Saturday, December 31, 2016

End of 2016

I have posted this photo and caption in my instagram. But I think it's okay to share it here too. Because I realize that instagram doesn't have good archieve, so it will be easier if I want to read it again if I posting it here.

---


Looking back to the moments in 2016 is like opening a menu in a restaurant. You start with the appetizer, hoping to fully your tummy with the main course, and ending it with sweet dessert.

The menu can be looked so nyummy and beautifly photographed, but after the waiter giving you the real food, you've got to admit sometimes you have higher expectation than the reality. And it starting to make you feel disappointed in life.

I have some new resolutions to achieve in 2017, which I will post tomorrow here. But mainly, I want to grow up to be a more matured person. To have no expectation, so I will be grateful for everything happened in my life. To feel I am a complete person, with or without anyone else in my life. To focus in my own life, not worrying so much about anyone else who has no intention with me. To let people come and go in my life with a smile. Because I know God knows the best for me :)

Thank you for all the people who gives my 2016 a lot of colourful memory. From the pinkish cheks, to the darker eye bags. Hope we can maintain it better in 2017.

Happy new year, guys :)

---

Location: Beatrice Quarters, Mall Kelapa Gading 5.
You should check it out, guys! The interior design is so sweet and the food is delicious :9

Photo by: Liza Farihah

Review Penjualan Agenda UI 2016 dan 2017


Di penghujung tahun 2016 ini, saya ingin membuat review satu barang yang selalu mengiringi hari-hari saya di tahun 2016, yaitu adalah: agenda!

Sumber gambar: tokopedia.com (link)

Friday, December 30, 2016

Suneo

Terima kasih

atas

suara tawamu yang renyah
bercandamu yang tak pernah menggunakan kata kasar
kesukaanmu terhadap lagu westlife, terutama lagu Soledad
kecerdasanmu yang membuatku terpesona
celetukanmu yang kadang bikin aku berpikir, ini harus kutanggapi atau tidak ya? ^^;

dirimu yang tak pernah segan menjadi imam shalat
rasa sayangmu pada keluarga dan sahabat (yang salah satunya jadi paparazzi memotret kita diam-diam dari belakang)
ringan tanganmu untuk membantu orang-orang
cita-cita tinggimu untuk bermanfaat bagi masyarakat

kamu yang tidak ingin aku tidur larut malam
kamu yang tidak ingin aku berjalan-jalan tidak jelas sendirian
kamu yang suka makanan terutama dengan rasa pedas (tapi sekarang tidak bisa banyak-banyak karena perutmu sudah jadi sensitif karena kamu pernah berlebihan memakannya, ckck)

suara tenor kamu ketika bernyanyi
kereligiusanmu yang kamu jaga
warna hijau yang jadi warna favoritmu
nervousnya kamu ketika aku tatap dan aku telpon
khawatirnya kamu ketika aku menangis

kamu yang suka pantai ataupun gunung
kamu yang tahu aku phobia ketinggian dan menawarkan tangan kamu untuk aku pegang erat ketika aku takut turun di jalanan curam
pundak yang kamu pinjamkan agar aku bisa tertidur
kamu yang sabar dengan pms aku
kamu yang ekstrovert dan pelan-pelan membuka keintrovertan aku

---

Aku tak tahu berapa lama kamu akan ada
Toh pertemuan dan kehadiran kamu sudah jadi sesuatu yang aku syukuri
Karena satu jawaban doaku pada Allah sudah dikabulkan
Untuk bisa menutup tahun 2016 ini dengan perasaan yang lebih baik

Aku tahu cita-cita kamu
Aku berharap aku tidak akan pernah menjadi distraksi ketika kamu sedang berjuang mencapainya
Aku berharap kita bisa bersama menjadi pribadi yang lebih baik
Hingga mungkin jika nanti datang saatnya, jika Allah memang menakdirkan kita untuk bersama
Takdir tersebut dapat dipermudah jalannya

---

Aku punya satu kode nama untukmu: suneo :D



Aku tahu kamu tidak terlalu menyukainya, haha
Aku hanya melihat persamaannya pada rambutmu yang suka mencuat (tapi sekarang sudah kamu potong pendek dan tidak mirip suneo lagi katanya, haha)
Dan senyum yang bikin mulutmu terlihat bersudut
Dan tinggi kita yang hanya terpaut 17 cm
Dan cara bicaramu yang kadang terdengar sedikit arogan, tapi toh aku menikmati segala ceritamu
Karena aku tahu bukan maksudmu untuk bicara seperti itu
Hanya nada bicara lucumu yang bikin aku ingat dengan nada bicaraku yang juga tidak biasa

---

Entah bagaimana cerita kita akan berjalan
Aku akan menjalaninya dengan segenap perasaan
Jika pun nanti harus berpisah jalan
Aku tetap bersyukur atas semua yang ada

Terima kasih :)

Saturday, December 24, 2016

Trauma

Ketika kamu sudah pernah menikmati suatu keindahan dan tahu sakitnya ketika keindahan itu dicabut darimu, kamu kira kamu akan menjadi lebih kuat karena kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan.

Ternyata, tidak.

Ternyata bahkan sebelum kehilangan itu terjadi, kamu sudah ketakutan. Kamu sudah membayangkan kepedihan. Yang harusnya belum tiba, jadi muncul lebih awal. Ketika bahagia masih terlihat titiknya, kamu sudah merinding pada selimut kelam yang akan menutup semua cahaya yang ada.

Kamu. Trauma.


Sunday, December 18, 2016

2016 Best Nine from My Instagram

One of my favourite social media, instagram!

I start using it from August 2015. I am focusing on food and flower post. I use camera from handphone Samsung S3, then Samsung S6. I hope I can buy a "real" camera to make more proper photograph. I think I will try to save up some money to but a mirrorless camera. It's gonna be one of my 2017 resolution :)

And these are my 2015 and 2016 best nine photos in instagram. I am making it from website 2015bestnine.com and 2016bestnine.com (link). The web picks photos with the most likes as the best. Eventhough it's not always showing the best in our heart :)



2016 will be over soon. Do you feel 2016 is going too fast?

Friday, December 16, 2016

Paruh Kedua 2016 bersama Bestari

Salah satu teman baik yang saya kenal dari SMA 8 angkatan 2008. Kuliah di jurusan dan fakultas yang sama yaitu Manajemen FEUI. Tinggal di satu kosan yang sama kira-kira 4 tahunan (cmiiw) Pondok Kartini, Kutek.

Setelah lulus kuliah, masing-masing menjalani hari dengan karier yang dipilih. Saya menetap di satu perusahaan. Bestari lebih petualang, mencoba peruntungan hingga ke negeri di seberang lautan. Beruntung teknologi komunikasi yang canggih masih dapat menyatukan. Hingga paruh kedua 2016 yang saya rasa cukup menyakitkan di awal, tetap bisa menyenangkan karena bisa meluangkan waktu bersama Bestari :)

Saya sempat menggabungkan beberapa foto kegiatan bersama Bestari di instagram. Bersama penjelasan foto yang saya coba uraikan layaknya puisi ala-ala :P


Terbiasa melakukan perjalanan sendiri, jadi bersyukur ketika ada yang bersedia menemani.
 

Dari baju dan muke rapi, hingga berantakan lepek sana-sini.

Menyusuri jalanan Jakarta pun jadi petualangan berarti. Ancol, monas, TIM, taman menteng, dan taman suropati. Kfc, McD, dan kafe tempat ngopi. Jalan kaki, menonton film, dan membicarakan permasalahan hidup juga ekonomi. Selfie pun jadi seru karena muka sumringah tak lelah untuk berekspresi.

Terima kasih atas kebersamaannya. Semoga semesta bisa mempertemukan kita lagi dalam simfoni kehidupan suatu hari nanti :)

Alia dan Bestari, Juli - Okt 2016.

Terakhir bertemu Bestari adalah ketika menonton stand up comedy Juru Bicara Jakarta oleh Pandji Pragiwaksono di Kota Kasablanka. Saat itu bersama Dadi juga. Malam yang super menyenangkan. Sayang harus berjalan begitu cepat.

 Alia, Bestari, dan Dadi menonton Juru Bicara Jakarta 101216

Seperti akhir dari puisi ala-ala di caption instagram, semoga semesta mempertemukan kita lagi ya Best! Tetap sehat dan semangat di Bali. Semoga selalu berbahagia dan bisa mensyukuri hidup apa adanya :)