Showing posts with label job. Show all posts
Showing posts with label job. Show all posts

Friday, June 16, 2017

June 2017 Update

Akhirnya semuanya selesaiiiii lalalalalala~

Intensif, privat, ngetik buku 120an halaman untuk materi tahun ajaran depan..

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah..

Sekarang sudah masuk ke 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Beberapa waktu ini juga mendapatkan kabar dari siswa-siswa yang saya ajar. Ada yang bersyukur telah diterima di jurusan dan PTN impian, tapi masih ada yang masih harus bersabar dan berjuang setelah lebaran nanti.

Senang juga beberapa urusan untuk acara ke depan sudah beres sekian persen. Belum seluruhnya, tapi dicicil lah ya pelan-pelan. Mohon doanya semoga semuanya bisa dilancarkan.. πŸ™

Saturday, May 20, 2017

Happy Birthday to A & F

Akhirnyaa, intensif tahun ajaran 2016-2017 selesai juga!

Mengajar sekitar 100 sesi alias 100 kelas dalam sebulan. Alhamdulillah jadwalnya masih masuk akal sih, jadi nggak sampai kecapekan banget. Semua masih terkendali, suara juga masih terdengar. Cuma pernah digeber 6 sesi 1 hari, 7 sesi 1 hari, dan 8 sesi 1 hari. Sisanya maksimal 5 sesi. Bahkan ada yang cuma 2 atau 3 sesi. Semuanya disyukuri, terima kasih ya Allah.. πŸ™

---

Banyak sebenernya yang mau ditulis, macem akhir April lalu alhamdulillah bisa donor darah, kondangan teman yang didatangi, trus juga cerita intensif. Tapi sekarang update yang ini dulu deh:

Selamat Ulang Tahun Mas F...!

And this is what I post on instagram for him 😘
click the picture to see it better

Dan postingan ini sukses bikin dia diceng-cengin orang-orang, wkwk. Padahal udah dipilih foto yang kayaknya aman deh. Artistik (asik hahah), Masnya terlihat ganteng (halah. Eh tapi saya menyadari kl doi nggak fotogenik ternyata), ada unsur makanannya yang khas postingan saya banget. Emang deh kalau udah niatnya mau ngecengin, pasti ada aja yang bisa dibahas, wkwk. Untungnya sih orang-orang itu pada nggak ngecengin saya, karena emang saya udah mensetting diri untuk nggak akan banyak berkomentar kalau lagi dicengin. Macem ngecengin saya itu nggak ada seru-serunya deh. Mending gih cengin Masnya aja, pasti dia bisa merespons lebih beragam πŸ˜›

---
 
Lalu selanjutnya:

Selamat Ulang Tahun buat Sayaa


Ditanya sama Mas mau hadiah ulang tahun apa. Saya tahu ada buku yang saya inginkan. Tapi harganya mahaal gegara itu buku impor. Biarlah buku itu tetap menjadi buku impian, hahah. Karena ada teman di kantor yang baru memulai bisnis coklat, jadilah Masnya beliin coklat buat saya. Nggak romantis banget tapi, masa yang ngasih malah si penjualnya, trus bayarnya juga di depan saya pula. Ketahuan dong harganya berapa ah si Mas πŸ˜‚

Trus ya gitu lah si Mas ini kalau saya ajakin foto bareng seringnya malu-malu nggak mau ngadep kamera. Ujung-ujungnya kalau ngefoto doi jadi selalu berasa candid ckck. Yang ngefoto juga kurang oke karena ini backlight huhu.

Tapi yowis, semuanya disyukuri saja. Tahun ini bisa memiliki ulang tahun yang dekat dengan orang tersayang (beda 4 hari saja hihi), bisa diberi kesehatan, dan banyak nikmat lainnya yang nggak akan bisa disebutkan satu per satu, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah :")))

---

Mulai minggu depan udah memasuki masa liburan, plus antara hari Jumat-Sabtu-Minggu insyaallah akan dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Nggak berasa banget ya. Padahal tahun lalu di akhir Ramadhan ada cerita seru yang semoga saja nggak akan pernah terulang lagi, haha.

See you on next post. Hopefully more regularly 😊

P.s. seneng deh blogger sekarang udah ada emojinya horeee~

Wednesday, June 8, 2016

Tone Down

I nearly always so excited when I do my job which is teaching until one of my student saying this..

"Am I so stupid that you always cheering so excitedly when I can answer your question?"

Makes me think that I have to tone down my excitement and thinking that this job is boring af that I can't be so happy about your learning success. Thank you my lovely student..

Thursday, March 24, 2016

Celotehan di bulan Maret: upload foto = pamer?

Berceloteh lagi. Belum nemu yang pas untuk nulis per tema serius, hehe.

1. Mesti ngetik sesuatu pekerjaan, tapi menyadari kalau ngetik di rumah itu ya godaan kok banyak banget. Bisa jadi ini cuma alesan saya aja sih. Superkangen dengan saat-saat nulis spip di kosan. Bukan spipnya ya, suasana nulisnya aja yang bisa dibangun jam berapa pun. Emang sih waktu nulis spip itu berasa intensif karena jadwal seharian cuma sekitar nulis - makan - tidur. Pasti ada shalat dan mandi ya. Selingan kl bosen adalah nonton HIMYM dan Glee, ataupun ke supermarket beli cemilan :3

2. Berasa banget yang namanya innamal a'malu bin niat sekarang. Semuanya tergantung niat. Orang bisa berprasangka apapun, tapi kalau emang niat si empunya baik yasudahlah ya dilanjutkeun saja. Anjing menggonggong kafilah berlalu.

3. Gimana caranya posting foto makanan dianggap pamer ya? Padahal foto makanan yang saya posting juga biasa aja keknya -___- (mau bukti? Coba buka instagram.com/aliapewe ((link)) Malah promosi :p). Mungkin udah pernah nulis di sini kalau instagram community itu friendlyyyyyy banget. Betah deh kalau mau berselancar kemana-mana gampang, ga usah jadi follower juga bisa (asal ga diprotect akunnya). Kalau di facebook biasanya banyak informasi pribadi ya jadi saya sendiri pun males buka-buka profil orang yang ga saya kenal.

Foto apapun yang terpampang juga nggak bikin saya mikir aneh-aneh karena setiap orang biasanya udah punya kegemaran masing-masing. Cenderungnya foto yang diunggah pasti punya 1 hal kesamaan. Misal, sukanya selfie, yaudah foto selfie terus yang diupload. Atau suka travelling, yaudah foto pas dia jalan-jalan mulu yang diupload.

Balik lagi ke soal pamer, kalau menurut saya sih kalau dianggap seperti itu, banyak banget foto lain yang juga dianggap pamer dan menimbulkan keirian. Contohnya ya:

- Foto lagi kumpul-kumpul sama temen --> bikin iri yang loner (curcol)
- Foto pesta pernikahan --> bikin iri yang jomblo (ini ga curcol kok wkwk)
- Foto travelling --> bikin iri yang mesti kerja hampir tiap hari (ga curcol, saya lebih suka hangout di dalam kota week)
- Foto ootd alias outfit of the day --> bikin iri yang badannya ga oke jadi ga bisa pake baju kek gitu ataupun yang ga punya duit
- Foto orang dapat juara ketika lomba --> bikin iri yang kalah
- Foto udah charity ke mana aja --> ibadah masa dipamerin sih?
- Foto anaknya lagi ketawa main makan nangis --> kasian yang mau hamil ga bisa-bisa

Jadi gimana? Mau melarang semua orang untuk tidak mengunggah foto saja apa di instagram? Atau lebih baik santai dan tutup media sosial atau unfollow saja orang yang membuat hati panas?

4. Rusuh taksi offline vs taksi online. Ga mau banyak komentar. Dua-duanya saya sering pake. Harapannya sih dua-duanya bakal tetep ada..

Wednesday, December 16, 2015

Pertengahan Desember 2015

Eaa, 2 minggu ditinggal dan Desember sudah masuk pertengahan. Banyak postingan ngantri di kepala tapi belum ketulis-tulis.

Jadwal kerja tinggal terakhir minggu ini. Minggu depan mau jalan-jalan bareng acara akhir tahun kantor ke luar kota. Lalu benar-benar kosong dari tanggal 27 Desember hingga 2 Januari. Semoga aja di waktu tersebut bisa banyak nulis yaa.

Udah mencoba ngelist sih tentang kaleidoskop tahun 2014 dan 2015, tapi baru ngeh ternyata yang tahun 2013 juga belum ketulis ya haha. Sebenarnya jadi menyadari kalau jalannya hidup jadi terasa agak monoton karena ya jadwalnya begitu-begitu saja. Tapi saya orang yang suka dengan keteraturan dan setia, jadi senang-senang saja menjalaninya. Makanya mungkin nanti ketika list kaleidoskopnya ditulis isinya biasa aja *emangnya maunya yang kayak gimana Al?* :P

Kalian di pertengahan bulan Desember ini punya rencana apa? Sudah siap menyambut 2016 kah? :D

Thursday, October 22, 2015

Not Everybody Is As Intellectual As You Are

When You are Professional at Work

When you are professional at work, you tend to communicate effectively. In your daily life, you will get used to understanding that not everybody is as intellectual as you are, so you adjust your language to make sure the other person gets you instead of embarrassing her for not understanding you.

Quote by Diana Rikasari (link)

Saya orang yang suka bertanya. Kadang ketika ada orang bilang sesuatu, jika saya belum mengerti sepenuhnya ucapan dia, saya akan bertanya kembali meminta penjelasan.

Tidak semua orang suka ditanya seperti itu. Ada orang-orang yang menganggap saya annoying dan melecehkan saya, yang membuat saya merasa jadi orang paling bodoh sedunia, haha.

Kini dengan profesi saya sebagai guru, akhirnya saya merasakan sendiri pengalaman ditanyai seperti itu. Tidak semua murid saya ingin bertanya langsung pada saya. Banyak yang diam saja, padahal mukanya terlihat masih nggak ngerti. Banyak yang takut bertanya karena tidak mau dianggap bodoh.

Yak, kamu mau bertanya apa?
Gambar dari www.sujanpatel.com (link)

Tentu saja tidak selamanya mereka bisa seperti itu. Saya harus menciptakan sebuah atmosfir bahwa bertanya itu sesuatu hal yang baik-baik saja. Saya mengapresiasi yang bertanya. Saya berterima kasih pada siswa lain di kelas yang bisa menjelaskan dengan bahasa yang lebih baik dan lebih dimengerti oleh teman-temannya daripada bahasa saya. Bahkan untuk memancing saya agar mengobrol saja bukan mengajar (jangan ditiru, ini hal jelek, haha), saya minta mereka bertanya kepada saya apa yang ingin diobrolkan :p

Saya pernah dinasihati, jika saya tidak bisa menjelaskan sesuatu yang rumit dengan bahasa saya sendiri yang simpel, berarti saya belum benar-benar mengerti tentang hal tersebut. Ada juga dulu teman sekampus saya yang sengaja menggunakan bahasa sulit ketika menjelaskan sesuatu agar dia dianggap "cerdas". Padahal dia tahu audiensnya tidak ada yang mengerti tetapi malas bertanya. Sayang waktu itu saya juga jadi enggan bertanya karena saya tidak mengerti hampir keseluruhan ucapannya. Nanti penjelasannya kelamaan trus istirahatnya kepotong gimana? *lah :p

Sekarang sudah ada media sosial bernama ask.fm (link). Media sosial di mana orang bebas bertanya kepada orang yang ingin ditanyakan. Saya merasa yang ikutan ask.fm itu orang yang kayaknya minta ditanya banget sih, haha, sampai harus ikutan media sosial ini. Padahal kan harusnya lewat media apapun atau secara langsung juga bisa bertanya ya.

Jadi, bertanyalah sebelum bertanya itu dilarang~

Monday, October 5, 2015

Alia, liburan yuk~

Ternyata minggu lalu gagal punya libur juga hahah. Jadi total sudah 3 minggu tidak punya hari libur. Untung saja sempat ada tanggal merah Idul Adha makanya jadi bisa colongan. Minggu ini mestinya punya 2 hari libur di Jumat dan Minggu. Let's see beneran jadi apa nggak nih liburnya :p

Liburan versi Alia Pewe yang diinginkan untuk sekarang adalah:

Leyeh-leyeh di rumah
sambil nulis blog,
main game,
nonton film di youtube,
plus menikmati makanan di rumah,
gratisan.

 Bukan kamar saya, tapi ngeliatnya bikin 
pengen guling-guling di kasur dan karpetnya :3
Picture from www.freshhome.com (link)

Berhubung saya bukan anak travelling, dan limited budget.

Kadang butuh juga jalan-jalan sekitar Jakarta,
entah nonton bioskop,
makan enak,
datang ke event menarik,
atau menikmati taman kota. 

Tapi tetap harus bersyukur dengan keadaan yang ada sekarang. Alhamdulillah bisa ada di situasi saat ini yang juga tak kalah menyenangkannya. Semua pasti punya porsi masing-masing yang akan tercukupi :)

Ada yang tahu event seru di bulan Oktober ini? :D

= to be continued =

Friday, August 28, 2015

My Private Student in 2013 - 2014 and 2014 - 2015

Just want to remind my ownself about my private student.

2014 - 2015

1. Palupi, SMA 9, diterima di Hukum UI lewat undangan

Palupi yang abis ngabarin keterima undangan, congrats! :D

2. Iqbal, SMA Alpus, diterima di Komunikasi UI lewat ujian mandiri
3. Najmi, SMA Alpus, diterima di Manajemen Kebijakan Publik Inter UNDIP lewat ujian mandiri
4. Ais, SMA 26, diterima di Vokasi Akuntansi UI lewat PPKB
5. Bagas, SMA 14, diterima di Sastra Jerman UI lewat PPKB
6. Rozan, SMA 8, diterima di Akuntansi Inter UI lewat ujian mandiri

Rozan yang serius banget ngerjain soal 
sampai nggak sadar kalau dicandid :P

7. Dea S, SMA Alpus, diterima di Marketing Bisnis Prasetiya Mulya
8. Daffa, SMA Alpus, baru naik ke kelas 12 tahun ajaran 2015 -2016 ini
9. Alif, SMA Alpus, hanya 2 pertemuan, naik ke kelas 12 tahun ajaran 2015 - 2016 ini
10. Fira, SMA 3, hanya 2 pertemuan, naik ke kelas 11 tahun ajaran 2015 - 2016 ini

----------

2013 - 2014

1. Ria, SMA Fons Vitae 1, diterima di Komunikasi Binus (link)
2. Ivan, maaf SMAnya lupa, diterima di Akuntansi Atmajaya

----------

Merasa supersenang bisa membantu mereka mencapai cita-cita yang diinginkan. Semoga ilmu yang saya berikan bisa bermanfaat, aminnn :))

= to be continued =

Saturday, August 22, 2015

Perbandingan antara Blog, Twitter, Facebook, Instagram, WA, dan Line

It's gonna be a long post, for sure..

----------

Well, membuat postingan ini dengan tujuan ingin mengetahui lebih dalam kenapa saya mulai ngebiarin blog ini nggak keupdate lagi. Kalau boleh ngeles, alasannya adalah karena saya mulai join media sosial baru, yaitu instagram! Terus saya selama 2 minggu ini keasikan di sana, rajin update, yang akhirnya nggak ngisi-ngisi blog, haha.

Saya selama ini memiliki beberapa akun media sosial dan jadi ingin membandingkan secara sederhana. Ikutnya cuma sedikit sih, tapi dari yang sedikit itu saja saya bisa mengambil beberapa hal, di antaranya:

1. Blog

Gambar dari www.brandwatch.com (link)

Saya sudah ngeblog sejak tahun 2006 di friendster. Lalu pindah ke blogspot dari tahun 2007 sampai sekarang. Saya punya blog lain di wordpress, tapi itu hanya untuk konsumsi pribadi saja.

Blog sebetulnya adalah tempat menulis. Seperti sebuah buku harian yang bisa diisi berbagai macam media seperti tulisan, video, lagu, foto, gambar, dll. Tapi kini banyak juga orang yang mengisi blognya dengan informasi super bermanfaat sehingga bisa dikutip oleh orang lainnya.

Buat saya, kelebihan blog dibanding media sosial lainnya adalah dia memiliki archive alias penanggalan yang jelas, dari tahun, bulan, tanggal, hingga ke label apa yang kita sertakan di setiap postingan. Asal kita membuat judul yang jelas, maka kita dengan mudah mencarinya. Berbeda dengan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll yang tidak memiliki archive yang jelas, sulit untuk dicari via google, dan harus siap-siap men-scroll jauh untuk mencari postingan misalnya yang kita tulis setahun lalu.

Banyak website yang menyediakan fasilitas blog, misalnya blogspot, wordpress, tumblr, dll.

Beberapa website yang menyediakan blog
Gambar dari www.blogeasyway.com (link)


2. Twitter

Gambar dari www.dailygenius.com (link)

Sebelum twitter, saya terlebih dulu nyemplung ke plurk. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu hanya menyediakan 140 karakter untuk menulis, itulah mengapa twitter dan plurk disebut sebagai microblog. Karena keterbatasan kata, muncul website yang dapat membantu memperpendek link ketika kita ingin membagi alamat suatu website (jangan bingung ya bacanya).

Saya mulai memiliki twitter dari tahun 2010. Alasannya adalah karena biro pendidikan kampus saya memilih twitter sebagai media untuk memberi tahu tentang penambahan dan pembatalan kelas. Postingan bisa dilihat di sini (link). Sebelumnya saya merasa memiliki plurk saja sudah cukup karena beberapa teman saya sudah di sana. Tapi kalau dilihat sekarang, plurk sudah penuh dengan iklan, juga teman-teman saya akhirnya hijrah sudah tidak memakainya lagi.

Di twitter, kita bisa berbagi tulisan, foto, dan video. Ketika kita ingin menulis lebih dari 140 karakter, kita bisa membagi tulisan menjadi beberapa bagian dan menyatukannya lewat hashtag (#). Dengan adanya hashtag, ketika kita ingin membaca semua tulisan secara berurut, kita tinggal mengklik atau mencari dengan mengetik hashtag dan kata tersebut di kolom pencarian.

Twitter memiliki home yang terupdate secara sistematis berdasarkan waktu. Informasi yang beredar di twitter sangat cepat berganti. Biasanya untuk memastikan orang lain membaca tweet kita, kita harus siap-siap untuk mengulang tweet tersebut pada jam-jam strategis orang membuka twitter.

Di twitter ada istilah "retweet", yaitu untuk mengopi tweet orang apa adanya tanpa harus menulisnya ulang. Ketika kita me-retweet, sumber asli yaitu username orang yang pertama kali menulis informasi akan tetap ada. Istilah lainnya adalah "trending topic", yaitu topik yang sedang ramai diperbincangkan. Indonesia menjadi salah satu negara yang sering memunculkan trending topic world wide karena ternyata Indonesia menjadi negara ke (antara) 4 atau 5 pemilik akun twitter terbanyak (maaf agak galau karena ada 2 sumber di sini ((link)) dan sini ((link))).

Contoh trending topic, klik gambar untuk memperbesar
Gambar dari www.carapedia.com (link)

Buat saya, bersosialisasi lewat twitter atau plurk itu lebih kepada mumbling sendiri atas suatu pikiran selintas. Saya merasa kurang betah hanya bisa menulis sebanyak 140 karakter saja untuk mencurahkan perasaan saya. Plus juga sulit mencari tulisan saya yang sudah diposting di waktu yang lalu, harus rajin-rajin men-scroll. Jadi, menurut saya sharing di twitter itu semacam sharing yang mudah terlupakan nantinya.

3. Facebook

Mike Zuckerberg, kreator facebook
Gambar dari google

Oke, ini adalah media sosial yang membuat saya benar-benar merasa bersosialisasi dengan orang lain dengan intens. Saya mulai menggunakan facebook dari tahun 2008. Facebook memiliki wall yang isinya adalah update dari teman-teman maupun kita sendiri. Wall facebook mirip dengan twitter, yaitu sistematis berdasarkan waktu. Tetapi beberapa waktu ini facebook mulai mengubah algoritmanya yang menyebabkan isi wall kita hanyalah update dari orang-orang yang profilenya sering kita lihat dan kita berikan komentar.

Saya menyadarinya dari tahun lalu, yaitu ketika saya bingung, scroll wall kok muncul updatenya itu lagi itu lagi ya. Ternyata itu akibat algoritma yang diubah. Tujuan facebook mengubahnya sebenarnya agar tidak terjadi banjir (flooding) informasi. Kejadian di twitter di mana kita dengan mudah ketinggalan informasi jadi teratasi karena informasi yang kita inginkan akan sering muncul, sedangkan informasi yang jarang (atau tidak) kita butuhkan tidak akan muncul.

Contoh halaman profile facebook
Gambar dari https://harryshou.wordpress.com/ (link)

Celakanya kalau lagi ada kontestasi politik, bisa-bisa wall kita isinya orang-orang yang sepemikiran sealiran semua, sehingga kita jadi tidak bisa melihat keadaan dari perspektif yang berbeda. Makanya kalau sudah mulai acara pemilu atau ada masalah yang sedang diblow up, saya berusaha membuka profile dan artikel orang sebanyak mungkin, baik yang sepemikiran maupun yang tidak. Hasilnya tentu saja wall saya seperti orang sedang berantem karena setiap pendapat yang muncul semuanya bertolak-belakang. Tapi itu membuat saya bisa melihat suatu hal dari banyak perspektif. Walaupun ujungnya tetap saya punya satu pendapat sendiri sih, hehe.

Sebelumnya facebook tidak memiliki archive sama sekali, tapi sekarang facebook memiliki archive walaupun masih kurang lengkap. Archievenya dibagi per tahun. Saya tadi sempat ingin mencari postingan pertama saya di facebook, dan, scrollnya lama nian, ga sabar euy nunggunya.

Di facebook kita juga bisa memilih opsi "see friendship" jika ingin melihat interaksi kita dengan orang lain. Oya, adanya opsi status hubungan seseorang seperti "in relationship" dan "married" menjadi cara mudah supaya kita bisa stalking tanpa ketahuan. Waktu saya SMA dan kuliah dulu sih banyak temen saya yang suka gonta-ganti status dari "single" ke "in relationship" ke "single", terus kita jadi suka ngegosip ini mereka putus sementara gegara berantem apa putus selamanya :P

4. Instagram

Logo instagram boleh ambil dari google

Ini media sosial paling baru yang saya ikuti, dari Agustus 2015. Saya mengikutinya dalam rangka suatu tujuan yang entah kapan akan jadi konkret, yang penting medianya saya cobain dulu biar ngerti, hehe.

Inti dari media sosial ini adalah posting foto atau video. Nggak akan bisa posting di instagram kalau tidak ada foto dan videonya. Maka itulah gegara media sosial ini, penggunanya semua seakan berubah jadi fotografer profesional. Banyak yang akhirnya mendalami tentang fotografi demi menghasilkan foto yang bagus di instagram. Pun ini mengubah kebiasaan banyak orang menjadi suka "selfie" alias memfoto diri sendiri. Acara makan dan jalan-jalan juga tidak ketinggalan pasti HARUS selalu ada sesi foto-fotonya.

Sebenarnya habit tersebut sudah dimulai dari adanya facebook sih, tapi instagram ini sepertinya makin memperhebat dampaknya.

Instagram sebenarnya adalah sebuah aplikasi khusus untuk handphone iphone. Tapi kemudian aplikasi ini dibeli oleh facebook yang membuatnya bisa digunakan di handphone android. Oya, itu juga keistimewaan instagram, hanya bisa dikelola lewat handphone. Kita tetap bisa membukanya lewat komputer atau laptop, tapi hanya untuk melihat foto, like, dan mengomentari. Posting tetap harus lewat handphone.

Seperti facebook dan twitter, instagram juga memiliki home yang disusun berdasarkan waktu. Tapi kalau di facebook, kita bisa membuat satu album ketika ada banyak foto yang diupload. Pun nantinya di wall hanya jadi satu postingan saja. Sedangkan di instagram itu exactly satu per satu foto yang muncul. Jadi kalau ada satu acara yang fotonya bejibun, siap-siaplah rajin men-scroll karena foto yang muncul bisa foto acara yang sama terus selama beberapa waktu.

Tampilan instagram di tahun 2012
Gambar dari http://blog.instagram.com (link)


Di media sosial inilah saya pertama kali merasa kesal sama yang namanya online shop. Online shop sudah menjamur dari facebook dan twitter, tapi saya tidak merasa terganggu karena mereka sudah bekerja sama dengan website facebook dan twitter lewat postingan promoted berbayar, dan mudah sekali ditutup, selanjutnya dia tidak akan pernah muncul lagi.

Nah, di instagram ini, saya merasa hanya mengikuti sedikit sekali online shop (kurang dari 5 lah), tapi mereka-mereka ini gigih sekali untuk posting berkali-kali. Postingnya pun nggak cuma produk sendiri, tapi produk punya orang lain juga diposting. Dan setelah membaca satu buku tentang bagaimana cara jualan di instagram (link), saya jadi mengerti maksud mereka melakukannya. Meskipun begitu, itu tidak menghentikan kekesalan saya. Soalnya saya follow sebuah online shop hanya untuk mengetahui info produk si online shop itu saja, saya merasa tidak butuh posting iklan produk lain yang tidak berhubungan. Sampai akhirnya saya menyeleksi lagi mana online shop yang isi postingnya hanya iklan, saya unfollow saja dia. Nanti kalau sewaktu-waktu butuh, gampang saya add lagi. Toh tidak ada limit friend di instagram.

Kekurangan instagram adalah tidak bisa posting kalau tidak ada foto, mudahnya banjir informasi, capek nge-scroll ketika mencari foto (tapi kalau foto tersebut dilengkapi hashtag biasanya jadi lebih mudah), dan foto milik orang lain yang kita lihat tidak bisa dikopi dan disimpan. Ini adalah cara instagram untuk melindungi hak cipta pengupload. Padahal sih kalau mau usaha sedikit dikasih watermark juga hak ciptanya nggak hilang kok. Abis banyak foto dan quote bagus-bagus di instagram yang menarik untuk disimpan dan dibaca kembali. Sayang nggak bisa dilakukan.. :(

5. Whatsapp dan Line



Ini digabung aja ya pembahasannya karena mirip-mirip. Whatsapp (kemudian ditulis wa) dan line adalah media sosial berupa aplikasi yang bisa didownload dan berfungsi menggantikan sms. Kita bisa terhubung dengan koneksi internet, jadi sesering apapun mengirimkan pesan, selama ada koneksi internet, pesan kita akan sampai. Selain menghubungkan orang per orang, di wa dan line kita juga bisa membuat grup. Banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini untuk bisa membuat grup satu sekolah, satu organisasi, satu kantor, satu proyek, bahkan grup keluarga juga ada. Sekarang wa dan line juga menyediakan free call di mana kita bisa menelpon gratis menggunakan koneksi internet yang ada.

Saya cenderung lebih menyukai wa karena lebih simpel dan tidak banyak iklan. Satu-satunya yang saya sukai dari line adalah stiker alias emoticonnya yang lucu-lucu. Tapi kalau memakai line, kita harus siap mendapat pesan setiap hari dari akun-akun official line seperti line quiz, line event, dan line shopping yang menyebarkan iklan sponsor yang bekerja sama dengannya. Walaupun untuk seorang loner seperti saya, pesan ini jadi membuat handphone saya lebih hidup dan diperhatikan, hehe.

----------

Masih banyak lagi akun media sosial yang belum saya punya, misalnya

- Youtube, tempat di mana kita bisa berbagi video
- Skype, dapat digunakan untuk chat maupun video cam
- Linked in, media sosial untuk berbagi informasi tentang profesi dan pekerjaan
- 9gag, imgur, dan website lain tempat berbagi foto dan video bertema humor
- dan lain-lain..

Pertumbuhan media sosial dirasa sangat cepat. Ada juga media sosial yang akhirnya ditinggalkan para penggunanya dan ditutup, misalnya friendster dan situs blog multiply. Dengan ditutupnya media sosial tersebut, maka seluruh postingan baik tulisan, foto, dan video yang dishare akhirnya hilang.

Maka itu, sangat penting bagi kita tidak hanya mengandalkan situs internet untuk menyimpan data yang ada. Juga perlu diingat, sekali kita men-share tulisan, foto, atau video, maka postingan tersebut bisa selamanya ada di internet. Berhati-hatilah dalam memposting karena postingan tersebut bisa memengaruhi citra kita di masa depan. Kini orang cenderung menilai orang lain hanya dari tampilan media sosial yang ada. Padahal banyak juga orang yang berusaha membuat tampilan media sosial yang indah, padahal di kehidupan nyata, hidupnya tidak sama dengan yang ada di media sosial tersebut.

= to be continued =

Sunday, August 9, 2015

Review Agenda UI 2015

Mau nulis review ah. Kali ini reviewnya untuk Agenda UI 2015 versi pocket yaa.

Disclaimer: review ini bukan endorse. Saya menulis review ini dengan keinginan sendiri tanpa permintaan dari siapapun. Saya juga tidak dibayar sepeser pun untuk menulisnya. Tapi jika ada yang berminat mau minta endorse juga boleh kok ihihihi :3

----------

Saya mengetahui UI memiliki agenda tahunan dari tahun 2008. Tahun di mana saya menginjak semester terakhir di kelas 3 SMA dan mulai menampakkan keinginan amat sangat untuk berkuliah di UI. Jadi jika ada info apapun tentang UI pasti saya jadi penasaran.

Di tahun 2008 itu sudah terbersit keingin untuk membeli agenda UI, tapi takut pamali. Nanti sudah jumawa punya agendanya, malah jadi nggak masuk beneran lagi. Makanya saya baru membelinya ketika agenda UI sudah masuk terbitan 2009 sampai sekarang (2015.red). Jadi total saya sudah 6 tahun jadi penggemar setia agenda UI. Oya, agenda yang saya beli selalu yang versi pocket. Saya tidak pernah membeli yang versi executive karena selain alasan harga, desain versi pocket lebih menarik daripada versi executive.

Saya memang suka menulis di agenda. Waktu SD, di sekolah ada yang namanya buku penghubung. Buku penghubung digunakan agar siswanya bisa menulis catatan tugas dari guru dan jadi sarana komunikasi antara guru dan orang tua murid. Lalu berlanjut saat SMP, saya memakai agenda bonus dari majalah Gadis. Saya memakainya di kelas 2 dan 3 SMP. Agendanya didesain gaul dan pas dengan semangat masa remaja.

Saya berniat ingin menggunakan agenda ini sampai SMA nanti. Apa daya saya berhenti langganan majalah Gadis selepas SMP. Di SMA, selama 3 tahun saya memilih menulis tugas-tugas dan keseharian saya di file binder.

----------

Baiklah, mari masuk ke review!

Agenda UI adalah program kerja dari organisasi Badan Otonom Economica (BOE). BOE adalah organisasi jurnalistik keilmuan kampus dari FEUI. Agenda UI merupakan salah satu program kerja di FEUI (kini FEB UI.red) yang paling sukses meraup keuntungan. Salah satu acara lainnya yang meraup keuntungan besar adalah Jazz Goes to Campus (JGTC) acara musik jazz tahunan tertua yang pernah diadakan di kampus.


Ini cover agendanya. Tema "Design Your Vision" tergambar dengan baik. Waktu awal mendapatkan agenda ini, gw antusias membolak-balik covernya karena ingin tahu bagaimana perspektif paling baik untuk mendapatkan arti dari cover yang ada :D

Ketika membeli, saya juga mendapat bonus berupa pulpen dari salah satu sponsor mereka yaitu www.jobsdb.co.id. Sayang pulpennya kini sudah rusak dan tintanya memang kurang tajam warnanya.


Nah lanjut ada bagian prolog dan kalender 2015 secara keseluruhan. Kritik saya di sini adalah warna background dan tulisan nyaris sama. Broken white ketemu abu-abu. Jadi tidak terlalu bisa terbaca.



Berikutnya ada kira-kira 17 halaman yang berisi tentang informasi seputar UI. Data yang tertulis seputar list fakultas, jurusan, dan kontak yang bisa dihubungi. Kembali warna antara background dan tulisan nyaris sama sehingga informasi ini jadi tidak terlalu terbaca. Padahal informasi ini amat penting bagi orang yang ingin menghubungi pihak universitas maupun fakultas.


Pembatas depan "Monthly Planner" yang.. mm.. alay detected? Maksudnya apa ya? Maaf kalau saya nggak nangkep -___-"



Kolom "Monthly Planner" yang terlalu kecil. Padahal space di tulisan bulan (contoh di gambar "February" dan "March") masih cukup luas.



Kembali pembatas "Weekly Planner" yang juga.. mm.. alay detected. Tapi kalau sudah diulang dua kali begini (awalnya ada di pembatas "Monthly Planner") pasti ada sebabnya. Maaf ya saya kembali nggak nangkep -___-"


Setiap bulan dibedakan dengan pembatas berupa kalender per bulan, kolom untuk "notes and goals", dan gambar unik beserta quote. Pada agenda UI lalu, biasanya pembatas tiap bulan berupa foto yang menggambarkan kekhasan setiap fakultas di UI. Mungkin desainer agenda UI tahun ini ingin menggunakan desain yang berbeda. 

Saran saya di sini adalah agar setiap quote ada sumbernya (sepanjang saya cek tidak ada sumber quote sama sekali), dan gambar pembatas di setiap bulan memiliki asosiasi dengan desain kolom di bulan tersebut sehingga tidak terkesan sebagai gambar acak saja.


Jika saya perhatikan, setiap bulan memiliki warna yang berbeda. Hal ini saya acungi jempol karena pembedaan warna mempermudah saya untuk mencari bulan yang saya ingin lihat.


Kembali kolom untuk menulis "Weekly Planner" yang terlalu kecil. Padahal kalau dilihat dari gambar di atas, space nya masih bisa ditarik lagi hingga atas. Hal ini membuat saya jadi sering menulis juga di bagian atas. Tetapi kalau melihat di 3 gambar di atas, terdapat bulan yang memiliki warna yang cukup gelap (hijau tua dan abu-abu.red) sehingga jika saya menulis di bagian atas tetap tidak kelihatan.



Foto yang ini adalah perbandingan antara kolom "Weekly Planner", yang di bawah tahun 2014, yang atas tahun 2015. Foto yang bawah memiliki space lebih luas dan nama bulan benar-benar ditarik ke bagian atas demi kolom untuk menulis yang lebih besar.


Bagian foto panitia. Ada 2 gambar, yang kiri agenda UI tahun 2014, yang kanan agenda UI tahun 2015. Menurut saya halaman ini harusnya menjadi halaman narsis panitia yang sudah bersusah-payah bekerja keras menghasilkan produk agenda ini. Jadi saya menyayangkan foto yang ada berwarna hitam putih dan namanya tidak terlalu jelas karena kalau saya masih menjadi mahasiswa, saya betul-betul ingin tahu siapa saja orang kreatif di balik agenda ciamik ini. 

Tetapi saya akui foto ini masih lebih baik karena ketika angkatan saya yang membuat (kalau nggak salah agenda UI tahun 2011) fotonya lebih tidak jelas dan tidak ada keterangan di foto itu siapa dan menjabat sebagai apa.


Di halaman belakang terdapat informasi nomor telepon penting (seperti kantor polisi, rumah sakit, transportasi, dll), rute angkutan umum yang melewati kampus UI di Salemba dan Depok, juga peta rute transjakarta dan kereta api krl.

Foto di atas kembali menampilkan perbandingan antara agenda UI tahun 2014 dan 2015. Di agenda 2015 ini saya acungi jempol bahwa jumlah halaman untuk peta transjakarta semakin banyak (dari 1 jadi 2 halaman). Tetapi kualitas gambarnya sayang sekali masih kurang baik. Memang rute transjakarta itu luas sehingga gambar yang ada tulisannya superkecil. Hasil cetak di agenda saya pun berbayang sehingga pusing bila menatapnya terlalu lama.


Yang ini adalah bagian rute kereta api krl. Sangat senang panitia bisa mengupdate informasi dari agenda 2014 (kiri) menjadi lebih lengkap di tahun 2015 (kanan). Tapi seperti peta transjakarta, peta krl ini juga tulisannya tidak jelas dan berbayang.

----------

Baiklah sekian tulisan saya. Maaf ya kalau isinya banyak kritiknya. Padahal saya menyadari banget kalau saya diminta membuat agenda untuk menyainginya pastilah supersulit.

Poin saya sebenarnya adalah siapa tahu ada panitia agenda untuk tahun-tahun mendatang iseng nge-google tentang agenda UI. Semoga kritik dari saya bisa jadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki desain dan produksi agenda selanjutnya. Sejauh ini, selama 6 tahun menggunakan agenda UI, favorit saya adalah agenda tahun 2011 dengan tema desain batik dan warna coklat dan agenda tahun 2013 dengan tema desain cartoonize.

Jika ditanya, apakah saya akan menggunakan agenda UI lagi untuk tahun-tahun mendatang? Saya akan menjawabnya dengan yakin, "Ya, saya akan tetap menggunakannya!" Saya merasa belum menemukan agenda yang rutin keluar setiap tahun dengan desain menarik dan harga terjangkau seperti ini. Saya bukan orang kreatif, tapi saya suka sesuatu yang kreatif. Agenda yang saya lihat pada umumnya di toko buku isinya cenderung membosankan. Saya juga enggan rasanya membeli majalah remaja kembali agar mendapat bonus agenda karena feelnya sudah tidak nyambung.

Bekerja di bimbel juga membuat saya senang menggunakan agenda UI sebagai hadiah bagi siswa yang mendapat nilai TO terbaik. Hadiah berupa agenda ini diterima dengan antusias dan menjadi tambahan semangat bagi mereka untuk meraih UI sebagai cita-cita di masa depan.

Jadi, terima kasih ya agenda UI. Berkat kamu, kegiatan saya bisa terorganisasi dengan baik :D

= to be continued =

Thursday, June 25, 2015

Ramadhan Jazz Festival 2015 dan Vans Disney

2 event yang saya harap bisa datangi.

----------

Ramadhan Jazz Festival


Bertempat di Masjid Cut Meutia. Diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, 26 dan 27 Juni 2015. Untuk ikut tidak perlu membeli tiket terlebih dahulu, hanya diminta sumbangan secukupnya bagi lembaga Dompet Dhuafa.

Acaranya berlangsung setelah shalat tarawih, berarti sekitar jam 21.00 lebih. Saya sudah pernah ikut event ini 3 tahun yang lalu (link), saran saya jika ada yang mau mengikuti event ini adalah siap-siap pulang tengah malam karena artis-artis terbaik baru akan manggung sekitar jam 23.30 malam. Di tahun 2012 saya menonton hingga jam setengah 2 pagi, akhirnya saya memutuskan untuk menginap saja di masjidnya. Toh ada juga orang yang itikaf dan untuk sahur bisa ikut pembagian dari masjid.

Berikut jadwal acara di dua hari tersebut, klik gambar untuk memperbesar ya.

hari pertama

 
hari kedua

----------

Launching Vans dan Disney



Vans bekerja sama dengan Disney memproduksi koleksi sepatu, kaos kaki, t-shirt, backpack, trucker hat, dan gantungan kunci. Koleksi ini memiliki karakter ikonik Disney seperti Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donald Duck, Pluto, Goofy, dan Winnie the Pooh. Koleksi yang dinamakan "Young at Heart" ini didedikasikan untuk mereka yang berjiwa muda dan tidak pernah berhenti mengikuti impian mereka. Setiap koleksi ditujukan untuk balita, anak-anak, maupun orang dewasa dan bersifat unisex.

Coba simak video promosi mereka yang bertema Young at Heart yuk..



Bersumber dari instagram Vans (link), mereka mengadakan lomba dengan hadiah produk baru tersebut pada hari Sabtu, 27 Juni 2015 di Mall Grand Indonesia, dan hari Minggu, 28 Juni 2015 di Mall Kota Kasablanka.

Melihat video dan produknya sungguh membuat saya bergumam "Awww.." dan berniat memilikinya! xD Well, saya memang masih menyukai kartun dan semoga saya tetap pantas memakai produk lucu mereka ya hihi. Saya kayaknya memang harus mencoba mengganti gaya berpakaian nih. Tapi saya tetap senang dikira masih kuliah walaupun sudah meninggalkan bangku tersebut 2 tahun lamanya. Saya tahu banget orang-orang masih mengira begitu karena cara berpakaian dan berbicara saya. Tapi gimana dong, namanya juga saya masih harus sering bergaul dengan anak SMA dan kuliah di dalam pekerjaan saya, hehe.

Yuk coba diintip produknya, siapa tahu ada yang mau ikutan naksir barengan saya xD Klik gambar untuk memperbesar ya.






= to be continued =

Review Europe on Screen 2015

Festival Film Eropa atau disebut sebagai Europe on Screen merupakan acara tahunan yang diadakan beberapa kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia yang berisi pemutaran film baik indoor maupun outdoor, diskusi seputar film, dan kompetisi film pendek.

Festival ini diadakan dari tanggal 1-10 Mei 2015 di beberapa kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Festival yang telah menginjak angka 15 ini memutar 62 film yang berasal dari 21 negara Eropa. Film yang diputar kebanyakan bukan film dengan ide yang memperhitungkan keinginan pasar, juga tidak disertai biaya promosi yang besar-besaran. Namun kualitas film yang dipilih untuk ikut di dalam festival tidak perlu dipertanyakan lagi. Semuanya bagus dan akan meninggalkan jejak pada penontonnya tidak hanya semalam saja. Sebagian dari film ini akan menghibur, lainnya akan memprovokasi.

Terdapat 6 lokasi indoor dan 3 lokasi outdoor yang digunakan sebagai tempat pemutaran di Jakarta. Lokasi indoornya ada di Epicentrum (khusus pembukaan dan hanya untuk undangan), Erasmus Huis (kedutaan besar Belanda), Goethe Institut (tempat les bahasa Jerman), Institut Francais Indonesia (tempat les bahasa Prancis), London School of Public Relation (LSPR), dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Lokasi outdoor ada di Erasmus Huis, Taman Kodok Menteng, dan Bintaro Jaya Xchange Mall.

Keikutsertaan di festival ini semuanya gratis dan tanpa biaya.

----------

Hal pertama yang saya suka dari Europe on Screen 2015 adalah ikon acaranya!


Ikonnya adalah rainbow cake! Nyumm..!

Bahkan ketika saya mencoba untuk menggoogle konferensi pers pembukaannya, biasanya orang-orang memilih untuk memotong pita atau nasi tumpeng, untuk tahun ini mereka memotong kue dan seperti ikon yang dipakai, mereka memilih rainbow cake. Kreatif sekali yang membuat ikon :D

Seperti biasa, yang jadi halangan saya untuk bisa datang adalah jadwal intensif. Dan mulai tahun ini, jadwal intensif saya jadi semakin penuh. Jam kerja saya saat intensif maksimal bisa dimulai dari jam 07.00 hingga jam 20.00. Tentu saja jadwal itu tidak berlaku setiap hari. Hari libur tetap ada, tetapi karena jadwal yang fleksibel, hari liburnya tidak selalu jatuh di hari Sabtu atau Minggu. Jika jam maksimal tersebut digunakan, total saya bisa mengajar sebanyak 8 sesi, dan percayalah, itu capek parah. 8 sesi artinya 12 jam berdiri dan berbicara. Buat saya yang introvert dan tidak terbiasa untuk berbicara selama itu, saya bisa bertahan paling banyak 6 sesi saja atau 9 jam.

Banyaknya jam mengajar tentulah harus disyukuri, tapi akibatnya adalah saya hanya sempat menghadiri acara EoS sebentar saja. Waktu yang paling sesuai adalah untuk nonton pemutaran paling malam yang dimulai jam 19.30. Namun ketika saya selesai mengajar jam 17.00 atau 18.00, badan rasanya udah capek dan membayangkan macetnya jalan raya, duh rasanya ingin langsung pulang saja.. :'D

Mulai tahun ini EoS memiliki venue baru. Beberapa waktu lalu ada 4 venue yang dekat dari rumah saya, yaitu Erasmus Huis, Goethe Haus, IFI, dan Instituto Italiano di Cultura. Tapi mulai tahun ini IFI yang tadinya berlokasi di Salemba pindah ke Thamrin, dan IIC sudah tidak dipakai lagi. Otomatis venue yang dekat tinggal 2 saja. Erasmus Huis terletak di Kuningan, Jakarta Selatan, yang berarti ke sana sore menjelang malam adalah sama dengan berjibaku bersama orang-orang kantor yang baru mau pulang kerja.

Jadilah saya hanya berhasil menonton 3 film saja tahun ini. Padahal kalau melihat katalognya tuh ngiler pengen nonton semuanya lho huhu. Tahun depan semoga bisa membuat jadwal lebih baik lagi supaya bisa menonton lebih banyak :)

salah satu tiket EoS 2015

Tahun ini saya juga ga kedapetan door prize, huhu. Baru tahu juga kalau mereka mengadakan lomba membuat video berdurasi 3 menit yang dishare di instagram. Tapi saya ga punya instagram jadi ga bisa ikutan lah :'(

----------

Yowis, mari kita beralih ke review film sajah~

---
 
Judul: '71
Waktu: Minggu, 3 Mei 2015, 17.00
Venue: Erasmus Huis
Genre: Action, drama
Rating: 15+
Durasi: 99 menit

Sinopsis:

Tahun 1971, konflik di Irlandia Utara semakin tajam, nyaris menjadi perang saudara. Gary, seorang tentara muda, tidak sengaja ditinggalkan unitnya setelah terjadi kerusuhan di Belfast. Tidak dapat membedakan kawan dengan lawan, Gary harus menyelamatkan diri melalui wilayah musuh. Perjalanan kembali ke markasnya malam itu adalah pengembaraan penuh dengan ketidakpastian, ketakutan, dan putus asa.

Opini:

Saya tidak terbiasa menonton film tentang perang dan kekerasan. Terakhir saya menonton film perang adalah Lone Survivor di tahun 2014. Menonton film '71 membuat perasaan saya tidak nyaman ketika menontonnya, dan itu adalah suatu sinyal yang bagus bagi pembuat filmnya. Latar tempat dan penata busana sangat apik menggambarkan tahun 1971. 

 
Kondisi ketidakpastian mana teman mana lawan benar-benar terasa menegangkan karena Gary sang tentara menerima banyak bantuan di tengah perjalanannya, dan ternyata bantuan itu hanya tipuan musuh yang ingin menangkapnya. Sering saya merasa ingin teriak kepada pemeran utamanya agar tidak terjebak. Overall, film yang sangat menarik untuk orang yang menyukai film perang.

---

 
Judul: The 100 Year Old Man Who Climbed Out The Window and Dissapeared
Waktu: Senin, 4 Mei 2015, 19.30
Venue: Goethe Haus
Genre: Komedi
Rating: 15+
Durasi: 114 menit

Sinopsis:

Ahli dinamit Allan Karlson memutuskan untuk loncat dari jendela tepat di hari ulang tahunnya yang ke 100. Bagi Allan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai petualangan baru. Namun petualangannya kali ini bukanlah hal yang baru, karena Allan pernah terlibat dalam beberapa kejadian penting di sejarah dunia yang tak pernah terlupakan.

Opini:

Saya rasa ini adalah film terbaik yang saya tonton di EoS tahun ini. Film ini juga menjadi film pembuka EoS dan sudah memenangkan beberapa penghargaan di luar negeri. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama dan saya merasa beruntung bisa menontonnya.

Filmnya penuh dengan unsur komedi. Seluruh penonton berhasil dibuat terbahak. Allan Karlson digambarkan ahli dinamit dan dia diajak berkeliling beberapa negara dan berurusan dengan berbagai orang penting sehubungan dengan keahliannya. Allan juga sempat menjadi agen rahasia pembawa pesan.

Di usia yang ke 100, Allan pergi dengan tak sengaja membawa koper berisi dompet milik seorang penjahat. Geng penjahat mencoba mengejarnya, tapi perjalanan tersebut membawa Allan bertemu teman-teman baru yang bersedia berpetualang bersamanya.

Allan dan koper berisi uang mencoba kabur bersama teman barunya

Lokasi terakhir film ini adalah di Bali sehingga rasanya cocok film ini tayang di Indonesia. Sayangnya film ini tidak tayang di bioskop dalam negeri, karena jika tayang, saya yakin akan banyak menyedot penonton :)

---


Judul:Citizenfour
Waktu: Minggu, 10 Mei 2015, 14.30
Venue: Erasmus Huis
Genre: Dokumenter
Rating: 15+
Durasi: 114 menit

Sinopsis:

Sutradara Laura Poitras menerima email misterius dari "CITIZENFOUR", yang mengaku memiliki bukti tentang program pengawasan ilegal oleh agen keamanan nasional Amerika Serika (NSA) dengan agen intelejensi dunia lainnya. Lima bulan kemudian, Laura bertemu dengan pengirim email ini di Hongkong, yang bernama Edward Snowden, mantan analis NSA yang ingin membongkar kebobrokan program pengawasan ilegal NSA.

Opini:

Pertama kali membaca booklet acara dan mengetahui ada film ini diputar, saya sangat bersemangat untuk menontonnya. Apalagi film Citizenfour ini berhasil menyabet nominasi Oscar 2015 sebagai film dokumenter terbaik. Tapi ketika hadir di sana, saya dan hampir sepertiga dari penonton berhasil tertidur di tengah-tengah film. Beberapa bahkan ada yang memilih untuk keluar terlebih dahulu sebelum filmnya usai. Kenapa bisa begitu?

Film ini berbentuk dokumenter dan banyak sekali adegan percakapan di satu lokasi. Percakapan tersebut cukup panjang dan banyak berkutat di seputar media dan teknologi. Seluruh percakapan tersebut mencakup berbagai pengakuan, bukti dan cara-cara yang dipakai Amerika Serikat agar bisa menyadap informasi. Sayang sekali tidak ada subtitle yang mengikuti percakapan tersebut.

Salah satu adegan yang ada di film yaitu Edward Snowden 
yang sedang diwawancara wartawan The Guardian seputar NSA

Saya sendiri merasa malu karena saya tidak dapat menangkap isi dari film itu dengan baik hanya karena alasan sepele ketiadaan subtitle. Saya merasa film ini sangat menarik, tapi karena monoton, maka banyak yang bosan. Padahal peristiwa ini menurut saya sangat luar biasa bisa terekam dengan baik. Pada tahu kan cerita Edward Snowden dan pembongkaran Wikileaks di tahun 2013? Pengakuan tersebut sempat membuat tegang hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan berbagai negara karena diketahui Amerika menyadap komunikasi secara ilegal.

Saya pernah mendengar beberapa kesulitan saat membuat film dokumenter, yaitu terkadang sulit untuk membuat jalan cerita yang jelas dari kisah yang ada dan sulitnya menjaga agar pemain bisa memainkan karakter dengan baik. Alasan yang terakhir muncul karena biasanya pemain film yang direkam bukanlah aktor, tapi orang biasa. Hal tersebut membuat kadang akting mereka terasa tidak terlalu memikat. Tapi Edward Snowden sebagai tokoh utama tampak sangat tenang ketika berbagi cerita pembongkaran rahasia yang ada. 

Edward Snowden yang ganteng dan tenang ketika direkam

Padahal pembongkaran rahasia tersebut membuat dia menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh pemerintah Amerika. Seperti akhir kisah film ini, Edward Snowden kini bermukim di Rusia bersama pacarnya karena Rusia bersedia memberikan suaka padanya.
----------

Well, begitulah review Europe on Screen 2015. Semoga masih bisa bertemu dan menonton film-film menarik lainnya di tahun 2016 :D

= to be continued =

Wednesday, June 17, 2015

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1436 H

Akhirnya sampai juga kita kepada bulan Ramadhan 1436 H. Tanggal 1 Ramadhan tahun ini serentak dimulai baik oleh Pemerintah maupun ormas islam lainnya pada hari Kamis, 18 Juni 2015. Insyaallah kita akan berpuasa selama 29 hari dan Idul Fitri akan dirayakan pada hari Jumat, 17 Juli 2015.

Bulan Ramadhan tahun ini gw akan full libur di rumah. Semoga gw bisa memanfaatkan waktu libur gw dengan baik. Oya, Ramadhan tahun ini dan mungkin 4 hingga 5 tahun ke depan yang jatuh di bulan April - Mei - Juni pasti akan sangat terasa mengubah jadwal ujian nasional dan ujian masuk PTN. Jadi buat yang berprofesi sebagai guru maupun siswa pasti akan merasakan adanya perubahan jadwal persiapan belajar yang mungkin akan semakin pendek.

Bulan Ramadhan buat gw adalah bulan di mana gw pasti akan bertambah kurus :p Semoga penurunan berat badan itu bisa konsisten hingga selesai lebaran nanti. Bulan Ramadhan juga saat di mana gw sekeluarga akan sering makan bersama baik di sahur maupun saat berbuka. Keluarga gw lebih suka mengadakan buka puasa di rumah saja mengingat jika memilih buka puasa di luar akan sangat sulit mencari tempat yang available dan nyaman (baik untuk datangnya makanan dan shalat), juga mengingat kemacetan Jakarta yang pasti akan terjadi lebih awal (karena semua orang ingin berbuka di rumah bersama keluarga).


Kalau buat kalian Ramadhan tahun ini bagaimana? :D

= to be continued =