Showing posts with label spip. Show all posts
Showing posts with label spip. Show all posts

Friday, June 19, 2015

Wisuda S1 Agustus 2013

Hampir 2 tahun sejak bisa disematkannya titel SE di belakang nama. Dan sekarang saatnya saya bisa menuliskan sedikit ceritanya :)

Yudisium diadakan di fakultas masing-masing. FE (sekarang bernama FEB) mengadakannya pada hari Sabtu, 24 Agustus 2013. Gladi resik wisuda dan wisudanya diadakan di Balairung pada hari Kamis dan Jumat tanggal 29 dan 30 Agustus 2013.

Ketiga acara ini sebenarnya tidak wajib didatangi. Karena inti dari ketiga acara ini adalah seremonial saja. Di dalamnya para wisudawan duduk di dalam ruangan, mendengarkan pidato dari petinggi fakultas maupun universitas, mendengarkan beberapa prestasi dan fakta yang dicapai oleh angkatannya yang lulus di semester tersebut, menikmati hiburan yang disediakan (biasanya lagu dari paduan suara Voice of Inspiration aka VOI di tingkat fakultas atau Paragita di tingkat Universitas), dan mendapat kesempatan berfoto bersama dekan atau rektor.

Saya mengetahui hal tersebut karena ada beberapa teman memilih untuk hanya datang di wisuda saja terkait masalah biaya. Jadi sebenarnya acara ini bisa dibilang untuk euforia dan formalitas saja. Tapi tentu saja acara ini menjadi penting untuk pemberitahuan kepada keluarga bahwa kita memang benar-benar sudah menyelesaikan studi dan buktinya bukan hanya selembar ijazah saja, hehe.

----------

Seperti di postingan lalu (link), yudisium saya juga dihadiri oleh Mas Buncit, sedangkan orang tua  hadir ketika wisuda.

Untuk hadir di ketiga acara tersebut, saya hanya mempersiapkan diri membeli baju resmi di Thamrin City berupa atasan (ada yang bentuknya kebaya atau atasan biasa saja) dan bawahan berupa rok. Saya tak memiliki persiapan khusus tentang make up, jilbab, maupun sepatu. Sebagai informasi, di sekitar Depok banyak sekali salon yang menyediakan layanan untuk make up dan styling jilbab (juga rambut), dan saat menjelang wisuda salon-salon itu pasti penuh karena sudah dibooking oleh para calon wisudawan.

Kadang mengiri juga sama cowo-cowo yang kayaknya persiapannya simpel banget. Paling pakai batik atau kemeja, celana panjang dan pantofel, selesai sudah. Ga perlu pakai jas karena nanti toh tertutup toga. Bahkan saya pernah dengar ada yang cuma pakai kaos oblong saja sebagai atasan hihi.

Saya memang tidak pernah memakai make up dan jilbab saya pakai saat wisuda pun sederhana, seperti yang biasa saya pakai sehari-hari. Saya senang saya tidak terlalu ribet tentang kedua hal tersebut. Berhasil tidak ribet juga karena saya tidak melibatkan ibu saya pada persiapan. Soalnya saya ingat ketika akan wisuda SMA saya merasa tidak nyaman karena ibu saya menuntut saya untuk berdandan dan memakai kerudung dimodel-model. Selama acara yang ada saya malah tidak pede dengan penampilan saya :p

----------

Selama acara yudisium, gladi resik, maupun wisuda, yang paling penting untuk saya sepertinya adalah sesi foto. Well, foto bersama dekan dan rektor (yang saat itu keduanya dipegang oleh Penanggung-Jawab karena dekan ganteng saya baru diangkat jadi staf presiden dan rektor saya jadi tersangka KPK) dilakukan oleh fotografer yang disewa dan hasilnya baru bisa diambil beberapa waktu kemudian (yang akhirnya hangus ga saya ambil-ambil gegara mager ke kampus). Untunglah saya bawa kamera digital sendiri sehingga saya tetap bisa mengambil foto bersama teman-teman lainnya.

Sebelum acara yudisium dan gladi resik, saya sempat pergi ke acara jobfair dulu. Sebelum wisuda saya sempat ke bagian fakultas untuk mengurusi transkrip. Jadilah saya dari rumah benar-benar pakai baju pergi biasa karena saya tahu repotnya kalau sudah pakai baju resmi tapi masih harus kesana-kemari. Setelah acara wisuda, saya dan keluarga menyempatkan diri untuk foto studio bersama. Sampai sekarang fotonya ada di gudang karena ternyata dinding di rumah saya sudah penuh ga ada yang bisa dipakai buat memajang foto lagi :p

----------

Well then, let's see the picture ^^

---
Yudisium
---

bareng sama anak sdm 2008 yang lulus tahun ini, Temmy dan Wahyu

bareng sama anak sdm 2009 yang lulus tahun ini, Nufa dan Christine

 Bareng Dhani dan Isni

Bareng Venty

Bareng Mega

---
Gladi resik wisuda
---

 bareng Temmy

bareng Addina. Baju wisudanya kesingkap bagian lengan, 
dan super dudul make toga bagian belakang yang ada karetnya 
malah dipake di depan :p

---
Wisuda
---

Di dalam balairung

Foto sekeluarga

 bareng Iffah

 Roby dan Putri Mandasari, couple yang terbentuk 
dari kuliah dan masih awet sampai sekarang

 Bareng Noviaa~

----------

Begitulah cerita 2 tahun lalu. Jadi yang udah ketulis adalah tentang perjalanan spip, yudisium, dan wisuda yaa. Cerita pas sidangnya belum hehe. Menyusul, insyaallah bulan ini, aminn.

= to be continued =

Thursday, May 14, 2015

25 wew!

Soo, happy 25th birthday to me! :D

Walaupun sudah berada di umur yang seperempat abad, saya memastikan umur yang masih tertera di kepala saya adalah 23 tahun. Jadi forever 23 lah ya.

Kok bisa gitu? Kenapa ga forever 21 kayak yang merk baju atau forever 22 kayak lagunya Taylor Swift?

Yaitu gegara di umur 21 dan 22 itu saya merasa saya lagi terluka. Umur 21 tahun menandai tahun ketiga saya kuliah, tahun di mana salah satu tempat tinggal saya (kosan.red) kehilangan beberapa penghuninya yang membuat hidup saya hampa. Tapi di tahun itu juga menjadi tahun kebangkitan, setelah di tahun kedua ip saya hancur-hancuran. Karena saya tahu saya harus tetap melangkah ke depan.

Umur 22 adalah tahun keempat saya kuliah. Tahun di mana saya mulai galau spip. Total saya mengklik opsi spip itu ada di 3 semester. Semester pertama menjalani spip saya melalui galau. Galaunya itu adalah galau bodoh karena di awal saya sempet ga tau sama sekali gimana caranya ngerjain spip, dan berujung jadi malah ada satu semester saya nggak ngerjain sama sekali, cuma terpana melihat teman-teman lainnya yang udah sigap menulis dan mencari data. Beneran deh kalau ada buku Spip For Dummies pasti saya bakalan beli. Kalau nggak gegara Mas Buncit ngerjain dan ngajakin saya pelan-pelan memahami cara ngerjain spip, mungkin sampai sekarang itu spip ga bakal selesai :')

Di umur 23 adalah tahun dirampungkannya spip dan kelulusan kuliah. Semangat membara melihat masa depan yang terbentang luas. Saya masih sering banget ikut job fair, mencoba melamar kerja, puna anak yang diajar privat pertama kali, euforia fresh graduate deh hihi. Makanya saya suka sekali diri saya yang berumur 23.

Umur 24 tahun adalah umur galau lagi. Terutama galau pekerjaan. Muncul karena saya menyadari bahwa banyak sekali info lowongan kerja yang mencantumkan bahwa umur 25 tahun adalah umur mentok bagi seseorang yang akan melamar dengan kualifikasi sebagai fresh graduate. Bikin saya mikir "Duh kalau gagal dapat kerja di umur yang 24 ini, sisa waktu tinggal beneran setahun di 25 atau jadi pengangguran dong huks :(". Beneran kebawa sampai saya sama sekali nggak ada antusiasnya melewati hari itu. Parah banget ya padahal masih dikasih rezeki umur sama Allah tapi kayak nggak bersyukur gitu hufttt

----------

Dan sekarang saya sampai ke umur 25, wuihhhh. Bagaimana rasanya berumur 25? Ternyata biasa aja. Ga banyak yang berbeda. Saya masih Alia yang berumur 23 tahun di kepala, cerah ceria :D Saya juga sudah bekerja dan alhamdulillah tidak menjadi pengangguran yeay!

Terima kasih kepada jobstreet.com yang menjadi pertama kali yang memberi ucapan selamat kepada saya. Ngirimnya kecepetan sih dari tanggal 12 mei udah sampai emailnya. Padahal saya udah unsubscribe huks, terharu :')

Makasi Nisao, Widiyong, dan Lija yang sudah mengucapkan di pagi buta via wa. Semoga mimpi buruknya nggak jadi kenyataan ya Nis. Dan saya juga kangen ritual begadangnya kita di kosan kalau lagi ada yang ulang tahun Wid, hihi.

Makasi Kak Herry yang perdana ngucapin di facebook. Saya bahagia saya masih diberikan kesempatan untuk melihat ritual posting ini di tahun 2015 :)

Makasi Galih, Aya Prameswari, Venty, Reiiputt, Dika IGN dan Dila Neysa atas ucapannya di facebook, wa, dan line. Seneng deh dapat doa dan update-an dari kalian :))

Makasi banyak Kak Opang yang udah "hampir" ngucapin dan nge-revealed kalau saya ultah pas saya lagi di BTA. Maaf sayanya gimana gitu gegara nggak pengen orang-orang heboh ngucapin. Introvert yang literally malu kalau tetiba dihebohin sama orang >.<

Makasi Ibu, Bapak, dan Mas I yang ingat dengan baik hari ulang tahun saya yeay!

Makasi ya Allah atas segala rezeki yang telah Kau berikan padaku. Semoga saya bisa semakin banyak bersyukur dan memanfaatkan segala rezeki sebaik-baiknya, aminnn

----------

Terakhir, terima kasih buat Mas Buncit yang sudah mau meliburkan diri supaya bisa makan sore bersama di hari ulang tahun saya. Fyi, saya dan Mas Buncit ini punya jadwal kerja yang fleksibel. Saking fleksibelnya, sering kita bingung sebenarnya mana yang hari kerja dan hari libur. Soalnya kalau orang lain kan macam udah tertanam di kepala kalau hari senin - jumat adalah hari kerja, dan sabtu - minggu adalah hari libur. Saya sendiri sudah selama hampir 7 tahun nggak pernah merasakan lagi hari sabtu dan minggu sebagai hari libur.

Tapi kalau udah suka sama pekerjaannya sih, mau gimana juga senang-senang aja sih ya melakukannya :D

Lalu setelah tanggal 13 mei lalu, saya berkesempatan punya umur yang sama dengan Mas Buncit selama 1 bulan 1 hari. Saya suka merasa lucu karena saya sering ceng-cengin Mas Buncit gegara doi suka korupsi umur hihi. Nah selama 1 bulan 1 hari ini beneran samaan deh umurnya nggak pakai korupsi :p

fotonya nggak berleher huahahah

Have a nice long weekend fellas :D

= to be continued =

Thursday, April 16, 2015

Late Post: Intensif 2014

Berhubung posting sebelumnya ngomongin sebentar lagi intensif 2015, gw baru sadar belum nulis tentang intensif tahun lalu. Iya, SETAHUN yang lalu :'D

Kenapa sih jadi penting ditulis buat gw? Karena buat gw pengalaman intensif lalu terasa agak beda.

Intensif adalah saat di mana jadwal kerja gw berubah jadi 'mirip' sama jadwal orang kerja kantoran. Yang mirip cuma jam kerjanya sih, tapi hari kerjanya tetep beda karena perbedaan hari kerja dan liburnya yang nggak tentu. Sampe kadang gw lupa itu hari apa karena udah nggak ada bedanya misalnya antara hari senin atau hari minggu :P

Intensif 2014 lalu, tempat gw bekerja yakni BTA sedang dalam kondisi persiapan mau moving ke lokasi baru. Lokasi markas kami yang tadinya berada di lantai 1, kini berubah ke lantai 3 dengan berbagai macam barang bertumpuk di dalamnya, dan itu merupakan perubahan yang sangat terasa karena lokasi kelas yang harus kami urusi ada di 3 lantai dan hanya ada tangga biasa. Sungguh setiap gw habis bertugas di rumah rasanya kaki pengen gw copot aja karena pegelnya bukan main. Gw bisa 10 kali bolak-balik dari lantai 1 ke lantai 3. Untung minum vitamin B Complex dan ngoles salep Voltaren bisa membantu, alhamdulillah :)

Intensif 2014 juga menjadi tahun pertama gw bisa full bertugas. Gw sudah memegang intensif dari tahun 2009. Tapi dari tahun 2009 hingga 2012 tugas tersebut selalu disambi dengan kuliah semester pendek (iya, kuliah itu sambilannya hahah :p) dan terakhir di tahun 2013 gw intensif sambil mengerjakan si spip. Tahun 2013 menjadi tahun tersedikit gw berpartisipasi di dalam intensif karena memang fokusnya mau ngerjain si spip. Alhamdulillah koordinator gw sangat baik mau memahaminya dan si spip pun selesai dengan tuntas :))

Walaupun di 2 paragraf sebelumnya gw bilang saat itu BTA dalam kondisi persiapan mau moving, para binglas (pembimbing kelas, staf yang jumlahnya paling banyak dan pekerjaannya langsung berhubungan dengan anak-anak) baru mengetahuinya di hari terakhir intensif diadakan. Berita mendadak ini membuat hari terakhir juga dikunjungi binglas alumni, sebagai nostalgia terakhir BTA bertempat di SMAN 8 Jakarta :')

So let's see some pictures di hari terakhir intensif BTA tahun lalu, 8 Juni 2014 ;)

Di hari terakhir masih tryout?
Yes, that is BTA :P

Bersama peraih TO tertinggi IPS, Owen, 
sekarang doi kuliah di Ilmu Ekonomi FEB UI :)

Cuma inget yang cowo, Nico Wibawa, maaf ya temen di sebelahnya >.<
Sekarang doi kuliah di Bisnis Islam FEB UI

 Para binglas berkumpul

Tampak dekat sebagian
Ki - ka: Alia - Ully - Nia Wardhani - Tiza - Satria - Liza Tri Kusuma

 Binglas alumni, ki-ka: Kak Eva, Kak Pupu, Kak Debie, 
Kak Citra, Kak Lindi, dan Zhuisa

Bukan, ini bukan cinta segitiga. Hanya sesama angkatan 2012
Adlan - Ila - Devakto

Dikeliling binglas dari FKUI angkatan 2013 
yang tahun pertamanya masih banyak jadwal kosongnya
Ki - ka: Shasha - Alia - Irma


Dua cewe ini yang ngebinglas hampir setiap hari bareng gw. 
Tapi keduanya sekarang sudah menempuh karier masing-masing di tempat lain :)
Ki - ka: Ully - Alia - Liza Tri Kusuma

Binglas alumni yang seangkatan sama gw, Tiway. 
Sekarang kayaknya travelling mulu ya Way? xD

Begitulah cerita intensif 2014. Semoga intensif tahun ini bisa berjalan dengan baik juga :D

= to be continued =

Monday, February 16, 2015

Kata Pengantar di Spip

I really have no theme to write in this blog, so let's throw back to spip things :p

sumber: yeahmahasiswa.com (link)

Yep, gw akan menulis kembali kata pengantar dari spip. Kata pengantar ini ditulis di akhir, tentu saja karena tulisan terpenting adalah si spipnya sendiri. Dan ketika menulis pun gw jadi teringat masa-masa mengerjakannya dan betapa banyak nikmat Allah yang diberikan lewat manusia-manusia lain kepada gw :')

Baiklah, ini dia kata pengantarnya :)

----------



KATA PENGANTAR



Alhamdulillah, segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Segala pengalaman yang didapatkan dari penyelesaian skripsi ini merupakan takdir yang saya syukuri karena saya tahu setiap orang memiliki jalan masing-masing, dan inilah jalan terbaik yang diberikan oeh Allah SWT untuk saya. 


Penyusunan skripsi ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi, Jurusan Manajemen, Konsentrasi Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Skripsi ini dapat selesai dengan dukungan, bantuan, dan saran dari banyak pihak, untuk itu saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada:


1. Bapak Wisnu Ali Martono dan Ibu Fatmah Bahalwan, kedua orang tua saya yang selalu melimpahkan kasih sayang pada saya, dan selalu memberikan dukungan dalam bentuk moral dan finansial. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesabaran dalam membimbing anak-anaknya.


2. Irfan Pradipta dan Alfi Pramana, kedua adik saya yang menjadi tempat bercerita dan menceriakan suasana rumah.


3. Ibu Elok Savitri Pusparini, M.M., seorang pembimbing skripsi yang telah rela meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membantu penyelesaian skripsi ini. Terima kasih, dan semoga perjuangan untuk menempuh S3nya dimudahkan ya Bu! :)


4. Ibu Tisye Diah Retnojati, S.E. selaku Area Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. untuk area Depok, Jawa Barat. Terima kasih atas izin dan bantuannya dalam menyebarkan kuesioner.


5. Semua karyawan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. area Depok, Jawa Barat yang telah bersedia menjadi responden dan mengisi kuesioner saya. Terima kasih atas partisipasinya dalam penelitian ini.


6. Seluruh dosen dan asdos FEUI yang telah berjasa mencerdaskan anak bangsa dan membagi pengalamannya kepada mahasiswa.


7. Universitas Indonesia, kampus tercinta yang memberikan berbagai hal seperti dosen, karyawan, fakultas, teman, fasilitas, danau, hutan, trek untuk jalan sehat, perpustakaan yang menyenangkan (terutama di FIB, sayang sekali ditutup, tapi tetap senang dengan perpustakaan pusat), kantin, musola, labkom, wifi, dan lainnya. Saya akan sangat merindukan jalan-jalan random untuk mengamati semuanya satu per satu. Tak lupa juga terima kasih atas berbagai portal jurnal yang dilanggan, semoga semakin banyak pihak yang bisa memanfaatkannya karena UI telah mengeluarkan uang ratusan juta untuk berlangganan portal jurnal tersebut.


8. Sebuah bintang yang cahayanya mampu menerangi setiap langkah, seulas senyum yang selalu menentramkan, dan penanaman keyakinan agar saya dapat menumbuhkan rasa percaya. Terima kasih atas penerimaan apa adanya saya.


9.Dockel, Basson, dan Coetzee yang telah menerbitkan jurnal berjudul The Effect of Retention Factors on Organizational Commitment: An Investigation of High Technology Employees pada tahun 2006 sehingga saya dapat terinspirasi untuk melanjutkan penelitian kalian di industri yang berbeda.


10. Guru-guru statistik yang mengajarkan cara-cara menggunakan spss sehingga saya bisa mengolah data dengan benar, Pak Imam S, Rukhin, dan Andi Hakim. Terima kasih banyak atas kesediaannya untuk berbagi ilmu kepada saya. Kepada Mas Duwi Priyatno pengarang buku yang berisi cara-cara pengolahan data dengan spss dengan ringkas, terima kasih.
 

11. Mas Andi dan Mas Aji yang tak lelahnya mengingatkan dan menyampaikan berbagai informasi seputar skripsi.


12. Teman-teman perjuangan satu bimbingan, Hanifa Rizka dan Elisabeth Tamara. Bersama kita bisa !


13. Teman-teman kosan Pondok Kartini, Liza Farihah, Widiya Febriyanti, Nia Suryani, Bestari Nurfitriana, Anisa Harini, Desti Maharani, Lulu Meutia, Felisa Fildzah, Tiurizqi Priana, Addina Ayuningtyas, Kartika Prissilia, Rina ‘Anis’ Khairunnisa, Halimatussaadiyah, Dessy Christiani, Icha Khoirunnisa, Maylen Rhona Vika. Biarpun waktu lulus kita berbeda-beda, kenangan di Pokar akan tetap terjaga :’)


14. Teman-teman SDM 2008, Dila Eka Sobar, Gayatri Prameswari, Astri Wulandari, Norma Rosyianita, Rizki Adinda, Meta Hikmalia, Dila Nesya, Febrina C. Putri, Andora Bitra ‘Ficky’, Indah Fajariani, Elisabeth Tamara, Haryo Wisanggeni, M. Wahyudin, Woro Rahmat, Triawan Susetyo, Pradono Sidi, M. Thaher, Ishak, Danny Pardamean, Mirza Gail J., Giorda Sultama, dan Ahdiat Permana. Dua tahun kuliah bareng kalian rasanya masih kurang, haha. Sukses ya buat semuanya, semoga diberikan kesempatan untuk dapat berjumpa kalian kembali.


15. Teman dari sd hingga kini, Nisa Aisyah Arifani, Rachmah Fitrie Inayah, dan Nadya Stephanie. Terima kasih atas kebersamaannya :)


16. Seluruh pengurus, pengajar, binglas, dan murid BTA 8 dan 45. Terima kasih atas support yang diberikan, terutama untuk Kak Ian dan Kak Ikhsan yang sangat baik hati bersedia menerima jadwal saya yang suka bolong-bolong karena harus mendahulukan si skripsi ini selesai.


17. Mbak Tini penjaga kosan Pokar, penjaga warung dan tempat makan di Kutek sehingga saya tidak kelaparan, mas-mas fotokopi, PT KAI yang telah menyediakan transportasi kereta api, bapak penjual tisu di stasiun, mas-mas servis komputer di Kober yang berjasa memperbaiki Brownies, laptop saya, ketika layarnya retak, dan pihak lain yang belum saya sebutkan, tetapi sangat besar jasanya bagi penyelesaian skripsi ini, terima kasih.


            Semoga dukungan, bantuan, dan saran yang telah diberikan oleh pihak-pihak yang telah disebutkan di atas dapat dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah SWT. 


Terakhir, untuk saya sendiri, selamat ya kamu sudah bisa menyelesaikan satu tantangan lagi. Betul kan, kalau kamu bisa menyelesaikannya :) Di masa depan, kamu akan bertemu dengan tantangan baru yang mungkin akan jauh lebih sulit dari penyelesaian skripsi ini. Tapi selalu ingatlah pada perjuangan kamu ketika menyelesaikan skripsi ini, semoga dengan pengingat itu kamu bisa bertambah semangat, dan yakinlah pertolongan dari Allah SWT itu akan datang di saat yang tepat. Dia juga tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hambaNya. 


Senyum dan katakan kalau kamu, “Bisa!” :)









Depok, 10 Juni 2013





Alia Prawitasari

Thursday, September 26, 2013

Postingan yang Terlambat: Perjalanan Spip

Oke, postingan ini menjadi reminder untuk diri sendiri bagaimana perjuangan menyelesaikan spip selama 2 semester :)

Semester 8

Normalnya, spip dikerjakan pada semester ini, tahun keempat para mahasiswa. Hampir semua teman gw mengerjakannya. Gw juga udah klik opsi spip waktu registrasi online di awal semester. Adanya 4 mata kuliah mestinya nggak membuat pengerjaan spip terganggu. Agak gimana sih ya kalau dibilang alasan nggak ngerjain adalah karena nggak ada yang ngajakin ngerjain bareng, haha. Se-super-bodoh itu sama sekali nggak tau gimana caranya bikin proposal spip, kapan tanggal screening, gimana caranya buka jurnal ilmiah internasional, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan itu. Jeleknya lagi, gw nggak mau nanya. Plus ada kegiatan lain yang bisa mengisi hari-hari gw, yaitu intensif, dan sepertinya gw lebih bahagia di sana. Akhirnya gw memilih untuk tidak mengerjakan si spip sama sekali di semester ini. Paling cuma cari-cari ide judul aja.

Gw dateng ke dua sidang, yaitu sidangnya Liza dan Diah. Gw sama sekali nggak dateng ke sidang temen-temen sendiri di fe, haha.

ki-ka: sidang Diah, sidang Liza

Semester 9

Oke, mulai lebih serius berkutat dengan spip. Say a big-big thanks to mas buncit yang juga memulai mengerjakannya pada semester ini. Yang perlu diingat, gw nggak baru mulai mengerjakan demi bisa bareng sama mas buncit. Tetapi justru mas buncit lah yang ngasih dorongan ke gw :')

Mata kuliah gw sebenarnya sudah habis pada semester 8 lalu, tetapi dengan alasan "biar rajin ke kampus", gw ambil 1 mata kuliah pilihan. Ambilnya juga yang nggak begitu susah dan dosennya kebetulan juga dosen pembimbing spip gw. Jadilah jadwal bimbingan gw bertambah yaitu setelah selesainya jam mata kuliah pilihan tersebut.

Bikin proposal pada Agustus hingga tengah September (sempet kepotong puasa). Screening proposal di akhir September. Lalu di awal Oktober gw mendapatkan pembimbing :)

Bulan Oktober hingga November gw isi dengan mengerjakan bab 1, bab 2, merancang kuesioner, dan mencari perusahaan tempat gw akan menyebarkan kuesioner. Alhamdulillah dosen pembimbing memiliki teman yang menjadi manajer di sebuah bank BUMN yang berlokasi di Depok sehingga gw bisa menyebarkan kuesioner di sana. Tetapi karena sudah dekat dengan akhir tahun, mereka sedang sibuk-sibuknya membuat laporan akhir periode dan gw tidak diperbolehkan untuk menyebarkan kuesioner itu sendiri. Kuesioner gw hanya dititipkan. Sisi positif dari hal tersebut adalah gw nggak ribet bolak-balik bank tersebut dan menghampiri satu per satu karyawannya. Sisi negatifnya adalah kuesioner gw balik baru sebulan kemudian, dan pengisiannya agak diragukan karena gw tidak bisa mengawasinya. Tapi mau bagaimana lagi, nggak mungkin juga kan gw nyari perusahaan lain.

Kembalinya kuesioner di bulan Desember berbarengan dengan deadline pengumpulan. Gw hanya punya kurang dari seminggu untuk mengerjakan bab 4, 5, dan 6. Semua orang menyemangati, tapi gw harus realistis kalau waktu yang gw miliki kurang. Sempet sih kepikiran mau ngumpulin aja bab 1, 2, dan 3 yang sudah dikerjakan dulu, dan bab lainnya menyusul. Pernah juga nyari di internet siapa yang bisa dimintai tolong untuk mengolah data dengan cepat, sayang tarif mereka mahal-mahal ya :P

Ketika memutuskan untuk mengextendnya ke semester depan, gw sempet takut banget mau pulang ke rumah. Hampir 3 minggu nggak pulang dan stay di kosan dalam rangka ngerjain, dan terus gw mau pulang cerita kalau gw gagal gitu ? Alhamdulillah punya orang tua yang super baik dan mau menerima keadaan gw dengan lapang dada. Sampe rumah malah abis itu diajakin makan di luar untuk menyemangati dan menghibur (plus mereka tau gw di kosan makannya kan ga variatif, hehe) (link).

Gw mengakhiri semester ini dengan datang ke sidang beberapa orang. Bisa dilihat di postingan ini (link). Alhamdulillah 1 mata kuliah pilihan yang diambil juga nilainya A sehingga untuk pertama kalinya dapet ip 4 hahaha :P

Mas Buncit dan Achie, salah dua dari beberapa orang 
yang gw datangi sidangnya di semester 9

Semester 10

Kuesioner sudah didapat dan data sudah diinput. Yang kurang adalah pengolahan datanya. Gw menggunakan program spss untuk mengolah data. Sayang, gw nggak bisa mengoperasikannya. Alhamdulillah mas buncit mempertemukan gw dengan seorang guru statistik oke yang juga teman sesama fe jurusan manajemen konsentrasi marketing yang bernama Rukhin. Belajarlah gw dari beliau :)) (link) Oya, sesi belajar ini nggak cuma sama Rukhin, tapi juga sama teman lain yang bernama Andi dari jurusan psikologi yang gw tau di jurusannya banyak memakai program spss (link).

kitab yang super membantu gw ketika 
mengoperasikan spss, thx yaa Mas Duwi Priyatno :D
sumber: gramediaonline.com

Di semester 9 lalu gw cukup banyak mengerjakan skripsi di perpustakaan karena ngerjain bareng mas buncit. Di semester 10 ini gw lebih banyak mengerjakan di kosan sendirian saja. Beberapa orang mengajak mengerjakan bersama, tapi gw merasa kalau mengerjakan dengan banyak orang, hal itu malah akan membuat gw terdistraksi. Lagipula kebutuhan seperti colokan pastinya akan jadi rebutan. Padahal ada kegiatan yang mengharuskan gw jadi kesana-kemari kan macam kalau mau shalat, makan, dan ke toilet. Laptop gw cukup berat dan dirasa merepotkan untuk dipindah-pindah. Jadi buat gw ngerjain di kosan adalah keputusan paling tepat. Colokan pasti tersedia. Mau shalat dan makan pun mudah nggak perlu mengemasi si laptop terlebih dahulu. Paling mesti hati-hati mati lampu aja jadi harus selalu save back up.

Bulan Januari, Februari, dan Maret gw pakai untuk mengerjakan bab 4 dan 5 yang full berkutat dengan statistik. Bulan April gw kembali menengok bab 1, 2, dan 3. Bulan Mei dan Juni gw mengerjakan bab 6 sambil menyempurnakan bab lain dan printilan macam abstrak, daftar isi, daftar pustaka, lampiran, ucapan terima kasih, dan segala macam EYD yang kurang. Lalu minggu kedua Juni deadline pengumpulan. Selanjutnya mengurus dokumen prasidang, dan harap-harap cemas menunggu si tanggal keluar. Di bulan Mei dan Juni gw juga mengurusi intensif bta walau nggak seintens biasanya.

Kemudian yang ditunggu-tunggu, awal Juli tibalah waktunya untuk sidang. Cerita sidang akan ditulis di postingan sendiri aja kayaknya. Ditunggu ya :D Alhamdulillah nih sidangnya dilakukan sebelum bulan puasa, jadi masih enak mau nyebur kolam makara dan makan-makan setelahnya hihi.

Setelah sidang, revisi pun dilakukan. Revisinya nggak terlalu banyak, tapi juga melibatkan pengulangan proses penghitungan statistik karena jumlah responden yang dikurangi. Deadline revisi tiba pada akhir Juli, tepatnya tanggal 24. Sempet lari-larian karena baru ngeprint dan membuat hardcopy paginya dan ngumpulin sore pada hari yang sama. Padahal pihak kampus cuma sekadar menakut-nakuti aja supaya pengumpulannya nggak telat. Udah mau lebaran soalnya. 

Yak, begitulah kira-kira kisah perjalanan si spip alias skripsi. Setahun ngerjain itu rasanya lama banget, tapi alhamdulillah puas dengan hasilnya. Semoga gw bisa selalu mengingat perjuangan ini dan mengambil pelajaran darinya :)

= to be continued =

Tuesday, August 27, 2013

Yudisium with Bun

Kalau ada seseorang yang bisa dibilang memberi dukungan secara emosional dari awal hingga selesainya pengerjaan spip, itu adalah mas buncit, si teman spip ;)


Mas buncit dan gw memulai pengerjaan spip dari semester lalu. Mas buncit menyelesaikan dalam 1 semester, sayang gw harus extend ke semester selanjutnya. Padahal punya cita-cita bisa foto bareng pakai toga, hehe. Yasudlah ya, kan toganya juga masih disimpen, jadi tinggal ke studio foto aja dan dipakai lagi toganya :D

Terima kasih ya mas buncit atas bantuannya dalam memberikan semangat, ide-ide cemerlang, dan pengertian untuk mendengar segala kegalauan. Mohon doa dan dukungan kembali semoga bisa segera menyusul ke pasar tenaga kerja dengan baik :))

Terima kasih juga sudah datang ke yudisium dengan buket bunga cantiknya. It was lovely, and I like it so much ! Maaf kalau setelahnya sempat jadi menyebalkan ya, tapi senang sekali masalah itu juga bisa terselesaikan dengan cepat tanpa berlarut-larut.

Love you, bun <3>

= to be continued =

Wednesday, August 14, 2013

Quote Penyemangat Spip

Salah satu quote penyemangat spip yang diberikan oleh Dila Eka Sobar yang selalu setia bertengger di sticky note laptop:

DEKLARASI SKRIPSI.

Ada Bung Karno yang mampu menyelesaikan tulisannya di sel pengasingan. Ada Tan Malaka yang bisa merampungkan berlembar-lembar Madilognya hingga berjilid-jilid. Atau Buya yang menyelesaikan Tafsir Al Azharnya di penjara. Atau Mas Pram yang menuntaskan Tetralogi Buru-nya hingga nyaris menyabet Nobel. Atau Karl Marx dengan Das Capital-nya. Atau Machievely dengan ill Prince-nya. Atau JK. Rowling atau Stephenie Meyer. Masih banyak lagi penulis yang menggetarkan dunia dengan beribu-ribu atau berjuta-juta halaman karyanya. 

SEMANGATTTTT ALIAAA dng Mr.S a.k.a Skripsiong :)


Terima kasih ya Dila :))
Dan semoga quote ini bisa bermanfaat juga bagi teman-teman lain yang sedang gigih berjuang menyelesaikan spipnya :)

= to be continued =

Wednesday, August 7, 2013

Selamat Lebaran 1 Syawal 1434 H

Besok insyaallah udah lebaran aja ya. Padahal gw nggak banyak posting tentang bulan Ramadhan di blog ini. Tapi Ramadhan tahun ini berkesan karena gw sibuk mengerjakan revisi spip, mengurus printilan wisuda, dan pindahan dari kosan ke rumah. Cuaca juga masih sering hujan sehingga bikin puasanya nggak berasa karena udaranya adem~

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah masih diberikan banyak nikmat dalam menjalankan puasa di tahun ini :) Walaupun nggak banyak acara bukpus di luar, malah lebih banyak bukpus sendirian di kosan, hehe. Sisanya menyempatkan diri bukpus sama keluarga dan masbun :))

Minal aidin wal faizin ya teman, semoga puasa kita semua dapat diterima oleh Allah SWT, aminnnn..

sumber: makelarberita.com (link)

Btw, kalau melihat berita di koran, tv, dan internet, inflasi Indonesia di bulan Ramadhan tahun ini gila-gilaan lho. Emang sih, biasanya juga harga-harga pada naik pas bulan puasa. Tapi kenaikan harga bbm, yang juga memicu kenaikan harga angkutan umum ikut serta menjadi faktor penyebab naiknya harga. Defisit neraca perdagangan Indonesia juga semakin membesar karena ekspor yang menurun, terutama untuk minyak mentah. Jadi gapapa kalau keadaannya seperti di bawah ini..

sumber: makelarberita.com (link)

Tapi cuma becanda kok, hehe. Semoga kita bisa selalu bersyukur dan bersabar ya. Allah pasti tahu yang terbaik bagi semua hambaNya :))

= to be continued =

Tuesday, July 9, 2013

puasa sambil revisi

Hai haiiii !

Udah beberapa hari nggak nulis karena lagi hectic ngurusin sidang, dan alhamdulillah akhirnya kesampaian juga menyematkan titel SE setelah nama, yeaaaayyyyyy ! :))))

040713 makan-makan di warpas margonda abis sidang
bareng bestari, liza, widiya, n addina :D

Selanjutnya ngapain ?

Ngerjain revisi (nggak banyak sih, tapi tetep aja makan waktu) dan menyebarkan cv ke segala penjuru. Aih, kemudian muncullah galau lainnya yang pasti perjuangannya akan lebih besar daripada ngurus si spip ini ya. Apalagi kalau bukan mencari kerja. Berharap gw nggak akan terlalu lama menjadi beban negara dan orang tua dengan predikat pengangguran, amin ! >.<

Wisuda masih 30 agustus 2013, jadi masih lama lah ya. Kosan masih sampai 6 agustus, jadi packing juga nanti aja. Ngejalanin puasa sambil revisian dulu deh.

Met puasa ya teman-temaaan. Mau dimulai hari selasa tanggal 9 atau rabu tanggal 10, yang penting ngejalanin puasanya selalu bersemangat deh ya :D

= to be continued =

Monday, June 24, 2013

Feelings on Late June 2013

Saat di mana kuliah 5 tahun dan ngerjain spip 1 tahun itu serasa nggak ada artinya..

----------

Saat di mana gw ngerasa super menjijikkan, setelah itu dilanjut dengan ber-lala-land, tapi malah ke-gap dan merasa jadi orang yang semakin aneh.

----------

Saat di mana gw tahu ada secercah harapan di depan mata, sayang orang yang diharapkan cuma diam saja dan karena sebelumnya gw sudah menjadi menjijikkan di hadapannya, gw juga memutuskan untuk diam saja. Beberapa saat kemudian beneran aja kejadian. Menyesal sih, tapi orangnya juga biasa aja, sayang rasanya kalau harus terus jadi seseorang yang menjijikkan buat dia.

----------

Saat di mana suatu pemikiran terbit, "Kalau nanti gw udah punya suami, mungkin akan ada satu saat di mana gw akan terjaga dari tidur hanya untuk memerhatikan dia semalaman, dengan secercah senyuman, penasaran bagaimana dia bisa ditakdirkan untuk bersama, dan rasa syukur yang membuncah." Saat itu juga gw menyadari kalau lagu I Don't Wanna Miss A Thing itu super gombal, tapi yang gw rasakan sangat pas dengan liriknya. Tentunya masih harus bersabar sebelum bisa merasakan ini sih, hehe.

----------

Saat di mana mendengar cerita seorang teman yang mau resign, untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang diimpikan beserta keinginan untuk menikah tahun depan. Waw bangeeet, tau bakal sedih merindukan dia, sekaligus senang sekali mendengar kabar gembira tersebut :)))

= to be continued =

Monday, June 17, 2013

DIO 2013

Hai hai haiiii... !
Udah seminggu lebih nih nggak posting, kangeeeen.. *peluk blog*

Update kabar dulu ah. Jadi alhamdulillah, hari Selasa 11 Juni lalu gw udah ngumpulin si spip ke departemen. Tapi gw harus nunggu dulu surat pengajuan sidang gw jadi dari Biro Pendidikan dalam seminggu supaya gw bisa punya tanggal sidang. Jadi suratnya baru akan keluar minggu ini, dan penentuan tanggal akan ada setelah si surat gw sampaikan dari Birpend ke departemen.

Seminggu menunggu gw isi dengan binglas dan ngajar, juga sempat melakukan beberapa kegiatan seperti dateng nonton Djarum Indonesia Open dan nonton film di bioskop :D

----------

Djarum Indonesia Open

Nonton di hari Jumat 14 Juni 2013. Nonton di Istora Senayan bareng Pipito. Sebelum nonton gw ngajar dulu dan mampir ke Depok sebentar. Ke Senayan naik kereta menuju Stasiun Sudirman, dilanjut naik taksi menuju Senayan. Ternyata pak supir taksinya penggemar bulutangkis banget, dan dia agak sedih karena sampai hari itu belum kesampean nonton si Indonesia Open. Jadi malu karena gw sama sekali nggak ngikutin update, bahkan gw ga tau pertandingan udah sampai mana, siapa aja atlet Indonesia yang ikutan. Malah kayaknya bakal seru kalo gw bisa nonton bareng si pak supir karena pasti dia bakal cerita banyak sepanjang pertandingan :))

snapshot DIO 2013 dari tempat duduk
burem karena diambil dari kamera hp

Sampai Istora ketemu Pipito. Karena dia udah dateng duluan, dia udah ngetag kursi. Sayang sekali kursinya ada di bagian bawah (maksudnya biar nontonnya lebih jelas karena mendekati lapangan), tapi untuk turun ke sana nggak bisa lewat tangga dan harus turun lewat kursi-kursi yang ada, yang membuat gw nggak bisa turun ternyata, kemudian gw putuskan gw duduk sendiri aja di atas.

Pertandingannya seruu. Udah sampai perempat final. Sempet liat yang atlet Indonesia ada pertandingan satu tunggal putra, satu ganda putri, satu ganda putra, dan satu ganda campuran (nggak ada yang tau namanya hahaa). Tapi yang atlet dari negara lain juga seru kok :D 

foto sama gambar maskot DIO 2013 bernama Dio

Semoga tahun depan bisa nonton lagi dan mengikutinya dengan lebih baik deh. Dan semoga pak supir taksinya bisa dapat kesempatan nonton juga :))

Oiya, review filmnya di postingan selanjutnya yaa

= to be continued =