Friday, August 2, 2013

I Need My Lala Land

Rambling two things

----------

Diingatkan oleh dua orang yang berbeda di waktu yang berdekatan bahwa "cukup" adalah lebih baik dari berlebihan. Dan kata "cukup" memang subjektif, berbeda-beda bagi setiap orang. Maka sekiranya "cukup" harus dilengkapi dengan ikhlas untuk menerima keadaan dan jujur kepada diri sendiri. Bukan berarti harus pasrah tanpa usaha, tapi berjuang dengan niat yang baik tanpa memaksakan diri sendiri. "Cukup" adalah bersyukur, berterima kasih karena selalu yakin bahwa Allah tahu yang terbaik bagi setiap hamba-Nya :)

----------

Gw pernah berjanji kepada diri sendiri untuk bisa mengikuti sebuah bukpus secara rutin karena tau ada seseorang yang ingin gw temui, dan salah satu cara paling efektif untuk menemuinya adalah dengan datang ke bukpus itu. Walaupun ternyata semakin lama gw merasa datang ke bukpus itu nggak segitunya bermanfaat, malah kayaknya enakan bukpus di rumah aja.

Lalu sekarang kembali lagi ke situasi yang hampir mirip. Cuma yang ini lebih dari sekedar bukpus sih. Padahal kayaknya ini udah berkali-kali terjadi, tapi kok ya gw sendiri sepertinya menikmati. Meskipun tau orang yang ingin ditemui sepertinya nggak kepengen-kepengen amat ketemu gw, haha.

Yaudahlah aliaaa, ayo biasa aja ! Kalau emang mau move on ya move on lah, dan biarin aja kalau ternyata orang itu juga move on dari kamu. Jangan sedih ya :)

----------

I need my MH to talk to. MH is my Lala Land.

Definition Lala Land from Urban Dictionary (link)

1. You know when you see someone and think, "wow, they're in their own world." Well that world is la la land.

2. To be zoned out or spaced out. To be in a sort of semi-concious state until snapped out of it. Usually by a slap across the face or a hand waving around in front of your eyes.
= to be continued =

No comments: