Showing posts with label Teater Koma. Show all posts
Showing posts with label Teater Koma. Show all posts

Monday, July 7, 2014

Jalan-jalan di Mei dan Juni 2014

Postingan beberapa jalan-jalan beberapa minggu lalu :D


Kamis, 1 Mei 2014

Makan siang bersama beberapa teman smp di pizza hut rawamangun. Soo happy finally can meet them again ^^ Terakhir sebelum puasa tahun lalu. Yang dateng ada Nisao, Dea, Pipito, Sarah, Tari, Ira.


Kamis, 27 Mei 2014

Makan soto madura di 8, lanjut ke moshaict di Cikini bareng Liza, Widiya, dan Nisao. Foto yang ada lagi di kamar pas ngeliat Liza lagi nyobain baju ala ukhti bareng sama Widiya juga :p



Sabtu, 7 Juni 2014

Jalan-jalan untuk liat Jakarta Museum Day Festival. Pertama kalinya ke Kota naik mobil. Itu pengalaman yang super banget buat gw yang nggak tau jalan dan nggak pernah nyetir jarak jauh. Thanks for Mas Buncit yang setia jadi co-driver :')

Perjalanan bolak-balik 4 jam, di Kota cuma 1 jam, hahah. Ngeliat beberapa museum buka stand, aih jadi pengen jalan-jalan berkunjung ke museum. Foto yang bagus cuma ada 1 tapi, hahah. Itu juga diambilnya agak candid :p



Sabtu, 21 Juni 2014

2 minggu setelah dari Kota, gw.. ke Kota lagi! *Eaaaa :p

Kali ini berkunjung ke Kota Tua Creative Festival. Datang untuk menonton pertunjukan Teater Koma yang berjudul "Tenggelamnya Kapal Tek Sing". Pertunjukan ini sebelumnya sudah pernah dilakukan di Museum Nasional sebagai bagian dari program Teater Koma Weekend di Museum.


 Sempet foto juga sama Rangga Bhuana Riantiarno wawawaaaa xD



Perginya naik mobil lagi bersama Liza dan co-driver andalan :3 Trus di sana janjian juga sama Widiya, Siti, dan Lia.



= to be continued =

Friday, March 14, 2014

Jokowi nyapres - Politik Santun - Teater Koma Demonstran (2014)

Akhirnyaaaa..

Jokowi mencalonkan diri sebagai calon presiden ! Kya kyaaa~ (link)

Dan, seperti biasanya si Bapak Jokowi ini sejak mencalonkan diri menjadi gubernur jakarta, kepilih, dan sekarang dalam proses mencalonkan diri jadi calon presiden, pastiiii banyak banget beritanya. Celotehan pun berkumandang di mana-mana. Well, gw ngebacanya via facebook dan twitter sih. Ada komentar positif, negatif, dan netral.

Kalo gw bakal dukung ga yah? Hm, mari kita lihat-lihat dulu aja ya siapa calon lain pesaing Jokowi. Kalo ada yang lebih baik, ya dukung yang lain. Tapi kalo ternyata Jokowi yang terbaik di antara calon lain, ya pilih Jokowi. Yang penting semoga siapapun yang terpilih nanti bisa membawa dampak baik bagi Indonesia :')

Lalu, pencalonan si Bapak Jokowi ini berpengaruh cukup baik lho terhadap kondisi perekonomian. Diberitakan IHSG, harga saham, dan nilai rupiah menguat ! (link) Tapi ada yang bilang sih kalo penguatan itu hanya euforia sementara saja, hihi (link).

----------

Nah, berhubung di awal udah ngomongin tentang politik, mari kita lanjutkan saja yukk. Eh tapi, gimana mau bahas ya kalo ga update tentang politik ? Well, mari kita buka cakrawala ! Salah satunya dengan membaca buku ini..

Politik Santun dalam Kartun 2

Another great book from Muhammad "Mice" Misrad berjudul Politik Santun dalam Kartun 2. Buku ini diterbitkan oleh Octopus Garden Publishing dan cetakan pertamanya terbit pada bulan Januari 2014. Buku ini adalah kumpulan kartun yang dibuat oleh Mice di koran Harian Rakyat Merdeka. 

Dengan membaca buku ini, tema politik yang kadang dianggap oleh sebagian orang tidak menarik dan membosankan, dikemas dalam format yang sederhana dan sedikit-banyak menyuarakan pendapat rakyat. Kartun yang digambar Mice khusus membahas peristiwa politik yang sedang ramai diperbincangkan dengan sentilan yang bisa mengundang senyum :D

----------

Kemudian, masih sedikit berhubungan dengan politik nih ya. Minggu lalu pada hari Sabtu, 8 Maret 2014, gw berkesempatan menonton pertunjukan Teater Koma berjudul Demonstran di Graha Bakti Budaya, TIM. Pas banget temanya dengan pemilu yang akan berlangsung di tahun ini ya :D

Ceritanya singkatnya, tokoh utama bernama Topan, dia adalah salah satu mantan demonstran pada tahun 1998. Kini dia telah hidup berkecukupan dengan istri yang cantik. Meskipun Topan sudah tak tertarik lagi dengan kondisi perpolitikan nasional, para mahasiswa tetap meminta bantuannya untuk memimpin demonstrasi menentang pemerintahan yang ada. Topan pun semakin gerah karena perjuangannya dia di masa lalu selalu dielu-elukan, bahkan sampai patung dirinya pun dibuat dan diresmikan oleh pemerintah. Topan tak kunjung terjun lagi dalam politik karena sebenarnya dia menyadari dirinya sendiri telah kotor dengan menyediakan lokasi lobi politik bagi para pejabat disertai hiburan esek-esek.

Namun kedekatan istrinya dengan seorang pejabat membuat Topan menyetujui untuk memimpin lagi demonstrasi. Sayang, Topan akhirnya tewas tertembak ketika tengah berdemo. Topan menjadi tumbal yang digunakan pemerintah untuk menyingkirkan para demonstran.

Lalu, mari beralih ke foto-fotooo~


Dan sedikit dari pertunjukannya..





Gw ga tau ya ada apa dengan Teater Koma dan banci. Soalnya setiap ada adegan yang ada bancinya itu selalu menarik dan lucuuuuuu :D Pementasan kali ini juga dekornya ga cuma di dalam teaternya aja lho, tapi di parkiran TIM juga didekor dengan nuansa demonstrasi. Sayang karena malam jadi gelap ga gw foto.

----------

Sippo. Segitu dulu updatenya. Sampai jumpa adios amigo~

= to be continued =

Friday, February 28, 2014

Teater Koma: Demonstran, Coming Soon

Can't wait to watch it on early March :D

Poster for Demonstran
(click to enlarge it)

Thanks to my mom who introduced me to like Teater Koma this much. This will be their 6th performance I watch since 2008 :))

= to be continued =

Wednesday, September 18, 2013

Teater Koma: Ibu (Coming Soon)

Poster Teater Ibu

Hai, buat yang suka nonton teater mungkin berminat nih sama pementasan Teater Koma yang akan datang berjudul Ibu. Pementasannya akan diadakan dari tanggal 1 hingga 17 November 2013 di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Buat yang mau tau infonya lebih lanjut bisa cek event di halaman facebooknya (link).

Poster ini saya dapatkan dari facebooknya Rangga Bhuana. Ngiler banget pengen nonton, tapi setelah melihat halaman event di facebooknya langsung nggak jadi. Ternyata harga tiketnya udah naik 2x lipat ! Nggak tau secara jelas sih mulai naik dari kapan soalnya pas nonton Sampek Engtay di bulan Maret 2013 lalu (link) kayaknya masih dapat duduk di kursi depan dengan harga Rp100.000,00. Sekarang Rp100.000,00 cuma bisa dapet balkon doang T__T

Ngerti banget sih kenapa harganya naik. Di jaman subsidi bbm dicabut sebagian, rupiah semakin lemah, pengusaha tempe tahu bingung sama harga kedelai, dan buruh demo minta gaji 3,7juta sebulan, masa kita tega membiarkan para pemain teater ini terus tergerus inflasi ? *kalimatnya agak ga nyambung tapi biarkanlah :p*

Sayangnya karena status saya masih pengangguran, dan udah konfirm untuk ikut acara Mahawaditra (link), jadi pass dulu deh. Semoga bisa bertemu lagi tahun depan di pementasan yang semakin keren yaa..

= to be continued =

Monday, March 25, 2013

Sampek Engtay (2013)

Pementasan Teater Koma yang berjudul Sampek Engtay adalah pementasan yang telah berjalan dari tahun 1988 hingga 2013. Sebelumnya, pada tahun 2004, Sampek Engtay mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Pementasan Teater terlama karena telah dipentaskan sebanyak 80 kali dengan 7 peran pemain, 4 pemusik, dan sutradara yang sama.

Tokoh Utama
Engtay (Tuti Hartati) dan Sampek (Ade Firman Hakim)

Cerita Sampek Engtay aslinya berasal dari Cina, tetapi Teater Koma mengadaptasinya dengan campuran budaya Sunda dan Betawi. Sinopsis kisahnya adalah Engtay, seorang gadis yang tinggal di Serang berusaha meyakinkan orang tuanya agar dirinya diizinkan bersekolah di sekolah Putra Bangsa, yang bertempat di Glodok, Betawi. Orang tuanya mengizinkan asal dirinya menyamar sebagai lelaki.

Dalam perjalanan menuju sekolah, Engtay bertemu dengan Sampek, seorang pemuda asal Pandeglang yang juga berniat menuju sekolah yang sama. Lalu mereka berdua sepakat saling mengangkat saudara.

Dalang Cerita (Emanuel Handoyo)

Di asrama, Engtay ditempatkan satu kamar dengan Sampek. Ternyata penyamaran Engtay sangat berhasil sehingga tak ada seorang pun yang curiga dengannya. Hingga pada suatu saat, Engtay menceritakan rahasianya kepada Sampek, dan terungkaplah bahwa keduanya saling mencintai.

Sayang Engtay kemudian dipanggil untuk kembali ke rumah oleh orang tuanya. Engtay berpesan agar Sampek segera menyusul untuk melamarnya. Namun Sampek datang terlambat sehingga Engtay keburu dijodohkan. Sampek pun kembali ke rumah, sakit keras karena memendam cinta, lalu kemudian meninggal.

 Jenderal Liong (Rangga Bhuana) Calon Mertua Engtay

Engtay yang dijodohkan akan segera melangsungkan pernikahan. Di sela perjalanan arak-arakan pernikahannya, rombongan Engtay melewati makam Sampek. Engtay pun menghampiri makam tersebut, dan terjadilah keajaiban. Makam itu terbuka, kemudian hilanglah Engtay masuk ke dalam makam tersebut.

Ceritanya yang sederhana, dikemas dengan humor yang segar, sukses membuat gw sama sekali tidak tidur saat menontonnya. Padahal sudah menjadi kebiasaan gw selalu tidur setiap pementasan Teater Koma, apalagi kalau bukan karena waktu pementasannya biasanya berjalan dari pukul 20.00 hingga maksimal 24.00.

Adegan Penutup Sampek Engtay

Karakter favorit gw bernama Suhiang, dia adalah teman terdekat Engtay di rumah, juga seseorang yang mengusulkan Engtay mengelabui orang tuanya dengan menyamar sebagai lelaki agar diizinkan pergi sekolah.

Gerak-geriknya yang lincah dan menggemaskan yang membuat gw suka dengan karakternya. Apalagi saat dia harus berlari tapi dengan menjinjitkan kaki, cara berlari yang unik :D

Suhiang (Andhini Puteri Lestari) dan para pengiring pengantin

Begitulah kira-kira cerita dari Sampek Engtay. Gw menonton Sampek Engtay pada hari Selasa, 19 Maret 2013 dari pukul 20.00 hingga 23.30. Tahun ini pementasan diadakan dari 13-23 Maret 2013. Pementasan berjalan sangat baik, cuma mungkin karena sudah menjelang hari terakhir, suara para pemain terdengar agak serak, dan ketika adegan menyanyi, suara nyanyiannya jadi tidak terdengar terlalu jelas. Tapi ini dapat dimaklumi karena para pemain sama sekali tidak menggunakan bantuan pengeras suara, sehingga sangat wajar suaranya habis. Apalagi karena tingginya peminat, pementasan ini bisa digelar sehari dua kali, yaitu pada pukul 14.00 dan 20.00.

Pementasan ini adalah kali kelima gw menonton pertunjukan dari Teater Koma, dan pertama kali menonton di GKJ. Urutan secara berturut-turut pementasan Teater Koma yang pernah gw tonton adalah Kenapa Leonardo (GBB, 2008), Republik Petruk (GBB, 2009), Sie Jin Kwie (GBB, 2010), dan Rumah Pasir (Salihara, 2010). 

Lalu untuk pentas teater lain, gw sempat menonton monolog Butet Kertaradjasa berjudul Sarimin (GBB, 2008), dan Kucing (GBB, 2010). Pentas teater dari FEUI yang dilaksanakan di kampus, maupun di luar kampus (A Midsummer Night's Dream, Teater Besar Jakarta, 2011), dan juga Teater UI (Perempuan Pilihan Dewa, GBB, 2011) juga tidak luput dari kunjungan :))


Terima kasih Teater Koma telah membawa kami berempat untuk bertemu kembali :)

= to be continued =

* Foto diambil dari facebook Rangga Bhuana, dan vivanews.com
* Sinopsis diambil dari booklet yang dibagikan saat pementasan

Friday, October 29, 2010

Rumah Pasir dan Kucing

setelah info tentang europe on screen, ada dua acara lagi yang membuat gw mupeeeng sangat !

yang pertama :

HTM: Rp. 100.000,- (umum) dan Rp. 50.000 (pelajar/mahasiswa, terbatas, hanya dijual oleh pihak Salihara)
Bintaro - 7350460, 7359540, Amy 085692727509
Setiabudi - 5224058, 5251066, Suntea 08161190953, 0818990579
Salihara - 7891202, 7805180, Dita 081281845500
Catatan: Hanya via telpon langsung. Tidak menerima pesanan via SMS, e-mail, FB, YM, Twitter ataupun jalur dunia maya lainnya.
...
(DILARANG MEMOTRET SELAMA PERTUNJUKAN)

Teater Koma
Produksi ke-120
RUMAH PASIR
Teater Salihara
29 Oktober s/d 7 November 2010 (Senin libur)
20.00 WIB s/d selesai

Alamat Komunitas Salihara:
Jl. Salihara No. 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

SINOPSIS

Inilah kisah tentang seorang pengusaha muda petualang cinta. Gaya hidupnya bebas, khas metropolitan. Dia terlibat asmara dengan banyak wanita. Dia tidak pernah memikirkan akibatnya, baik terhadap dirinya ataupun orang lain.

Penyesalan selalu datang terlambat. Hidup bisa berubah, cukup dengan satu perbuatan beresiko. Bagi mereka, yang menanggung akibat perbuatan mereka sendiri, hidup bagaikan sebuah rumah pasir. Setiap saat bisa tersapu ombak, hilang tak berbekas. Masihkah ada harapan?

TEATER KOMA memanggungkan RUMAH PASIR, sebuah lakon HIV/AIDS, sebagai produksi ke-120, di Teater Salihara, Jakarta.

Naskah dan Sutradara
N. RIANTIARNO

Asisten Sutradara
OHAN ADIPUTRA

Skenografi
TAUFAN S. CHANDRANEGARA

Penata Musik
FERRO

Penata Cahaya
DERAY

Penata Rias dan Rambut
SENA SUKARYA

Penata Busana
ALEX FATAHILLAH

Konsultan Akustik
TOTOM KODRAT

Pengarah Tehnik
TINTON PRIANGGORO

Pimpinan Panggung
SARI MADJID

Pimpinan Produksi
RATNA RIANTIARNO

Sekretariat
RANGGA



PARA PEMERAN

BUDI ROS, CORNELIA AGATHA, RATNA RIANTIARNO, PRIJO S. WINARDI, TUTI HARTATI, RANGGA RIANTIARNO, NAOMI LUMBAN GAOL, DLL.


yang kedua :
Pentas Monolog Butet Kartaredjasa
‘KUCING’
Karya : Putu Wijaya
Dinaskah monologkan : Agus Noor
Graha Bhakti Budaya, 30 – 31 Oktober, pkl. 20.00 wib
HTM : Rp. 150.000,- Rp. 100.000,- & Rp. 50.000,-
Kisah Kucing adalah kisah sederhana tentang lelaki sederhana yang suatu hari karena kesal, memukul kucing milik tetangganya. Ia merasa tak bersalah memukul kucing itu, karena kucingitu memang mencuri dan memakan lauk-paik miliknya. Ia mengira persoalan itu takberkepanjangan. Tetapi, ternyata, ia menjadi kerepotan setelahnya. Pak RT mendatanginya, karena ia mendapat komplain dari si pemilik kucing itu, agar minta ganti ongkos perawatankucing yang menjadi pincang.
Persoalan kucing itu menjadi persoalan yang kemudian cukup merepotkan bagi si tokoh dalamkisah ini. Ternyata soal kucing juga mempengaruhi hubungannya dengan sang istri, juga dengananak-anaknya. Ia juga semakin merasa terpojok, dan merasa diperas, karena ongkos perawatankucing yang luka itu bertambah besar. Seperti adakonspirasi’ yang semakin hari semakinmemojokkannya. Barangkali ini hanya perasaannya saja, tetapi persoalan kucing itu memangbenar-benar mengganggu kehidupan si tokoh.
Begitulah, persoalan kucing seperti membuka semua watak para tokoh dalam lakon ini. Dengan alurnya yang lincah dan khas, Putu Wijaya berhasil membangun alur yang menarik, sekaligus bisa membicarakan soal hakikat kemanusiaan dan seluruh persoalannya. Sebuah kisah yang kelihatannya remeh dan sederhana, tetapi langsung ke hakekat dan maknanya.

AKTOR : Butet Kartaredjasa SUTRADARA : Whani Darmawan PERANCANG SUARA & MUSIK : Djaduk Ferianto
PENATA ARTISTIK : Feri Ludyanto PENATA CAHAYA : Clink Sugiarto PENATA SUARA :Anton Gendel
PENATA BUSANA & RIAS : Rulyani Isfihana PIMPINAN PRODUKSI : Giras Basuwondo
PELAKSANA PRODUKSI : Nur Zulita PENGELOLA PANGGUNG : Rendra Bagus Pamungkas
SUPERVISI ARTISTIK : Ong Harry Wahyu PERANCANG GRAFIS : Iwan Effendi & Gamaliel W. Budiharga


well, jadi agak bingung karena mau datengin semuanyaaaaaaa
tapi sebelumnya, brb ngecek dompet dulu -____-

= to be continued =

Tuesday, January 20, 2009

yang ditonton di minggu pertama dan kedua januari

nah, ini dia yang maw diposting beberapa hari yang lalu tapi ga jadi2..
3 film dan 1 pertunjukkan teater yang udah gw tonton di minggu pertama dan kedua bulan januari. tapi gw males komentar banyak2, review singkat aja yah ^^

Judul : Bed Time Stories
Genre : Komedi
Sutradara : Adam Shankman
Pemain : Adam Sandler , Keri Russell, Guy Pearce, etc

Bercerita tentang seorang karyawan bernama Skeeter Bronson (Adam Sandler) yang hidupnya berubah setelah dia mendongeng untuk keponakannya.

Komen : ceritanya ringan, mudah diikuti, dan cocok bwat semua umur gw rasa



Judul : Yes Man
Genre : Drama / Komedi
Sutradara : Peyton Reed
Pemain : Jim Carrey, Terrence Stamp, Zooey Deschane, etc

Carl Allen (Jim Carrey) adalah seorang laki2 yang hidupnya suntuk dan membosankan. Hal ini dikarenakan dia menolak hal2 baru masuk ke kehidupannya. Setelah mengikuti sebuah seminar, dia bersumpah untuk selalu mengatakan "Ya" pada segalanya. Lihat bagaimana hidup Carl Allen berubah setelahnya

Komen : pesan dari film ini bagus banget ! intinya adalah jangan takut pada perubahan, siapa tahu hal itu akan membawa sesuatu yang luar biasa kepada kita dan membuat hidup semakin berwarna :D


Judul : Perempuan Berkalung Sorban
Genre : Drama
Sutradara : Hanung Bramantyo
Pemain : Revalina S. Temat, Widyawati, Oka Antara, dkk

Kisah Annisa (Revalina S. Temat) yang menjalani hidup sebagai seorang anak kiai, seorang istri, dan seorang ibu. Pikirannya yang kritis ingin mendobrak suatu kenyataan yang ada di depan matanya, yaitu permasalahan gender, di mana perempuan selalu dianggap lebih rendah daripada laki2.

komen : alurnya kepanjangan, waktunya kelamaan, dan emang kehidupan di pesantren sampe segitunya yah ? tapi memberi gw pandangan baru lah tentang islam dan perempuan..

nahh, kalau yang satu ini adalah pementasan dari Teater Koma, produksi ke 116 yang berjudul Republik Petruk. Ceritanya kali ini bertema politik dan pemerintahan. mungkin tema itu diambil sehubungan dengan pemilu yang semakin dekat ya ^^

cerita singkatnya adalah tentang Petruk yang membuat sebuah kerajaan karena kebetulan dia mendapatkan jimat kalimasada. kerajaannya tumbuh dengan asas demokrasi yang telah direformasi, di mana semua hal diperbolehkan termasuk korupsi, kkn, dan penyelewengan, asalkan tetap terkendali dan resiko ditanggung sendiri. bagaimanakah kelanjutan kerajaan sang Petruk ? saksikan saja pementasan Teater Koma yang bertempat di TIM. masih sampai tanggal 25 Januari 2009 lhooo :D

komen : ini pementasan teater koma kedua setelah tahun lalu gw menonton Kenapa Leonardo. gw sih ngerasa lebih interest sama Kenapa Leonardo. tapi temen2 gw bilang sih lebih oke Republik Petruk. mgkn karena Kenapa Leonardo lebih ke tentang sastra dan psikologi kali ya, kl Republik Petruk lebih mengambil tema politik dan pemerintahan. yang oke banget di pementasan ini adalah kostum dan make upnya yang abis2an ! mengambil tema Harajuku di mana kostumnya disiapin bener2 menarik disertai rambut warna-warni yang begitu funky ! walaupun ceritanya berkisah seputar pewayangan, teater koma dapat mengemasnya dengan gaya masa kini yang tidak membosankan. Bravo teater koma !!! :D

= to be continued =