Sunday, January 19, 2020

Resolusi 2019, Resolusi 2020

I used to wrote my new year resolution here, review when the year has passed, then write again the new one. I already write it in my instagram, but I'll copy again in here :)


2019 Resolutions

1. Manage my financial budget better by writing my income and expense
2. Manage my body weight by decrease at least 5 kg. In that day I was 72 kg
3. Manage to breastpump and have enough stock for my baby and can donate it some to other at least once
4. Be happy for whatever condition I will deal with. There will be challenges I know I will face up which I've never met before. It looks hard, but I know I will learn to get over with
5. Not being clingy and more independent

---

Review of 2019 resolutions

1. I only write my income because it's a lot easier, I only have to write when payday come. So it's like 50% success. I blame my agenda for it.
2. Today I am 66 kg alhamdulillah. Reach the target lowering the body weight 6 kg
3. Failed! Setelah Ares tidak lagi exclusive breastfeeding, produksi asi menurun. Terendah adalah saat bulan puasa. Sesedih itu sebetulnya ketika pumping sekarang paling hanya dapat 20-30 ml. But it is what it is. Ga terasa menyusui tinggal 6 bulan lagi. Memang akan begini jalannya. Yang penting tetap memberi hak untuk Ares ketika dia memintanya
4. Ini lumayan berhasil sih. I think I manage myself better to be happy in whatever condition. Especially when you have a baby who watch you 24/7, haha
5. Ini juga rasanya makin baik. Since I'm not the clingy one right now, but being clinged by my baby

---

2020 Resolutions

1. Really write my income and expense. I will use an app to help me. Wish me luck
2. Bikin akun di perusahaan sekuritas. Tahun 2019 ini sempat ikut Kelas Pasar Modalm, tapi belum kesampaian bikin akun. Niatnya mau untuk dana pensiun pribadi
3. Menyisihkan uang dengan lebih baik untuk masa paceklik, tabungan pendidikan Ares, dan pensiun
4. Tetap menjalankan @jastipaliapewe
5. Hidup sehat dan menurunkan berat badan minimal 3 kg. Per hari ini berat saya 66 kg

Semoga resolusinya bisa tercapai :)

Good bye 2019, Welcome 2020

Hi blog, long time no see

2019 seperti berjalan begitu saja di blog ini. Tanpa catatan apapun.


Padahal banyak sekali hal yang terjadi. Jika diminta menyebutkan satu per satu, mungkin saya juga lupa detailnya. Tapi perasaan yang dirasa tetap tersimpan di memori. Jadi itu yang mngkin bisa saya ceritakan.

Secara general, mungkin akan melompat-lompat tidak terlalu sesuai timing.

Ares yang memasuki usia 6-18 bulan. Memulai mpasi, finger food, hingga kini bisa makan sendiri. Merangkak sambil menyeret tubuh, duduk, berdiri, dan merangkak dengan tangan dan kaki. Kini sudah berjalan dan sedang belajar melompat. Semakin banyak kata yang bisa diucapkan. Semakin bisa mengerti akan perintah dan komunikasi. Berat badan masih seret naiknya, tapi alhamdulillah sehat selalu.. :)

Suami yang diterima sebagai cpns dan bekerja di kota yang berbeda, membuat kami menjalani LDM. Tidak lama-lama sih, alhamdulillah setiap hari Jumat malam hingga Minggu kami masih berjumpa, sebelum dia kembali di hari Senin subuh. Hubungan pernikahan yang memasuki 2 tahun tetap menjadi pembelajaran bersama, terutama terkait masalah komunikasi.

Saya?

Buku agenda yang saya teguhkan untuk pakai selama 2019 ternyata tidak membuat saya sreg. Yang sebelumnya saya serajin itu menulis beragam kegiatan dan catatan keuangan, semuanya miss tertulis, dengan alasan saya tidak suka dengan ketersediaan halaman yang ada di buku agenda tsb.

Memiliki anak yang sedang aktif bertumbuh kembang membuat saya merasa terbatasi pergerakannya. Utamanya karena saya merasa harus menjaganya sendirian pada mayoritas waktu yang ada. Memang kedekatan dengan orang tua membuat saya bisa menitipkan anak saya. Tapi karena orang tua saya juga memiliki kegiatan sendiri, tentu saya tidak bisa sering-sering melakukannya.

Tidak hanya untuk bepergian, untuk melakukan kegiatan di rumah saja jadi agak sulit. Pasti pernah denger deh drama ibu-ibu yang mau ke toilet saja rasanya susah benar. Mau cuci piring, atau di dapur memasak, sudah ditangisi. Semua kegiatan benar-benar dilakukan bersama. Kl mandi, harus dilakukan bersama karena tidak mungkin anak saya menunggu di luar ketika saya mandi. Ketika makan juga seringnya sepiring berdua. Karena dia lebih tertarik pada makanan yang dimakan ibunya daripada makanan yang disediakan khusus untuknya.

Tidak ada penyesalan atau keluhan mengenai saya yang harus menjaga anak saya. Namun akibatnya tidak terlalu baik bagi kesehatan emosional dan psikis saya.

Merasa terkungkung. Kesepian. Saya beruntung saya masih memiliki koneksi internet. Saya bisa berkeliling lewat media sosial mengetahui situasi terkini dan kabar teman-teman saya. Saya jadi mengetahui kl di antara berbagai e-commerce, saya nyaman sekali menggunakan shopee dan jadi merasa ada keseruan memperhatikan flash sale, hihi. Saya yang tadinya suka wiskul mencoba berbagai resto, karena keterbatasan kesempatan, saya jadi beralih mencoba merk-merk mie instan di luar merk yang biasa saya makan untuk bisa mengeksplor rasa-rasa baru. Turns out, it's makes me happy, haha.

Menemukan bahwa circle semakin menyempit dan sangat menghargai orang-orang yang bersedia menyesuaikan dengan kondisi saya. Melihat ada kemungkinan bisa masuk ke circle lain. Sayang di usia dewasa ini, saya merasa agak sulit menemukan yang benar-benar bisa merasuk hingga dalam. Jadi ya, seperlunya saja. Awalnya terasa menyedihkan. Lama-kelamaan, menyadari bahwa ini hal yang manusiawi, dirasakan semua orang. So, time will heal.

Melihat fakta bahwa pengeluaran semakin banyak, dengan pemasukan yang cenderung tidak banyak berubah, membuat saya terdorong untuk melakukan sesuatu. Menyesuaikan pengeluaran di bagian-bagian yang bisa dikurangi. Menambah pemasukan dengan melakukan jastip. Pengalaman yang luar biasa baru untuk saya dan memompa semangat yang sebelumnya tak pernah ada. Membuat hidup lebih hidup, haha. Meskipun saya tahu, cara ini membutuhkan fisik yang sehat dan kuat, waktu yang cukup banyak, dan support system yang tepat. Utamanya untuk menjaga anak ketika saya pergi belanja, packing, dan mengirim barang-barang.

Sekarang update kehidupan terasa lebih cepat via instagram. Padahal kl sedang tidak ada wifi ya tidak bisa diakses juga, haha. Saya pun kaget ketika melihat buku harian saya. Ternyata saya menulis di dalamnya sejak Desember 2017. Berarti sudah 2 tahun, ini masuk tahun ketiga saya mengisinya. Saya pun sudah memiliki cadangan buku harian jika di tengah-tengah dia habis, karena memang halamannya sudah tidak banyak lagi.

Kira-kira begitu saja update 2019 saya. Sejarang dan sesenang itu memiliki waktu untuk menuliskannya di blog ini. Semoga saya bisa memiliki waktu lain untuk menulis hal-hal lain di sini. After all, you are one of my Lala Land :)

Saturday, June 16, 2018

Bukber Ramadhan 1439 H Juni 2018

Sudah hari kedua lebaran! Trus mau nulis beberapa bukber yang saya hadiri di bulan Ramadhan lalu.

Tahun ini alhamdulillah kebanyakan sih buka bersama keluarga ya. Baik keluarga baru (berdua aja sama si mamas) atau sama keluarga kandung (berenam bareng bapak, ibu dan adik-adik). Yang mau dilist adalah bukber yang barengan sama teman.

Masuk ke bulan puasa alhamdulillah sudah terbebas dari mengajar intensif. Paling ngajar sedikit-sedikit untuk tambahan anak kelas 10 dan 11 yang mau UAS, serta anak kelas 12 yang mau ujian simak internasional. Trus ada sedikit sesi ngetik soal untuk buku tahun ajaran baru dan editing. Bersyukur banget ditungguin sesi ngetiknya karena beberapa waktu terakhir rasanya hectic ga punya cukup waktu luang untuk ngerjain. Alhamdulillah bisa selesai semuanya dengan baik..

List bukber yang dihadiri bareng temen di Ramadhan 1439 H Juni 2018 ini:

1. Bukber bareng teman-teman SMP Alarm

Ki-ka: Mamas, saya, Mas Arief, Dea, Sarah, Ghazi, Nisa, Hanuun, Pipit

Pertama kalinya jadi host untuk acara bukber. Karena akan ada krucil yang ikutan bukber, kita sepakat tempatnya lebih baik di rumah aja. Berhubung rumah saya isinya cuma berdua, yowis jadilah saya menawarkan acaranya di rumah saya aja.

Bikin acara ini agak makan hati di awal karena ga semuanya segera merespons. Tiga hari sebelum acara saya mencoba ngomong tegas sama teman-teman di grup yang intinya kl di hari itu ga ada kepastian, yowis batal aja rencananya. Soalnya walaupun nanti konsepnya potluck (tiap orang diharapkan membawa makanan), tetep aja saya sebagai tuan rumah mesti siap-siapin rumah biar asik buat didatangi tamu kan. Males aja kl udah nyapu-ngepel plus nyiapin waktu luang, eh ternyata batal mendadak. Alhamdulillah pada ngerti dan akhirnya jadi deh acaranya!

Seru deh kl bukber pakai potluck. Seneng juga semuanya happy di acara ini, termasuk krucil-krucilnya :))

2. Bukber bareng teman kantor BTA Group dan BTA 8 Duta

Yang ada fotonya cuma yang BTA Group aja.


Maaf ya fotonya cuma ada sama Kak Ray karena sumpah mager banget mau keliling foto-foto.

Kemageran disebabkan adalah paginya ga sempet sahur. Laper kan. Trus acaranya bertempat di Hotel Harris Saharjo, Tebet. Seru dong bayangan saya. Secara di hotel gitu.

Tapi kenyataan tidak demikian sodara-sodara. Makanannya prasmanan. Pas udah azan ga ada takjil dibagiin. Semuanya harus keluar aja dari aula dan antre berebut makanan. Bumil kelaparan merasa ga punya tenaga untuk ikutan dengan kericuhan massa. Untung aja ada yang bawa kurma, jadi bisa makan sedikit lah buat formalitas. Trus memutuskan buat shalat aja.

Abis shalat baru deh coba berkeliling di makanan yang udah sepi antrean. Tapi pastilah sepi antrean itu terjadi karena makanannya antara tinggal sedikit, udah ga ada yang berminat, atau memang udah habis blas. Dapatlah pisang goreng dan bubur kacang hijau + ketan hitam. Piring-mangkok udah penghabisan, yowis campur aja di satu mangkok yang sama biar ga rieweuh. Air minum udah ludes. Alhamdulillah ada si Mamas yang udah nyisihin duluan 3 gelas air minum (iya, 2 buat dia, 1 buat saya wkwk).

Jam 7an orang-orang pada dipanggil balik ke dalam aula. Nah, baru nih saya bisa ngelirik antrean nasi. Yaudalah ya ambil aja sisa-sisa yang ada. Sedih sih, plus udah niat nanti abis selesai acara di sini bakal makan lagi di luar bareng si Mamas.

Bisa dibilang ini bukber paling ga asik di bulan Ramadhan ini. Nyesel lain kali mesti siap-siap bawa minum + takjil sendiri lah :(

---

Bukber bareng BTA 8 Duta dilaksanakan di Restoran Pondok Laras, Depok.

Whaaaaat? Di Depok banget nih?????

Yak sodara-sodara, walaupun saya kuliahnya di Depok, selesai kuliah, Depok itu udah jadi wilayah yang jauh keknya buat saya. Perjuangan buat nyampe sana itu lho, macettttt.

Kl dulu mungkin berasa sans karena bisa naik kereta. Sekarang bumil disuruh naik kereta males deh. Apalagi massa kereta yang kayaknya ga segitunya sama ibu hamil. Saya soalnya jarang dapet tempat duduk pas lagi hamil. Mungkin karena saya dianggep gendut aja sih kali ya sama mereka *cry

Kl nggak gegara ada Mamas yang dengan senang nyetir kesana, saya mungkin ga bakal berangkat. Untungnya si empunya acara sudah booking + makanan sudah tersaji semua ketika kita dateng. Saya dan Mamas berangkat dari jam 15.00 aja lho demi ga terburu-buru kena macet plus aman dapet tempat parkir. Tiba di tkp jam 16.30.

Acara makan-makannya diadakan di meja superpanjang, jadi ya nggak begitu nyatu sih tamu-tamunya. Ya sibuk sama teman duduk terdekat aja. Tapi lebih baik lah daripada bukber BTA Group, alhamdulillah..

3. Bukber bareng grup lelaki-lelaki beristri*

Ki-ka: Adnan, Ana, Nisa, Saya, Mamas, Irvan

Nama grup itu nama yang saya pikirin sendiri sih. Ini grup temennya si Mamas. Isinya cuma bertiga dan mereka semuanya udah beristri. Jadilah saya kl lagi ngebahas pasti pakai nama grup itu. Padahal Mamas dan teman-temannya entah pakai nama grup apaan, wkwk.

Acaranya di Pondok Laras, Depok lagi. Lagi??? Iyaaaaah.

Yang booking adalah Mamas di hari bukber sama BTA 8 Duta. Jadi bukber di tempat yang sama, hari Sabtunya sama BTA 8 Duta, Minggunya sama Grup Lelaki Beristri.

Isinya yang cowok-cowok ngobrol sendiri, entah ngobrolin apa, yang cewek-cewek, berhubung Nisa dan Saya lagi sama-sama hamil, jadi ngomongin kehamilan masing-masing deh. Seneng Ana orangnya juga ga baperan jadi ikutan aja sama pembicaran duo bumil ini hehe.

Btw, Nisa katanya sore tadi udah pembukaan 2, berarti sebentar lagi anaknya mau lahirrr, wawawawaaa. Semoga bisa mendapatkan berita bahagia secepatnya, aminn.. :)

4. Bukber bareng Liza dan Widiya

Ki-ka: Saya, Mamas, Widiya, Liza

Bukber di luar lagi nih. Dua temen saya ini baikkkkk banget, bersedia bukber di lokasi yang dekat dengan rumah saya. Tadinya sih mau nawarin rumah saya aja, tapi terakhir mereka udah sempet nginep dan mampir, masa saya kok kayak mager banget sih ga mau berkorban keluar rumah sebentar aja yang deket, ya ga?

Trus di awal saya udah request mau bukber di RM Padang aja. Alesannya biar ga usah ribet mesen dan makanannya siap sedia tersaji. Awalnya bingung antara mau di Sederhana apa Pagi Sore. Jadinya pilih Sederhana di seberangnya Gramedia Matraman. Bersyukur udah booking dan dateng duluan dari jam 17.00. Tapi menunya kayaknya nggak semeriah di Pagi Sore sih, hmm..

Abis bukber, kita berempat ke Gramedia Matraman. Sedihnya, kami ceciwi yang tadinya menasbihkan diri sebagai penyuka baca, malah kebingungan lho pas di Gramedia. Alasannya adalah karena di rumah masing-masing masih ada setumpuk buku yang masih antre dengan syantiek belum sempat terbaca :")

5. Bukber bareng Graphene

Apa tuh Graphene? Ini bisnis sampingannya Mamas bareng teman-teman kuliahnya. Bukbernya di rumah Shabrina. Tapi sebelum bukber kita ngumpul dulu nyiapin takjil untuk dibagi-bagiin ke orang sekitar.

Saya si Bumil sih ikutan jadi buruh nyiapin masuk-masukin ke plastik aja, trus nungguin mereka-mereka pada keliling bagiin takjil. Alhamdulillah katanya pembagian takjilnya semudah itu dan cepet banget ludesnya. Semoga jadi manfaat dan pahala buat semuanya.. :))

Makannya temanya nasi liwet. Rame dan menyenangkan, sayangnya cepettt banget bubarannya. Soalnya ada yang mau siap-siap untuk mudik keesokan harinya, jadilah dia nggak bisa lama-lama, tapi trus yang lain juga ikutan buru-buru udahan. Amazed aja sih soalnya kl saya biasanya ga rela acara kumpul-kumpul bubarannya secepat itu karena menyadari yang namanya ngumpul itu jaman sekarang udah susahhhhh banget kl buat teman-teman saya. Tapi mereka bilang insyaallah kl mereka ngumpulnya nggak sesulit itu, jadi ga masalah bubarannya cepet juga. Yowiss..

Trus orang-orang ini juga ga pada inget buat foto dong dong dong. Yaudahlah ya..

6. Bukber bareng Bestari

Bukber terakhir sama teman, si Bestari yang lagi mudik ke Jakarta. Iya doi kerjanya di Bali, jadi kl mudik ke Jakarta. Seneng banget Bestari bersedia untuk mampir ke rumah gw. Iyes, bukbernya di rumah bareng keluarga gw lengkappp. Bapak, Ibu dan adik-adik, beserta Mamas.

Tadinya udah mikir mau bukber di luar. Tapi karena Bapak dan Ibu udah kenal juga sama Bestari, jadi mereka minta bukbernya tetep di rumah aja. Ibu masaknya seru banget, dan kita banyak ngobrol-ngobrol.

Berhubung pas bukber di rumah saya dan Ibu ga pakai jilbab, jadi fotonya adanya ini yaa

Ki-ka: Mamas, Bestari, Saya

Ini ceritanya kita lagi ke Museum Macan. Museum yang terkenal banget di jagat instagram, dan kayaknya nggak sah gitu kl netijen instagram nggak mengunjungi tempat se-instagrammable ini.

Saya sih sebetulnya nggak ada ketertarikan sama sekali buat dateng. Mikir tempatnya jauh di Jakarta Barat, trus katanya antrenya ga karuan. Tapi gegara ada Bestari, plus udah mulai libur lebaran yang mana orang-orang udah pada mudik kan yaa, saya pikir yowislah kita bikin acara mampir ke sini aja.

Beli tiketnya mikir mau on the spot aja. Eh tapi sesampainya di sana, dikasih tahu kl tiketnya buat masuk pukul 18.00. Padahal kita udah dateng dari jam 13.30. Mau ngapain nunggu selama itu dan emangnya kita mau buka puasa di dalem museum??? Wkwk

Jadilah kita cuma foto di depan posternya aja trus pulang wkwk. Eh itu kenapa yaa kl foto pake hp saya kl di pinggir mukanya sering jadi mencong-mencong gitu hukss..?


Monday, May 21, 2018

My 7th Month Pregnancy

Sejarang itu mengupdate isi blog hingga tak terasa kehamilan saya sudah memasuki usia 7 bulan. Memasuki trimester ketiga bikin saya jadi harap-harap cemas. Dag-dig-dug semoga si adik di dalam perut tetap sehat, lucu karena dia makin aktif di dalam perut, hingga berdoa supaya si adik nanti keluarnya di waktu yang pas, tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat.

Awalnya saya ragu apakah saya bisa menjalankan puasa atau tidak. Tetapi dokter yang biasa saya kunjungi (saya biasa check up di RS St.Carolus Salemba) menyatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya ada pada saya. Pun dokter menyatakan alhamdulillah saya sehat dan si adik di perut juga kondisinya normal. Jadilah sudah 5 hari ini saya menjalankan puasa dan senang sekali bisa berjalan dengan lancar. Mungkin kalau Allah mengizinkan, tahun ini akan menjadi puasa yang full tanpa bolong-bolong setelah kurleb 17 tahun mengalami haid, amin..

Pengalaman barunya adalah betul-betul harus bisa menyiapkan makanan untuk sahur berdua sama mas suami. Kl dulu ketika lapar bisa dengan mudah beli-beli, pas sahur ini agak tricky karena jam bangunnya aja suka mepet, wkwk. Saat berbuka puasa masih bisa mau mampir-mampir, pesan gofood, atau melipir ke rumah ortu yang cuma 100 meter jauhnya. Sejauh ini sih masih dapet ya makan sahur. Soalnya kasian ada dua manusia yang akan menderita kalau saya nggak bangun menyiapkan dan ikutan makan sahur. Padahal dulu waktu di kosan sih masih bisa santai aja makan sahur seadanya macem roti kemasan, bikin popmie, atau sesimpel minum susu kotak wkwk. Maaf ya adik dan mamas suami, mamanya masih harus belajar banyak di bulan puasa pertama bersama kita.. :"D

HPL si adik kata dokternya adalah antara akhir Juli atau awal Agustus. Berarti dia insyaAllah akan lahir di antara dua hari raya Ied ya, aminnn.. :)

Thursday, January 18, 2018

2018

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini postingan awal tahun baru bisa ditulis di hari ke 18.

Alasan paling signifikan adalah karena saya sudah tinggal di rumah sendiri bersama suami, dan di rumah kami belum ada wifi. Padahal kuota internet di hp juga seadanya. Jadilah saya fakir wifi, hihi.

Pengalaman baru pastinya di akhir tahun 2017 dan tahun 2018 ini di antaranya adalah menikah, menjadi ibu rumah tangga sambil masih tetap aktif mengajar di bimbel maupun privat, menjalani liburan akhir tahun di Jombang sambil menemani suami pulang kampung, dan menjalani kehamilan. Alhamdulillah rezeki saya dan suami langsung dipercaya Allah Swt untuk memiliki anak yang menurut perkiraan dokter HPLnya adalah di akhir Juli atau Agustus. Mohon doanya semoga lancar yaa :)

Insyaallah di bulan Februari saya akan melakukan acara ngunduh mantu dan umrah bersama suami. Semoga kehamilan yang sudah memasuki bulan keempat tidak menghalangi saya untuk beraktivitas dengan normal. Aminnn...

Baiklah, sampai jumpa di update berikutnya ;)

Friday, December 15, 2017

Two Will Become Three

Allah always be the best planner.

I never imagined that I would met you and end up marrying you.
I never imagined that I would get someone as amazing as you to be my partner in life.
And I never imagined that He thought we will be ready this fast to become a responsible parent.

Dear my husband and father of my future baby,
I love you with all my heart, and I wish we can build samara family till the end of our life.

Let's get fun with the journey to parenthood!

Selfie at Kak Yuni and Mas Ari Wedding 011217

At this week, I reach 7 week of my pregnancy. I still can't feel anything other than easier to feel tired. I hope I can get through this pregnancy well. And this will add one more label to my blog, "pregnancy" hehe 😀
© alia's blog 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis