jakarta gegara Bakrie nunggak utang pajak. Filmnya bertemakan cinta dalam islam. Filmnya mengajak kita secara lembut untuk memahami cinta dalam bingkai islami. Udah lama nih gw nggak nonton film dengan tema ini. Terakhir kayaknya film Tanda Tanya yang dibuat Hanung Bramantyo di tahun 2011.

----------

Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh adalah film adaptasi novel karya Dee keempat yang gw tonton. Menurut gw ini adalah karya adaptasi terbaik. Rankingnya menurut gw:

1. Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
2. Rectoverso, dibuat dalam bentuk omnibus karena berasal dari beberapa cerpen
3. Perahu Kertas, daripada jadi film bioskop, ini akan jauh lebih baik jadi ftv aja
4. Madre, bad bad movie, sorry..

Yang membuat gw senang dengan KPBJ adalah dialognya yang khas Dee banget. Ada yang bilang penulis skenarionya terkesan ragu-ragu mengubah bahasa Dee, tapi dengan mempertahankannya membuat gw yakin bahwa ini membawa spirit novelnya yaitu "roman ketemu sains".

Sayang ada yang mengatakan karena kata-kata yang terkesan njlimet, para aktor dan aktris jadi terlihat hanya menghapalkan dialog tanpa benar-benar menjiwainya. Pemilihan pemain juga dirasa sangat mirip dengan pemain di film 5 Cm. Hal ini sepertinya dikarenakan rumah produksi Sunil Soraya yang menjadi pemegang kedua film telah memiliki artis utama, sehingga merekalah yang terpilih.

Oya, Raline Shah menurut gw bisa banget berperan baik sebagai Rana, maupun Diva. Karakter perempuan manis dan cerdas di Rana, maupun menggoda dan misterius di Diva sama-sama tertangkap oleh Raline. Paula Verhouven yang terpilih memerankan Diva memiliki fisik yang memadai untuk karakternya, tapi tidak pada ekspresi wajah dan suara.

----------

Pendekar Tongkat Emas jadi film Indonesia terakhir yang gw tonton di tahun ini. Jalan cerita biasa, dialog tidak terlalu mendominasi, yang ditonjolkan di dalam film ini adalah keindahan alam Sumba yang menjadi setting tempat, kehebatan ilmu bela diri para karakternya, dan kostum yang memperlihatkan uniknya kain etnik dalam negeri.

Ilmu silatnya asli keren banget, pakai efek sedikit doang, ga kayak macem di film indosiar hihihi. Trus Mira Lesmana pernah ngetweet kalau penonton dari film Pendekar Tongkat Emas jumlahnya memuaskan, dia akan membuat sekuel AADC. Permintaan tentang sekuel AADC jadi melonjak setelah aplikasi chat messenger Line membuat film pendek kelanjutan AADC untuk mempromosikan fitur Line Alumni.

Semoga semoga semoga kalau AADC 2 beneran keluar, filmnya akan sama atau lebih oke dari yang pertama. Kalau nggak mendingan Mbak Mirles ga usah bikin kelanjutannya aja deh hehe

----------

Begitulah film yang udah gw tonton hingga bulan Desember 2014. Kalo nambah mungkin film Night At The Museum kali ya. Tapi masih ga tau mau nonton kapan ^^

= to be continued =

Tuesday, September 9, 2014

Udah Daftar buat CPNS 2014 plus jadwal Samurai X Live Action Kyoto Inferno

Selalu deh kayaknya semester kedua dalam 1 tahun ini rasanya cepeeeet bangeeet. Pas tahun baru masih januari kan. Trus februari sampe juli ngajar biasa, tau-tau udah intensif, abis itu puasa full di rumah. Agustus lebaran, sekarang udah september, tinggal 3 bulan lagi tahun 2014 berakhir wawawaaaa.

Tadi gw abis menyelesaikan pendaftaran buat cpns 2014. Setelah tahun lalu misuh-misuh gegara ijazah yang ga jadi-jadi menyebabkan ga bisa daftar (link), alhamdulillah gw bisa nyobain di tahun ini. Selesai gw daftar, gw cek lagi di instansinya, ga ada keterangan gw harus ngumpulin apapun lewat email ataupun surat sih. Semoga semoga semoga gw ga salah baca yaa. Dan semoga semoga semoga gw bisa lolos verifikasi via online ini dan lanjut ke tes selanjutnya. Oiya tak kalah penting, semoga semoga semoga apapun yang nanti terjadi adalah yang terbaik buat gw, aminnn :)

----------

Jadwal pemutaran Samurai X Live Action dengan judul Kyoto Inferno udah keluaaaaar. Diputernya hanya di Blitz sahaja, sila yang mau nonton dicek di situs ini (link). Sinopsisnya bisa dibaca di sini (link).

gambar dari facebooknya blitzmegaplex (link)

Pemutaran pertama adanya besok, Rabu 10 Sept 2014. Di hari Minggu lalu tanggal 7 Sept 2014 sebenernya ada marathonnya yaitu film ini plus pendahulunya yang diproduksi tahun 2012. Jadi aslinya live action Samurai X ini nantinya bakal ada 3 part. Tapi gw ga nonton berhubung part 1 nya gw udah punya donlotannya *ckckck* dan juga karena gw ga sempet *ini alesan sebenernya*.

Semoga kesampaian buat nontonnnnn >o<

= to be continued =

Monday, August 18, 2014

Film yang Ditonton Hingga Juli 2014

Yang ditonton hingga Juli 2014, langsung kasih opini aja ya hehe

1. Amazing Spiderman 2


Ternyata gw emang lebih suka Spiderman versi Tobey Maguire. Amazing Spiderman 2 ceritanya bagus, tapi gw merasa musuhnya si manusia listrik (lupa nama inggrisnya) terlalu kuat untuk Spidey, Emma Stone sebagai Gwen Stacy super cantik tapi annoying karena karakternya yang mau ikut ke mana pun Spidey pergi yang akhirnya mati (ups, spoiler alert, tapi di adegan dia mati gw dalem hati bersorak "Sukuriiiiinnn" *parah yak*). Tapi gapapa deh dia mati, soalnya itu berarti di film berikutnya bakal muncul cewe Spidey favorit gw si Mary Janeee~ Walopun ga tau juga apakah gw akan sama sukanya dengan versi Tobey dulu.

Oiya, Andrew Garfield sebagai Spidey, well he got the jokes right, tapi kurang culun aja. Terlalu keren buat gw, haha :p

2. X Men Days of Future Past 


Oke sih, tapi menurut gw film ini jadi bagian dari rencana supaya seri film X Men yang tadinya udah berakhir di X Men 3 jadi bisa dilanjutkan. Soalnya dengan adanya perputaran waktu di dalam film itu, semua sejarah jadi berubah. Dan ini bikin X Men bisa ditulis ulang suka-suka mereka (ya tapi tetep based on komiknya lah ya). Gw suka banget sih pergulatan antara Prof X, Magneto, dan Raven. Karakter favorit gw tetep Wolverine, tapi Hugh Jackman ga bisa boong keliatan tuanya ya. Padahal kan Wolverine digambarinnya ga bisa mati dan tetap terlihat muda karena tubuhnya bisa menyembuhkan diri sendiri kalo terluka. Di film ke depan Om Hugh Jackman bakal tetep main ga yaa

3. How to Train Your Dragon2


Satu kalimat aja, Hiccup makin ganteng <3>

4. Maleficent


Angelina Jolie oke banget meranin penyihir jahat, tapi pemeran lain biasa aja. Oiya, gegara film ini kayaknya beberapa film Disney bakal dibikin juga versi jalan cerita lain dan live action. Gw pernah liatnya ada poster Cinderella yang bakal dirilis ulang gitu. Yuk deh mari kita tunggu :D

5. The Fault in Our Star


Kedua tokoh utamanya pernah gw tonton di film Divergent. Di Divergent, mereka jadi kakak beradik. Gw berharap padahal mereka jadi sepasang kekasih. Ternyata beneran di film ini mereka jadi sepasang kekasih, padahal gegara Divergent gw udah meng-embrace peran mereka jadi kakak-beradik, jadi gw rancu gitu pas nonton ga merasa dapet chemistry mereka haha *sulit banget lah lu jadi orang al padahal timbang nonton doang :p*

Btw, gw amaze banget karena di film ini si pemeran utama bela-belain ke luar negeri demi ketemu pengarang favoritnya, kayak udah jarang banget deh di film ada yang bahas tentang kesukaannya tentang membaca *ato gw yang ga pernah nonton film tentang tema itu sih hehe*

Oya, Ansel Elgort is the new cutie pie :3

6. Transformer Age of Extinction


Ditonton 2x, pertama 3D bareng dek Alfi di Gading, trus 2D di detos bareng Dila Eka.

Entah 3 film Transformer lainnya gw udah lupa apa gimana, tapi gw ngerasa ini film transformer yang paling gw suka deh. Tokoh utamanya nggak si Shia Labeouf lagi tapi si Mark Wahlberg. Pergantian tokoh utama ini jadi banyak efeknya, bikin film ini lebih serius dan aksinya lebih terasa. Cewe cantik yang selalu ada di setiap film Transformer juga jadi lebih baik lah perannya. Selama ini kan perannya jadi kekasih, ini posisinya sebagai anak, jadi hubungan yang lebih terasa adalah hubungan ayah-anak. Cinta-cintaannya ada tapi nggak mendominasi.

Seperti biasa jagoannya si Optimus Prime dan ngelawan Megatron (yang ganti nama doang jadi Galvatron). Trus di akhir masih gantung supaya bisa dilanjutin lagi sekuelnya, okee..

7. 21 Short Movies 2014



Ditonton bareng Mbak Nia Wardhani di Planet Hollywood. Jarang2 deh gw nonton di situ, tapi kl buat Nia sih dia udah sering gegara kantornya deket situ. Trus ini jadi 21 Short Movies kedua yang gw tonton, sebelumnya di tahun 2013. Gw belum nyari-nyari sih soalnya menurut gw film-filmnya lebih bagus dan beragam yang tahun lalu.  Ceritanya juga kayaknya lebih kompleks deh soalnya gw nggak langsung ngeh. Walaupun tetap ada yang menarik seperti cerita perpisahan seorang anak tuna netra dari SLBnya, lalu ada cerita tentang kebiasaan menyontek saat ujian di sebuah sekolah dasar yang ternyata didukung juga oleh pengawasnya. Oiya yang tahun lalu bisa cek di sini deh kalo lupa (link).

8. Step Up All In


Ditonton 2x, pertama di TIM sendirian pas hari kerja siang pas bulan puasa. Filmnya keluar kl ga salah seminggu sebelum lebaran dan gw pikir kalo gw nggak buru-buru nonton, filmnya bakal keburu ilang karena pas lebaran kan biasanya keluar film-film tema lebaran dan gw pun bakal susah keluar.

Eh pas hari kedua lebaran, ternyata ada sodara dateng ke rumah, trus diajak jalan-jalan lah ke kokas. Trus abis makan kita bingung, dateng lah ke bioskop. Para orang tua pada mau nonton Hijrah Cinta. Gw yang males lalu menghasut beberapa orang untuk nonton Step Up aja hihi.

Gw sukaaa filmnya. Bikin ngiri banget karena para dancer itu tubuhnya bagus dan atletis. Trus unsur komedinya pun banyak. Yang gw ga suka adalah kenapa tiap film tentang ngedance pasti posternya nggak enak diliat. Macem bajunya terbuka trus yang bikin gw kalo nonton dan cerita ke nyokap pasti nyokap ga bakal ngebolehin kl dia ngeliat posternya. Padahal filmnya aman2 aja loh -___-

Oiya, Adam G Sevani become my favourite actor in the movie~

----------

Wokee, segitu dulu aja. Buat Agustus gw udah nonton TMNT sih. Tapi kan bulan ini belum berakhir. Masih mau nonton Guardian of Galaxy, mau nonton film Doraemon Stand By Me dan live actionnya Rurouni Kenshin di blitz, dan mau ada pemutaran film gratis di Goethe Haus dari tanggal 22 sampe 31 Agustus 2014 lhooo~

= to be continued =