picture from : www.weheartit.com= to be continued =
Bagi anak-anak, orang dewasa adalah spesies aneh. Kita mendandani diri dengan pakaian aneh dan membuat lelucon yang tidak lucu. Kita secara berlebihan merayaan kegemaran makan, bukan hanya ikan, tapi terkadang juga ikan mentah. Kita menonton film tentang orang-orang yang banyak bercakap-cakap, tanpa ada hal lain yang tampaknya terjadi. Kita bahkan mengkritik sang presiden, yang bagi seorang anak tampak seperti orang baik, seorang ayah, hebat.
Politik hanyalah satu segi aneh kehidupan orang dewasa. Begitu banyak pertanyaan anak-anak terpusat pada kebiasaan dan perbuatan aneh dunia orang dewasa, dari baju, benda-benda yang kita beli, sampai kemampuan kita membuat peraturan, yang menurut mereka, tampak semaunya.
"Mengapa orang membeli barang yang tidak mereka butuhkan?"
"Mengapa orang dewasa boleh melakukan yang mereka mau?"
"Mengapa laki-laki mengenakan dasi?"
Pilihan hiburan kita mendapat perhatian khusus : lukisan orang yang hanya berdiri saja, musik dengan melodi yang tidak jelas, buku yang tidak bergambar. Mengapa kita menganggap hal-hal yang jelas membosankan sangat menarik ?
Festival Film Eropa yang dikenal dengan Europe on Screen (EoS), sebuah festival yang menjadi jendela untuk menyaksikan budaya Eropa lewat beragam film dan sarana bagi penonton untuk mengembangkan apresiasi terhadap film-film di luar arus besar, tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima dengan tema 'Old and Young Europe'. Tema ini menyorot dinamika benua Eropa yang sarat dengan sejarah dan tradisi namun tidak luput dari pembaruan di berbagai bidang, disajikan melalui 24 film panjang dan 1 film pendek dari 21 negara-negara Eropa yang diproduksi dalam rentang waktu lebih dari dua dekade. Keseluruhannya terbagi dalam beberapa seksi film: Against the Odds, Crime and Misdemeanour, Family Affairs, Songs of Survival, Sprinkles of Laughter. Tahun ini EoS juga mempersembahkan 9 film pendek Indonesia terbaik melalui EoS Short Film Competition.
Europe on Screen 2011 akan berlangsung di:
Yogyakarta 28-29 Oktober: Lembaga Indonesia Perancis
Bandung 1-2 November: Centre Culturel Français de Bandung (CCF)
Jakarta 4-11 November: Erasmus Huis, GoetheHaus, Istituto Italiano di Cultura, Institut Française Indonesia (IFI)/CCF Jakarta, Kineforum Jakarta Arts Council
Denpasar 12-13 November: Alliance Française
Banda Aceh 14-18 November: Europe House
Surabaya 19-20 November: CCCL
Semarang 23-24 November: Universitas Diponegoro
Untuk pertama kalinya, tahun ini panitia festival mengadakan kompetisi film pendek bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta, Boemboe.org, dan Minikino. Para pembuat film dari 19 kota di Indonesia telah mengikutsertakan 69 film pendek ke dalam kompetisi ini. 9 film terpilih akan dapat kita saksikan dalam sebuah program bertajuk EoS Short Film Competition Finalist 2011. Pemenang "Best Film" berhak untuk mendapatkan 1 Mac Book Pro dan peraih "Audience Award" pilihan terfavorit penonton akan mendapatkan 1 kamera Canon EOS 600D.
Berkenaan dengan kompetisi ini, festival menyelenggarakan Short Film Talk Discussion with Jury Panel, yang terdiri dari Alex Sihar (Ketua Komite Film Dewan Kesenian Jakarta), Ray Nayoan (sutradara film), Varadila (Manajer Program Minikino). Diskusi dilanjutkan dengan presentasi dari IdFC (Indonesian Film Centre). Acara ini akan berlangsung di Institut Francaise Indonesia pada tanggal 6 November 2011.
Suguhan lain yang menarik di EoS tahun ini adalah pertunjukan musik Reminiscing Beatles Night by The Banery yang disponsori oleh The British Council, setelah pemutaran film "Nowhere Boy" yang berkisah tentang perjalanan awal karir seorang legenda musik John Lennon. Saksikan di Eramus Huis pada 9 November 2011.
Seluruh pemutaran film bersifat gratis dan tiket masuk dapat diperoleh 45 menit sebelum film diputar di masing-masing lokasi.
Selamat Menonton!
Informasi lebih lanjut:
www.europeonscreen.org
info[at]europeonscreen.org
Facebook: Europe On Screen | Festival Film Eropa
Twitter: europeonscreen
" Do you know why you’re still here? It’s something called polarity. Because the opposite of love is not hate, it’s indifference, and when you have people that love you and hate you, that is the definition of a true star "