Friday, March 1, 2013

Perjalanan Rasa

Beberapa hari yang lalu, gw baru selesai membaca buku Perjalanan Rasa karya Fahd Djibran. 

 Perjalanan Rasa karya Fahd Djibran

Ini adalah buku ketiga Fahd Djibran yang gw baca, setelah A Cat in My Eyes, dan Yang Galau Yang Meracau: Curhat Tuan Setan. Oya, kalau nggak salah bulan Februari 2013 ini Fahd Djibran juga menerbitkan buku baru yang pengerjaannya berkolaborasi dengan Bondan Prakoso & Fade2Black berjudul Novel Tak Sempurna.

Dari 3 buku yang telah gw baca, Perjalanan Rasa sepertinya jadi yang paling mengasyikkan untuk dibaca. Bahasa yang lugas, apa adanya, tanpa mendayu-dayu, membuat gw dengan mudah mengerti apa yang ingin disampaikan oleh penulis tanpa mengerutkan dahi berlama-lama. Meski demikian, kelugasan yang ada tidak membuatnya lantas jadi membosankan, justru membuat gw melihat kembali kehidupan di masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Juga yang menyenangkan, di sini ada beberapa kisah pribadi dari Fahd Djibran, seperti saat membicarakan tentang doa, menindaklanjuti mimpi buruk, ditanya nasihat paling berpengaruh dalam hidup, diskusinya dengan seorang atheis, hubungan dengan ayah, dll.

Sebuah kebetulan di dalam buku ini, ada satu bagian tulisan dengan tokoh utama bernama Alia. Agak geer sih awalnya, haha, tapi tulisan tersebut membuat hati gw bergetar, dan menurut gw sangat cocok dibaca orang-orang yang sedang mengalami galau jodoh hihi

Saatnya

-- Alia

Kelak, akan datang juga, sendirian atau bersama-sama keluarganya: Seorang laki-laki yang memarkirkan mobilnya tepat di depan halaman rumahmu, kemudian turun dengan kemeja rapi yang agak kusut di bagian punggungnya.

***

Jika saat itu tiba, dari balik jendela, kamu akan melihatnya berdiri dan merapikan kerah kemejanya, lalu berjalan perlahan menuju pintumu. Maka dengarkanlah... Dengarkanlah, Alia... Suara langkah kakinya, ah suara langkah kakinya: Terdengar samar-samar dan bikin dadamu berdebar.

Di sanalah kau akan tahu bagaimana rasanya bila semesta bekerja sama untuk membuatmu bahagia -- tapi malah bikin kamu deg-degan: Saat kamu justru bertanya-tanya apakah semua ini benar-benar nyata?

Tetapi, demikianlah kamu telah dipaksa untuk percaya pada kenyataan paling istimewa yang entah bagaimana caranya telah tersedia di depan mata. Maka setiap langkahnya semakin dekat ke pintumu, Alia, diam-diam ada yang bikin dadamu makin sesak. Ada sesuatu yang entah apa namanya sedang berusaha menyumbat pernapasanmu: Bikin kamu keringetan melulu. Lantas kamu kehilangan kendali pada saraf senyummu sendiri: Yang begitu lama kamu tunggu, kini tengah duduk menunggumu di ruang tamu!

Maka berjalanlah dengan segenap perasaan itu, Alia, dan sambutlah senyumnya yang manis -- tatap matanya yang puitis: Dia sudah datang!

***

Alia, bersabarlah, kelak akan datang juga, sendirian atau bersama-sama keluarganya: Seseorang yang dengan penuh kerinduan akan kau panggil sebagai "jodoh".


Terima kasih Fahd Djibran atas bukunya yang sangat menarik !
Oiya tenang aja, insyaallah gw sabar menunggunya kok hehe :D *ngomong ke diri sendiri*

= to be continued =
CERITA ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa, hanyalah kebetulan belaka - See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/07/22/193519/Daya-Sebuah-Cerita#sthash.6veUV7hd.dpuf
CERITA ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa, hanyalah kebetulan belaka - See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/07/22/193519/Daya-Sebuah-Cerita#sthash.6veUV7hd.dpuf
CERITA ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa, hanyalah kebetulan belaka - See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/07/22/193519/Daya-Sebuah-Cerita#sthash.6veUV7hd.dpuf

No comments: