Monday, October 24, 2016

Pengalaman Pertama Donor Darah

Salah satu hal yang belum pernah seumur hidup saya lakukan, akhirnya kesampaian juga!

Akibat kejadian waktu sd di mana saya mau disuntik ambil darah, saya melihat dengan jelas bagaimana si jarum menempel ke kulit saya, lalu saya (dengan bodohnya) malah refleks menarik tangan saya, yang menyebabkan tangan saya luka tergores (nggak dalem, tergores biasa saja) dan saya menangis kejer. Itu kejadiannya lagi di bulan puasa. Akhirnya supaya saya diam, ibu saya membelikan saya minuman dingin. Batal deh puasanya, haha.

Selanjutnya setiap ada kata-kata donor darah, saya jadi teringat terus dengan memori itu. Apalagi ada yang bilang bahwa setelah donor darah, tubuh kita akan lemas sesudahnya. Padahal jarak waktu antara satu donor dan donor lainnya itu 3 bulan. Masa saya lemes 3 bulan gimana dongg?? Pikir saya yang superawam tentang dunia perdonoran darah hahah :"D



----------

Keinginan untuk donor pun akhirnya muncul juga akibat mendengar seorang senior, yaitu Kak Ray, bercerita bahwa dia mencoba merutinkan donor darah setiap tiga bulan. Dia bilang donor darah itu adalah satu hal sederhana untuk diri kita, tapi begitu berharga dan luar biasa untuk orang lain. Kita hanya kehilangan sekian cc darah yang nantinya bisa diproduksi gratis lagi oleh tubuh kita. Tapi itu semua jadi manfaat tak terhingga untuk korban misalnya kecelakaan, ibu melahirkan, dan pasien lainnya yang butuh secepatnya.

Mendengar kata-kata tersebut saya pun jadi tergelitik. Saya sendiri menyadari bahwa belum banyak hal yang bisa saya berikan agar bisa bermanfaat untuk masyarakat. Jadi ketika ada satu hal yang terbilang mudah dapat saya lakukan, kenapa tidak? :")

----------

Syarat untuk menjadi donor darah berdasarkan situs PMI (link) adalah:

1. Sehat jasmani dan rohani
2. Berusia 17-65 tahun
3. Berat badan minimal 45 kg
4. Tekanan darah normal yaitu sistole antara 100-170 dan diastole 70-100
5. Kadar hemoglobin antara 12.5g% - 17g%
6. Jika sebelumnya sudah pernah donor, jarak antardonor adalah 3 bulan

----------

Saya mendonorkan darah di PMI Pusat yang berlokasi di Jalan Kramat Raya Nomor 47, Jakarta Pusat. Telpon 021 - 390 6666 atau 021 - 390 2959.

Langkah-langkah yang saat itu saya lakukan untuk melakukan donor adalah:

1. Datang dan mengisi formulir pendaftaran
2. Menyerahkan formulir pada loket pendaftaran dan menunggu dibuatkan tanda terima
3. Cek berat badan dan hemoglobin
4. Cek tekanan darah + ditanyai apakah sudah makan dan apakah ada obat yang sudah dikonsumsi dalam beberapa waktu terakhir
5. Menyerahkan tanda terima pada petugas dan antre giliran untuk donor
6. Dipanggil untuk donor dan nikmati menit-menit penantian darah anda diambil
7. Jika sudah, karena saya baru pertama kali, saya akan mendapatkan kartu donor agar bisa mengingat kembali kapan saatnya saya bisa kembali ke sana untuk donor lagi
8. Ke bagian kantin untuk mendapatkan konsumsi


Foto kiri: 350 cc darah yang saya donorkan; Foto kanan: konsumsi yang saya dapatkan


Sudah. Cukup mudah kan? :D

----------

Beberapa catatan kejadian di hari H tersebut adalah:

1. Saya mendonorkan darah pada Rabu, 19 Oktober 2016. Pada kartu donor saya terdapat catatan bahwa saya dapat mendonorkan lagi paling cepat setelah Senin, 2 Januari 2017.
2. Cek hemoglobin menggunakan tembakan di jari yang penyelesaiannya cepat sekali. Terasa seperti digigit semut hihi.
3. Kita harus memberikan kartu donor kita pada petugas agar mendapat antrean. Saya yang awam tidak tahu hal ini sehingga saya duduk menunggu saja di ruangan sambil kebingungan kenapa setelah 30 menit tidak ada panggilan, hahah. Petugasnya juga tidak ada yang menanyai dan tidak terdapat papan arahan yang jelas.
4. Sebelum donor darah hendaknya mencuci tangan sampai siku dulu. Saya tidak melakukannya. Untunglah tangan saya bersih-bersih saja, hehe.
5. Darah saya tidak mengalir cukup lancar. Akhirnya saya diberikan bola agar tangan saya bergerak dan petugasnya agak memijit lengan saya agar peredaran darahnya lebih lancar.
6. Saya tidak mau melihat proses penusukan dan pelepasan jarum. Kayaknya sih serem. Daripada saya refleks narik tangan saya lagi wkwk
7. Ada bekas memar biru setelah selesai donor. Katanya itu wajar, ya sudahlah.
8. Menu konsumsi setelah jam 12 siang adalah mie. Tapi jika datang sebelum jam 12, menu tersebut bisa berubah menjadi nasi, atau pernah juga lontong sayur (info dari teman saya Widiyong :D)
9. Tubuh saya terasa baik-baik saja setelah donor dan makan konsumsi yang diberikan. Saya masih kuat berjalan kaki 3 km setelah donor. Tapi memang malamnya terasa lebih cepat mengantuk. Fase cepat mengantuk ini berjalan kira-kira 2 hari saja untuk saya.

----------

Semoga kebiasaan baik ini dapat saya lakukan secara berkala ya. Ingat, berbagi tidak dinilai dari besar-kecilnya hal yang kita berikan, tapi dari niat tulus si pemberi. Insyaallah tindakan kecil kita dapat menjadi tabungan pahala dan membantu memudahkan urusan saudara kita, aminnn.

Semangat! :D

No comments: