Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Saturday, December 31, 2016

Review Penjualan Agenda UI 2016 dan 2017


Di penghujung tahun 2016 ini, saya ingin membuat review satu barang yang selalu mengiringi hari-hari saya di tahun 2016, yaitu adalah: agenda!

Sumber gambar: tokopedia.com (link)

Monday, October 31, 2016

Tanggal Rilis The Incredibles 2 dan Toy Story 4 + Vans X Toy Story

Gambar dari comingsoon.net (link)

Setelah ada yang membagikan tautan di facebook tentang tanggal rilis film The Incredibles 2 dan Toy Story 4, saya menjadi bernostalgia kembali tentang kedua film tersebut.

Monday, August 22, 2016

Turun 10 kg

Salah satu resolusi tahunan (link) rutin di beberapa tahun terakhir yang kayaknya susah banget tercapai, akhirnya, bisa juga dijalankan!


Wednesday, June 22, 2016

Film yang ditonton April - Des 2015

Ternyata udah lamaaaaa banget nggak update tentang film yang udah ditonton di bioskop. Terakhir itu diupdate bulan Maret 2015 (link), lebih dari setahun yang lalu, cing!

Yaudah, kita update dulu yang tahun 2015 ya. Mungkin setelah ini postingannya buat yang 2016, hehe.

Film yang ditonton di tahun 2015 pada bulan:

- April
1. Sponge Out of Water, 030415 (ditonton 2)
2. Tjokroaminoto, 130415
3. Fast and Furious, 150415
4. Filosofi Kopi, 220415
5. Avenger: Age of Ultron, 250415 (ditonton 2x)

- Mei
1. Europe On Screen 2015! Reviewnya baca di sini ya (link)

- Juni
1. Siti, 090615
2. Jurrasic World, 160615
3. Minions, 210615 (ditonton 3x)
4. Terminator Genesys, 280615

- Juli
1. Ant Man, 220715 (ditonton 2x)

- Agustus
1. Mission Impossible 5: Rogue Nation, 050815
2. Inside Out, 220815 (ditonton 2x)

- September
1. Maze Runner: Scorch Trial, 120915
2. The Intern, 270915

- Oktober
1. The Walk, 101015

- November
1. Spectre, 081115
2. Hunger Games: Mockingjay Part 2, 221115

- Desember
1. Star Wars 7: The Force Awakens, 301215

Total ada 19 film. Total selama 2015 adalah 26 film. Film Indonesia yang ditonton berjumlah 4, sisanya film asing.

----------

Thursday, November 5, 2015

James Bond: Spectre Coming Soon 6 Nov 2015 di Indonesia

Sudah memasuki bulan November!!!

Salah satu hal yang saya tunggu dari akhir tahun 2015 ini adalah ingin menonton beberapa judul film, di antaranya The Little Prince, James Bond: Spectre, dan Hunger Games: Mockingjay Part 2.


Film Spectre sudah dirilis di Inggris sejak tanggal 26 Oktober 2015. Di Amerika akan dirilis hari Jumat, 6 November 2015. Di Indonesia pun akan dirilis di tanggal 6 November (link). Bagi yang tidak ingin kehabisan tiket di hari-hari pemutaran awal, pihak 21 Cineplex sudah membuka penjualan tiket sebelum hari H pertunjukan (preorder.red) melalui M-Tix.

Spectre adalah seri film James Bond ke 24. Saya sendiri baru menonton 2 film terakhirnya saja, yaitu Quantum of Solace di tahun 2008 dan Skyfall di tahun 2012. Film Spectre menjadi film keempat yang dibintangi Daniel Craig sebagai pemeran utama. Film pertamanya di seri James Bond adalah Casino Royale. Kabarnya film ini akan menjadi film berdurasi terpanjang selama seri James Bond, yaitu antara 155 atau 160 menit (link), yang berarti bisa hampir 3 jam!

Sejak diputar 26 Oktober 2015 di Inggris, Spectre sudah masuk ke jajaran film Box Office. Tapi setelah beberapa saat berselancar di Google, entah kenapa saya merasa orang-orang yang terlibat dalam film ini mengalami penurunan semangat untuk melanjutkan serinya. Daniel Craig sang pemeran utama dikabarkan ingin berhenti ikut serta dalam film ini, walaupun dia sendiri mengklarifikasi kontraknya masih akan berlanjut di satu film lagi (link). Sang sutradara, Sam Mendes, juga menyatakan akan berhenti menyutradarai film James Bond walaupun film Skyfall dan Spectre sukses besar di pasar (link). Lalu perusahaan Sony yang memegang franchise film James Bond diisukan akan menjual franchisenya ke perusahaan lain (link). Padahal sebelumnya Sony sudah "membagi" hak franchise Spiderman bersama Marvel.

Well, semoga apapun yang terjadi adalah untuk yang terbaik ya. Semoga saya sempat menulis reviewnya setelah menonton film ini :D

Sunday, October 25, 2015

Sedikit Kutipan Buku Rumah Tangga karya Fahd Pahdepie


Seperti yang sudah saya janjikan di postingan ini (link), saya akan menuliskan kutipan yang menurut saya menarik dari buku Rumah Tangga. Buku ini ditulis oleh Fahd Pahdepie dan diterbitkan oleh Panda Media. Buku ini menceritakan tentang kehidupan rumah tangga sang penulisnya, Fahd Pahdepie, dengan istrinya, Rizqa, selama 5 tahun usia pernikahan mereka.

Tuesday, October 20, 2015

Late Post: Talkshow Rumah Tangga di Gramedia Matraman 300815

Pada bulan Agustus lalu, saya sempat membagi poster di bawah ini dan berharap sekali bisa datang (link).


Saya tadinya was-was tidak bisa datang karena pada hari tersebut saya harus mengajar hingga pukul 18.00. Untunglah punya teman baik hati yang bersedia menukar jadwal mengajarnya, sehingga saya bisa selesai mengajar pukul 15.45. 

Monday, September 7, 2015

Going to Books and Beyond Pacific Place in 160815

Sunday, August 16th 2015, I go to Books and Beyonds in Pacific Place, Jakarta. It was unintentionally, I go there because I have to wait Mas Ndut meeting with his colleagues (yes, he has meeting on SUNDAY! Ha ha). The bookstore is not too big, but it is comfortable. The books they have mostly imported from another country.



This rack of self development books is catching the most of my attention. Maybe it's because I don't know what kind of novel is good for me right now, and this kind of self development books usually match whoever need to motivate their life.


I have seen this series of "Big Ideas Simply Explained" several times in some book stores. The book explain about psychology, economics, philosophy, science, and religion in easy way and a lot of pictures. I would love to have all of the books, but it's pricey so I choose not to buy now, huhu.

Then I arrived to section about adult's coloring books. 


I think this book is perfect for adult who wants to get rid their stress and need to find their inner child enthusiasm to light up their life. The book is so interesting and I almost buy it. Luckily I have a chance to take a sneak peak and realize that the author is making the picture so detailed. I am a little bit worried I become lazy and not doing this book in the future, hahah. Beside the book is quite expensive too. If you want to know what adult's coloring book looks like, you can get it for free in here (link).


In the previous paragraph, I write that I don't have the interest to go to the novel section. Well, the fact is I still have the interest, when I see these Harry Potter book, hahah :'D. I already have one set of 7 Harry Potter books. But seeing this Harry Potter novel with new cover still makes me want to buy them, ckck.


Books and Beyond also have a unique program which called "Blind Date with A Book". They let you buy three books which have the same theme like Children Activity, Sport, Romance, etc, for Rp159.000,00. This program is good for people that likes to judge a book by its cover :P

So, after walking around this tiny but lovely bookstore, I choose to buy this book.


It's called "Q&A a Day for Me". It's a 3 year journal that have 365 daily questions and 3 columns for us to write the answer. Question like,

"Books I couldn't put down.."
"Who is your favourite teacher?"
"What would you do if you have a magic wand?"
Etc.

I think this book has an amazing ideas to light up my everyday routines with ordinary question which sometimes makes me think about how my life is going on. But I have to really focus to keep writing and keep this book to see how much I change through the entire 3 years. Let's see if I can keep this book and patiently writing in it :D

The funny things come in the end when I pay the book. So, Books and Beyond give 17% off for any book you purchase until August 31st 2015. The discount is to commemorate Indonesia independence day. And the amount of price I have to pay is



Rp178.450,00!

I really check to the cashier twice that they are not making this purposely because tomorrow is Indonesia independence day. But no, I just get lucky they said :))

= to be continued =

Sunday, August 23, 2015

Lava Song from Lava Movie Opening Inside Out

After "Love is an Open Door" song from Frozen (link), this "Lava" song become my next favourite lovable song from animation movie. This song become original soundtrack for movie which have the same title as the song, "Lava". "Lava" is the short opening movie for Pixar's 3D Inside Out.

Uku, the mountain who dreamed about another mountain 
to be in lava with him 

You will enjoy the song more if you can watch the movie too. The movie have unique plot about a mountain who wish he had another mountain to be in lava with him. Well, you realize the creator using a pun because they use lava instead of love, because the main character is a mountain, haha. But still, they are making this movie so good making me teared up watching it :')

You can read more the backstory about the song and movie in here (link).

Well, let's sing this song together! :))



Lava

Performed by Kuana Torres Kahele and Napua Greg (vocal), James Ford Murphy (ukulele)

A long, long time ago 
There was a volcano 
Living all alone, in the middle of the sea 

He sat high above his bay 
Watching all the couples play 
And wishing that, he had someone too 

And from his lava came, this song of hope, that he sang out loud 
Everyday, for years and years 

I have a dream, I hope will come true 
That you're here with me, and I'm here with you 
I wish that the earth, sea, the sky up above 
Will send me someone to lava 
  
Years of singing all alone, turned his lava into stone 
Until, he was on the brink of extinction 
But little did he know, that living in the sea below 
Another volcano was listening to his song 
  
Everyday she heard his tune, her lava grew and grew 
Because, she believed, his song was meant for her 
Now she was so ready to meet him above the sea 
As he sang his song of hope for the last time 

I have a dream, I hope will come true 
That you're here with me, and I'm here with you 
I wish that the earth, sea, the sky up above 
Will send me someone to lava 

Rising from the sea below, stood a lovely volcano 
Looking all around but she could not see him 
He tried to sing to let her know that she was not, there alone 
But with no lava his song was so gone 

He filled the sea, with his tears and watched his dreams, disappear 
As she, remembered what his song meant to her 

I have a dream, I hope will come true 
That you're here with me, and I'm here with you 
I wish that the earth, sea, the sky up above 
Will send me someone to lava 

Oh they were so happy to finally meet above the sea 
All together now, their lava grew and grew 
The longer are they all alone, with aloha as their new home 
And when you visit them, this is what they sing 

I have a dream, I hope will come true 
That you'll grow old with me, and I'll grow old with you 
We thank the earth, sea, the sky we've been to 
I lava you I lava you I lava you

= to be continued = 

Saturday, August 22, 2015

Perbandingan antara Blog, Twitter, Facebook, Instagram, WA, dan Line

It's gonna be a long post, for sure..

----------

Well, membuat postingan ini dengan tujuan ingin mengetahui lebih dalam kenapa saya mulai ngebiarin blog ini nggak keupdate lagi. Kalau boleh ngeles, alasannya adalah karena saya mulai join media sosial baru, yaitu instagram! Terus saya selama 2 minggu ini keasikan di sana, rajin update, yang akhirnya nggak ngisi-ngisi blog, haha.

Saya selama ini memiliki beberapa akun media sosial dan jadi ingin membandingkan secara sederhana. Ikutnya cuma sedikit sih, tapi dari yang sedikit itu saja saya bisa mengambil beberapa hal, di antaranya:

1. Blog

Gambar dari www.brandwatch.com (link)

Saya sudah ngeblog sejak tahun 2006 di friendster. Lalu pindah ke blogspot dari tahun 2007 sampai sekarang. Saya punya blog lain di wordpress, tapi itu hanya untuk konsumsi pribadi saja.

Blog sebetulnya adalah tempat menulis. Seperti sebuah buku harian yang bisa diisi berbagai macam media seperti tulisan, video, lagu, foto, gambar, dll. Tapi kini banyak juga orang yang mengisi blognya dengan informasi super bermanfaat sehingga bisa dikutip oleh orang lainnya.

Buat saya, kelebihan blog dibanding media sosial lainnya adalah dia memiliki archive alias penanggalan yang jelas, dari tahun, bulan, tanggal, hingga ke label apa yang kita sertakan di setiap postingan. Asal kita membuat judul yang jelas, maka kita dengan mudah mencarinya. Berbeda dengan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll yang tidak memiliki archive yang jelas, sulit untuk dicari via google, dan harus siap-siap men-scroll jauh untuk mencari postingan misalnya yang kita tulis setahun lalu.

Banyak website yang menyediakan fasilitas blog, misalnya blogspot, wordpress, tumblr, dll.

Beberapa website yang menyediakan blog
Gambar dari www.blogeasyway.com (link)


2. Twitter

Gambar dari www.dailygenius.com (link)

Sebelum twitter, saya terlebih dulu nyemplung ke plurk. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu hanya menyediakan 140 karakter untuk menulis, itulah mengapa twitter dan plurk disebut sebagai microblog. Karena keterbatasan kata, muncul website yang dapat membantu memperpendek link ketika kita ingin membagi alamat suatu website (jangan bingung ya bacanya).

Saya mulai memiliki twitter dari tahun 2010. Alasannya adalah karena biro pendidikan kampus saya memilih twitter sebagai media untuk memberi tahu tentang penambahan dan pembatalan kelas. Postingan bisa dilihat di sini (link). Sebelumnya saya merasa memiliki plurk saja sudah cukup karena beberapa teman saya sudah di sana. Tapi kalau dilihat sekarang, plurk sudah penuh dengan iklan, juga teman-teman saya akhirnya hijrah sudah tidak memakainya lagi.

Di twitter, kita bisa berbagi tulisan, foto, dan video. Ketika kita ingin menulis lebih dari 140 karakter, kita bisa membagi tulisan menjadi beberapa bagian dan menyatukannya lewat hashtag (#). Dengan adanya hashtag, ketika kita ingin membaca semua tulisan secara berurut, kita tinggal mengklik atau mencari dengan mengetik hashtag dan kata tersebut di kolom pencarian.

Twitter memiliki home yang terupdate secara sistematis berdasarkan waktu. Informasi yang beredar di twitter sangat cepat berganti. Biasanya untuk memastikan orang lain membaca tweet kita, kita harus siap-siap untuk mengulang tweet tersebut pada jam-jam strategis orang membuka twitter.

Di twitter ada istilah "retweet", yaitu untuk mengopi tweet orang apa adanya tanpa harus menulisnya ulang. Ketika kita me-retweet, sumber asli yaitu username orang yang pertama kali menulis informasi akan tetap ada. Istilah lainnya adalah "trending topic", yaitu topik yang sedang ramai diperbincangkan. Indonesia menjadi salah satu negara yang sering memunculkan trending topic world wide karena ternyata Indonesia menjadi negara ke (antara) 4 atau 5 pemilik akun twitter terbanyak (maaf agak galau karena ada 2 sumber di sini ((link)) dan sini ((link))).

Contoh trending topic, klik gambar untuk memperbesar
Gambar dari www.carapedia.com (link)

Buat saya, bersosialisasi lewat twitter atau plurk itu lebih kepada mumbling sendiri atas suatu pikiran selintas. Saya merasa kurang betah hanya bisa menulis sebanyak 140 karakter saja untuk mencurahkan perasaan saya. Plus juga sulit mencari tulisan saya yang sudah diposting di waktu yang lalu, harus rajin-rajin men-scroll. Jadi, menurut saya sharing di twitter itu semacam sharing yang mudah terlupakan nantinya.

3. Facebook

Mike Zuckerberg, kreator facebook
Gambar dari google

Oke, ini adalah media sosial yang membuat saya benar-benar merasa bersosialisasi dengan orang lain dengan intens. Saya mulai menggunakan facebook dari tahun 2008. Facebook memiliki wall yang isinya adalah update dari teman-teman maupun kita sendiri. Wall facebook mirip dengan twitter, yaitu sistematis berdasarkan waktu. Tetapi beberapa waktu ini facebook mulai mengubah algoritmanya yang menyebabkan isi wall kita hanyalah update dari orang-orang yang profilenya sering kita lihat dan kita berikan komentar.

Saya menyadarinya dari tahun lalu, yaitu ketika saya bingung, scroll wall kok muncul updatenya itu lagi itu lagi ya. Ternyata itu akibat algoritma yang diubah. Tujuan facebook mengubahnya sebenarnya agar tidak terjadi banjir (flooding) informasi. Kejadian di twitter di mana kita dengan mudah ketinggalan informasi jadi teratasi karena informasi yang kita inginkan akan sering muncul, sedangkan informasi yang jarang (atau tidak) kita butuhkan tidak akan muncul.

Contoh halaman profile facebook
Gambar dari https://harryshou.wordpress.com/ (link)

Celakanya kalau lagi ada kontestasi politik, bisa-bisa wall kita isinya orang-orang yang sepemikiran sealiran semua, sehingga kita jadi tidak bisa melihat keadaan dari perspektif yang berbeda. Makanya kalau sudah mulai acara pemilu atau ada masalah yang sedang diblow up, saya berusaha membuka profile dan artikel orang sebanyak mungkin, baik yang sepemikiran maupun yang tidak. Hasilnya tentu saja wall saya seperti orang sedang berantem karena setiap pendapat yang muncul semuanya bertolak-belakang. Tapi itu membuat saya bisa melihat suatu hal dari banyak perspektif. Walaupun ujungnya tetap saya punya satu pendapat sendiri sih, hehe.

Sebelumnya facebook tidak memiliki archive sama sekali, tapi sekarang facebook memiliki archive walaupun masih kurang lengkap. Archievenya dibagi per tahun. Saya tadi sempat ingin mencari postingan pertama saya di facebook, dan, scrollnya lama nian, ga sabar euy nunggunya.

Di facebook kita juga bisa memilih opsi "see friendship" jika ingin melihat interaksi kita dengan orang lain. Oya, adanya opsi status hubungan seseorang seperti "in relationship" dan "married" menjadi cara mudah supaya kita bisa stalking tanpa ketahuan. Waktu saya SMA dan kuliah dulu sih banyak temen saya yang suka gonta-ganti status dari "single" ke "in relationship" ke "single", terus kita jadi suka ngegosip ini mereka putus sementara gegara berantem apa putus selamanya :P

4. Instagram

Logo instagram boleh ambil dari google

Ini media sosial paling baru yang saya ikuti, dari Agustus 2015. Saya mengikutinya dalam rangka suatu tujuan yang entah kapan akan jadi konkret, yang penting medianya saya cobain dulu biar ngerti, hehe.

Inti dari media sosial ini adalah posting foto atau video. Nggak akan bisa posting di instagram kalau tidak ada foto dan videonya. Maka itulah gegara media sosial ini, penggunanya semua seakan berubah jadi fotografer profesional. Banyak yang akhirnya mendalami tentang fotografi demi menghasilkan foto yang bagus di instagram. Pun ini mengubah kebiasaan banyak orang menjadi suka "selfie" alias memfoto diri sendiri. Acara makan dan jalan-jalan juga tidak ketinggalan pasti HARUS selalu ada sesi foto-fotonya.

Sebenarnya habit tersebut sudah dimulai dari adanya facebook sih, tapi instagram ini sepertinya makin memperhebat dampaknya.

Instagram sebenarnya adalah sebuah aplikasi khusus untuk handphone iphone. Tapi kemudian aplikasi ini dibeli oleh facebook yang membuatnya bisa digunakan di handphone android. Oya, itu juga keistimewaan instagram, hanya bisa dikelola lewat handphone. Kita tetap bisa membukanya lewat komputer atau laptop, tapi hanya untuk melihat foto, like, dan mengomentari. Posting tetap harus lewat handphone.

Seperti facebook dan twitter, instagram juga memiliki home yang disusun berdasarkan waktu. Tapi kalau di facebook, kita bisa membuat satu album ketika ada banyak foto yang diupload. Pun nantinya di wall hanya jadi satu postingan saja. Sedangkan di instagram itu exactly satu per satu foto yang muncul. Jadi kalau ada satu acara yang fotonya bejibun, siap-siaplah rajin men-scroll karena foto yang muncul bisa foto acara yang sama terus selama beberapa waktu.

Tampilan instagram di tahun 2012
Gambar dari http://blog.instagram.com (link)


Di media sosial inilah saya pertama kali merasa kesal sama yang namanya online shop. Online shop sudah menjamur dari facebook dan twitter, tapi saya tidak merasa terganggu karena mereka sudah bekerja sama dengan website facebook dan twitter lewat postingan promoted berbayar, dan mudah sekali ditutup, selanjutnya dia tidak akan pernah muncul lagi.

Nah, di instagram ini, saya merasa hanya mengikuti sedikit sekali online shop (kurang dari 5 lah), tapi mereka-mereka ini gigih sekali untuk posting berkali-kali. Postingnya pun nggak cuma produk sendiri, tapi produk punya orang lain juga diposting. Dan setelah membaca satu buku tentang bagaimana cara jualan di instagram (link), saya jadi mengerti maksud mereka melakukannya. Meskipun begitu, itu tidak menghentikan kekesalan saya. Soalnya saya follow sebuah online shop hanya untuk mengetahui info produk si online shop itu saja, saya merasa tidak butuh posting iklan produk lain yang tidak berhubungan. Sampai akhirnya saya menyeleksi lagi mana online shop yang isi postingnya hanya iklan, saya unfollow saja dia. Nanti kalau sewaktu-waktu butuh, gampang saya add lagi. Toh tidak ada limit friend di instagram.

Kekurangan instagram adalah tidak bisa posting kalau tidak ada foto, mudahnya banjir informasi, capek nge-scroll ketika mencari foto (tapi kalau foto tersebut dilengkapi hashtag biasanya jadi lebih mudah), dan foto milik orang lain yang kita lihat tidak bisa dikopi dan disimpan. Ini adalah cara instagram untuk melindungi hak cipta pengupload. Padahal sih kalau mau usaha sedikit dikasih watermark juga hak ciptanya nggak hilang kok. Abis banyak foto dan quote bagus-bagus di instagram yang menarik untuk disimpan dan dibaca kembali. Sayang nggak bisa dilakukan.. :(

5. Whatsapp dan Line



Ini digabung aja ya pembahasannya karena mirip-mirip. Whatsapp (kemudian ditulis wa) dan line adalah media sosial berupa aplikasi yang bisa didownload dan berfungsi menggantikan sms. Kita bisa terhubung dengan koneksi internet, jadi sesering apapun mengirimkan pesan, selama ada koneksi internet, pesan kita akan sampai. Selain menghubungkan orang per orang, di wa dan line kita juga bisa membuat grup. Banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini untuk bisa membuat grup satu sekolah, satu organisasi, satu kantor, satu proyek, bahkan grup keluarga juga ada. Sekarang wa dan line juga menyediakan free call di mana kita bisa menelpon gratis menggunakan koneksi internet yang ada.

Saya cenderung lebih menyukai wa karena lebih simpel dan tidak banyak iklan. Satu-satunya yang saya sukai dari line adalah stiker alias emoticonnya yang lucu-lucu. Tapi kalau memakai line, kita harus siap mendapat pesan setiap hari dari akun-akun official line seperti line quiz, line event, dan line shopping yang menyebarkan iklan sponsor yang bekerja sama dengannya. Walaupun untuk seorang loner seperti saya, pesan ini jadi membuat handphone saya lebih hidup dan diperhatikan, hehe.

----------

Masih banyak lagi akun media sosial yang belum saya punya, misalnya

- Youtube, tempat di mana kita bisa berbagi video
- Skype, dapat digunakan untuk chat maupun video cam
- Linked in, media sosial untuk berbagi informasi tentang profesi dan pekerjaan
- 9gag, imgur, dan website lain tempat berbagi foto dan video bertema humor
- dan lain-lain..

Pertumbuhan media sosial dirasa sangat cepat. Ada juga media sosial yang akhirnya ditinggalkan para penggunanya dan ditutup, misalnya friendster dan situs blog multiply. Dengan ditutupnya media sosial tersebut, maka seluruh postingan baik tulisan, foto, dan video yang dishare akhirnya hilang.

Maka itu, sangat penting bagi kita tidak hanya mengandalkan situs internet untuk menyimpan data yang ada. Juga perlu diingat, sekali kita men-share tulisan, foto, atau video, maka postingan tersebut bisa selamanya ada di internet. Berhati-hatilah dalam memposting karena postingan tersebut bisa memengaruhi citra kita di masa depan. Kini orang cenderung menilai orang lain hanya dari tampilan media sosial yang ada. Padahal banyak juga orang yang berusaha membuat tampilan media sosial yang indah, padahal di kehidupan nyata, hidupnya tidak sama dengan yang ada di media sosial tersebut.

= to be continued =

Sunday, August 9, 2015

Review Agenda UI 2015

Mau nulis review ah. Kali ini reviewnya untuk Agenda UI 2015 versi pocket yaa.

Disclaimer: review ini bukan endorse. Saya menulis review ini dengan keinginan sendiri tanpa permintaan dari siapapun. Saya juga tidak dibayar sepeser pun untuk menulisnya. Tapi jika ada yang berminat mau minta endorse juga boleh kok ihihihi :3

----------

Saya mengetahui UI memiliki agenda tahunan dari tahun 2008. Tahun di mana saya menginjak semester terakhir di kelas 3 SMA dan mulai menampakkan keinginan amat sangat untuk berkuliah di UI. Jadi jika ada info apapun tentang UI pasti saya jadi penasaran.

Di tahun 2008 itu sudah terbersit keingin untuk membeli agenda UI, tapi takut pamali. Nanti sudah jumawa punya agendanya, malah jadi nggak masuk beneran lagi. Makanya saya baru membelinya ketika agenda UI sudah masuk terbitan 2009 sampai sekarang (2015.red). Jadi total saya sudah 6 tahun jadi penggemar setia agenda UI. Oya, agenda yang saya beli selalu yang versi pocket. Saya tidak pernah membeli yang versi executive karena selain alasan harga, desain versi pocket lebih menarik daripada versi executive.

Saya memang suka menulis di agenda. Waktu SD, di sekolah ada yang namanya buku penghubung. Buku penghubung digunakan agar siswanya bisa menulis catatan tugas dari guru dan jadi sarana komunikasi antara guru dan orang tua murid. Lalu berlanjut saat SMP, saya memakai agenda bonus dari majalah Gadis. Saya memakainya di kelas 2 dan 3 SMP. Agendanya didesain gaul dan pas dengan semangat masa remaja.

Saya berniat ingin menggunakan agenda ini sampai SMA nanti. Apa daya saya berhenti langganan majalah Gadis selepas SMP. Di SMA, selama 3 tahun saya memilih menulis tugas-tugas dan keseharian saya di file binder.

----------

Baiklah, mari masuk ke review!

Agenda UI adalah program kerja dari organisasi Badan Otonom Economica (BOE). BOE adalah organisasi jurnalistik keilmuan kampus dari FEUI. Agenda UI merupakan salah satu program kerja di FEUI (kini FEB UI.red) yang paling sukses meraup keuntungan. Salah satu acara lainnya yang meraup keuntungan besar adalah Jazz Goes to Campus (JGTC) acara musik jazz tahunan tertua yang pernah diadakan di kampus.


Ini cover agendanya. Tema "Design Your Vision" tergambar dengan baik. Waktu awal mendapatkan agenda ini, gw antusias membolak-balik covernya karena ingin tahu bagaimana perspektif paling baik untuk mendapatkan arti dari cover yang ada :D

Ketika membeli, saya juga mendapat bonus berupa pulpen dari salah satu sponsor mereka yaitu www.jobsdb.co.id. Sayang pulpennya kini sudah rusak dan tintanya memang kurang tajam warnanya.


Nah lanjut ada bagian prolog dan kalender 2015 secara keseluruhan. Kritik saya di sini adalah warna background dan tulisan nyaris sama. Broken white ketemu abu-abu. Jadi tidak terlalu bisa terbaca.



Berikutnya ada kira-kira 17 halaman yang berisi tentang informasi seputar UI. Data yang tertulis seputar list fakultas, jurusan, dan kontak yang bisa dihubungi. Kembali warna antara background dan tulisan nyaris sama sehingga informasi ini jadi tidak terlalu terbaca. Padahal informasi ini amat penting bagi orang yang ingin menghubungi pihak universitas maupun fakultas.


Pembatas depan "Monthly Planner" yang.. mm.. alay detected? Maksudnya apa ya? Maaf kalau saya nggak nangkep -___-"



Kolom "Monthly Planner" yang terlalu kecil. Padahal space di tulisan bulan (contoh di gambar "February" dan "March") masih cukup luas.



Kembali pembatas "Weekly Planner" yang juga.. mm.. alay detected. Tapi kalau sudah diulang dua kali begini (awalnya ada di pembatas "Monthly Planner") pasti ada sebabnya. Maaf ya saya kembali nggak nangkep -___-"


Setiap bulan dibedakan dengan pembatas berupa kalender per bulan, kolom untuk "notes and goals", dan gambar unik beserta quote. Pada agenda UI lalu, biasanya pembatas tiap bulan berupa foto yang menggambarkan kekhasan setiap fakultas di UI. Mungkin desainer agenda UI tahun ini ingin menggunakan desain yang berbeda. 

Saran saya di sini adalah agar setiap quote ada sumbernya (sepanjang saya cek tidak ada sumber quote sama sekali), dan gambar pembatas di setiap bulan memiliki asosiasi dengan desain kolom di bulan tersebut sehingga tidak terkesan sebagai gambar acak saja.


Jika saya perhatikan, setiap bulan memiliki warna yang berbeda. Hal ini saya acungi jempol karena pembedaan warna mempermudah saya untuk mencari bulan yang saya ingin lihat.


Kembali kolom untuk menulis "Weekly Planner" yang terlalu kecil. Padahal kalau dilihat dari gambar di atas, space nya masih bisa ditarik lagi hingga atas. Hal ini membuat saya jadi sering menulis juga di bagian atas. Tetapi kalau melihat di 3 gambar di atas, terdapat bulan yang memiliki warna yang cukup gelap (hijau tua dan abu-abu.red) sehingga jika saya menulis di bagian atas tetap tidak kelihatan.



Foto yang ini adalah perbandingan antara kolom "Weekly Planner", yang di bawah tahun 2014, yang atas tahun 2015. Foto yang bawah memiliki space lebih luas dan nama bulan benar-benar ditarik ke bagian atas demi kolom untuk menulis yang lebih besar.


Bagian foto panitia. Ada 2 gambar, yang kiri agenda UI tahun 2014, yang kanan agenda UI tahun 2015. Menurut saya halaman ini harusnya menjadi halaman narsis panitia yang sudah bersusah-payah bekerja keras menghasilkan produk agenda ini. Jadi saya menyayangkan foto yang ada berwarna hitam putih dan namanya tidak terlalu jelas karena kalau saya masih menjadi mahasiswa, saya betul-betul ingin tahu siapa saja orang kreatif di balik agenda ciamik ini. 

Tetapi saya akui foto ini masih lebih baik karena ketika angkatan saya yang membuat (kalau nggak salah agenda UI tahun 2011) fotonya lebih tidak jelas dan tidak ada keterangan di foto itu siapa dan menjabat sebagai apa.


Di halaman belakang terdapat informasi nomor telepon penting (seperti kantor polisi, rumah sakit, transportasi, dll), rute angkutan umum yang melewati kampus UI di Salemba dan Depok, juga peta rute transjakarta dan kereta api krl.

Foto di atas kembali menampilkan perbandingan antara agenda UI tahun 2014 dan 2015. Di agenda 2015 ini saya acungi jempol bahwa jumlah halaman untuk peta transjakarta semakin banyak (dari 1 jadi 2 halaman). Tetapi kualitas gambarnya sayang sekali masih kurang baik. Memang rute transjakarta itu luas sehingga gambar yang ada tulisannya superkecil. Hasil cetak di agenda saya pun berbayang sehingga pusing bila menatapnya terlalu lama.


Yang ini adalah bagian rute kereta api krl. Sangat senang panitia bisa mengupdate informasi dari agenda 2014 (kiri) menjadi lebih lengkap di tahun 2015 (kanan). Tapi seperti peta transjakarta, peta krl ini juga tulisannya tidak jelas dan berbayang.

----------

Baiklah sekian tulisan saya. Maaf ya kalau isinya banyak kritiknya. Padahal saya menyadari banget kalau saya diminta membuat agenda untuk menyainginya pastilah supersulit.

Poin saya sebenarnya adalah siapa tahu ada panitia agenda untuk tahun-tahun mendatang iseng nge-google tentang agenda UI. Semoga kritik dari saya bisa jadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki desain dan produksi agenda selanjutnya. Sejauh ini, selama 6 tahun menggunakan agenda UI, favorit saya adalah agenda tahun 2011 dengan tema desain batik dan warna coklat dan agenda tahun 2013 dengan tema desain cartoonize.

Jika ditanya, apakah saya akan menggunakan agenda UI lagi untuk tahun-tahun mendatang? Saya akan menjawabnya dengan yakin, "Ya, saya akan tetap menggunakannya!" Saya merasa belum menemukan agenda yang rutin keluar setiap tahun dengan desain menarik dan harga terjangkau seperti ini. Saya bukan orang kreatif, tapi saya suka sesuatu yang kreatif. Agenda yang saya lihat pada umumnya di toko buku isinya cenderung membosankan. Saya juga enggan rasanya membeli majalah remaja kembali agar mendapat bonus agenda karena feelnya sudah tidak nyambung.

Bekerja di bimbel juga membuat saya senang menggunakan agenda UI sebagai hadiah bagi siswa yang mendapat nilai TO terbaik. Hadiah berupa agenda ini diterima dengan antusias dan menjadi tambahan semangat bagi mereka untuk meraih UI sebagai cita-cita di masa depan.

Jadi, terima kasih ya agenda UI. Berkat kamu, kegiatan saya bisa terorganisasi dengan baik :D

= to be continued =

Thursday, July 2, 2015

Film yang Ditonton Januari Hingga Maret 2015

Udah bulan Juli tapi sepanjang tahun ini belum sempet mereview film yang udah ditonton. Berhubung ada lumayan banyak jadi dibagi per 3 bulan dulu deh.

Januari

Nggak nonton sama sekali

Februari

1. The Imitation Game, 070215 di Kokas bareng Mas Ndut
2. Kingsman, 190215 di Kokas bareng Mas Ndut

Maret

1. Whiplash, 070315 di Lotte sendiri
2. Surat Cinta untuk Jakarta, 140315 di PP bareng Mas Ndut
3. Cinderella, 160315 di Metropole bareng Dek Alfi
4. XXI Short Festival, 190315 di Epicentrum bareng Qolbi
5. Insurgent, 200315 di Kokas sendiri

----------

Langsung ke review masing-masing aja ya~

---

The Imitation Game


The Imitation Game bercerita tentang tokoh dari Inggris bernama Alan Turing yang berusaha membuat mesin yang bisa memecah sandi yang digunakan Jerman dalam perang dunia 2. Cerita digambarkan pada 3 alur waktu, yaitu saat Alan Turing masih bersekolah asrama, Alan Turing yang berusaha membuat mesin Enigma, dan Alan Turing di masa tuanya.

Alan Turing yang bersekoah asrama memiliki teman dekat bernama Christopher Morcom. Bullying membuat mereka berdua tertarik mempelajari sandi rahasia untuk berkomunikasi. Kebersamaan mereka menumbuhkan perasaan yang berbeda bagi Alan Turing. Sebelum Alan sempat menyampaikan perasaannya, Christopher meninggal di saat liburan karena penyakit TBC.

Perang dunia 2 membuat Inggris harus mencari cara untuk menghentikan langkah Jerman. Inggris berhasil menyusup ke dalam komunikasi rahasia Jerman, tetapi komunikasi disampaikan dalam bentuk sandi sehingga pemerintah Inggris merekrut orang-orang ahli matematika, bahasa, dan komunikasi untuk bisa memecahkannya. Tim yang telah terpilih mencoba untuk memecahkannya secara manual, tetapi apa yang mereka kerjakan masih kalah cepat dengan pergantian sandi yang dilakukan 24 jam sekali. Alan akhirnya berniat membuat mesin agar pekerjaan mereka bisa lebih cepat. Sayang rekan lainnya mengunderestimate pekerjaan Alan.

Alan dan timnya berusaha memecahkan sandi

Setelah mesin buatannya bisa bekerja dengan baik pun masih ada konflik seperti seorang rekannya sakit hati karena Alan memilih membiarkan sebuah kapal perang Inggris dibiarkan diserang. Alan dan timnya bisa menyelamatkan kapal perang tersebut (yang di dalamnya terdapat saudara rekan tim Alan), tetapi Alan khawatir pihak Jerman akan mencurigai Inggris telah bisa memecahkan sandi mereka sehingga Jerman akan membuat sistem komunikasi yang lebih rumit lagi.

Alan Turing di masa tuanya dituduh sebagai mata-mata Uni Soviet. Walaupun tuduhan itu tidak terbukti, Alan tetap dikenai hukuman kurungan rumah karena dirinya terbukti gay. Saat itu (tahun 1950an) homoseksualitas masih dianggap sebagai penyakit, dan Alan wajib meminum obat yang diyakni dapat menyembuhkannya alih-alih malah membuat kemampuan fisik dan berpikirnya menurun. Akhirnya Alan Turing memilih untuk bunuh diri karena tidak kuat menahat efek obat pada tubuhnya.

Film ini adalah film pemenang Oscar 2015 pertama yang saya tonton di tahun 2015. Film ini memenangkan Best Adapted Screenplay.

---

Kingsman: The Secret Service



Kingsman bercerita tentang agen rahasia yang sedang mengadakan rekrutmen anggota baru dan berusaha menyelamatkan dunia. Entah kenapa yang saya tangkap dari film ini malah bagian tata busananya yang mengambil tema swag vs gentleman ya. Yang swag mengambil gaya anak jalanan dengan celana hipster, jaket, kaos, topi trucker dan sepatu kets, sedangkan yang gentleman mengambil jas, celana bahan, sepatu pantovel, dan kacamata.

Gentleman vs swag fashion

Musuhnya adalah seorang miliarder bernama Richmond Valentine yang merasa dunia harus diperbaiki demi terciptanya keseimbangan yang baru. Cara yang akan ditempuh adalah dengan membagikan simcard dan internet gratis kepada semua orang. Tanpa diketahui, simcard tersebut dapat menyebarkan radiasi gelombang yang membuat orang di sekitarnya terhipnotis dan saling membunuh satu sama lain. Valentine menyisakan orang-orang kaya yang bersedia bekerja sama dengannya untuk dioperasi dan dipasangi chip yang akan mencegah orang tersebut terkena radiasi tersebut.

Film agen rahasia yang penuh komedi.

---

Whiplash


Setelah ada acara penganugerahan Oscar, saya mulai menyadari mayoritas film yang saya tonton tidak termasuk ke dalam film yang memenangkan setiap nominasinya. Hanya The Imitation Game, Interstellar (link), dan Citizenfour (link) yang sudah berhasil saya tonton. Jadi ketika mengetahui Whiplash akan tayang di Indonesia, saya bersemangat untuk menontonnya. Sayang film ini hanya ada di beberapa bioskop dan hadir tayang sebentar. Saya ingat ketika menonton pun studio diisi hanya oleh 4 orang. Untung bioskopnya tetap mau memutarkannya ya :D

Whiplash meraih penghargaan Best Supporting Role (JK Simmons), Best Achievement in Film Editing, dan Best Achievement in Sound Mixing. Sebagai film bertema musik jazz, Whiplash patut diacungi jempol karena keseluruhan lagu yang menjadi latar dibuat sangan menyenangkan untuk didengar. Saya jadi bertanya-tanya mereka memproduksi cd soundtracknya nggak ya?


JK Simmons dan Miles Teller, 
2 aktor krusial pengisi film Whiplash

Cerita Whiplash berkisar antara Andrew Neiman, seorang murid sekolah musik yang memegang alat musik drum, yang bermimpi bisa mengikuti kompetisi jazz. Andrew berlatih sangat keras hingga seorang pelatih band bernama Terence Fletcher tertarik untuk mengajaknya. Terence memiliki pendekatan yang keras untuk mengajar dan tidak segan-segan melakukan hukuman fisik maupun ancaman kepada murid-muridnya.

Kita bisa melihat Andrew yang memaksa diri untuk berlatih dan mengikuti perlombaan sampai harus melukai tangannya, memutuskan hubungan dengan pacarnya karena khawatir akan mengganggu fokus latihan, hingga mengalami kecelakaan lalu lintas saat terburu-buru pergi menuju lokasi kompetisi. Terence akhirnya mengeluarkan Andrew dari band karena performanya dianggap buruk, tetapi Andrew melaporkan Terence atas kekerasan yang dilakukan saat melatih timnya hingga Terence kehilangan pekerjaan.

Kisah berakhir di atas panggung di mana Terence ingin membalas dendam pada Andrew dengan mengundangnya tampil kembali di sebuah kompetisi, tetapi memberikan kertas partitur yang salah dengan sengaja. Andrew yang baru menyadari di atas panggung bahwa dia sedang dipermalukan dan berusaha untuk membalas dendam dengan membuat pemain alat musik lainnya mengikuti lagu yang dia mainkan sendiri lewat drum. Andrew berhasil dan Terence mengangguk puas dengan permainan musik yang ada.

---

Surat Cinta untuk Jakarta


Surat Cinta untuk Jakarta adalah kumpulan dari 3 film pendek yang dibuat sebagai wujud cinta Dewan Kesenian Jakarta, Kineforum, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta pada kota Jakarta.

Tiga film pendek tersebut berjudul, "Mencari Sudirman", "Kok Ke Mana?", dan "Rock N Roll".

Mencari Sudirman bercerita tentang seorang perempuan yang mencari kekasihnya, Sudirman, yang hilang. Pencarian itu tidak membuahkan hasil, malah kenangan akan Sudirman semakin menjadi-jadi memenuhi di antara macet dan sumpeknya Jakarta.

"Kok Ke Mana?" bercerita tentang ayah dan anak yang hidup bersama. Sang ayah membuka usaha  penyewaan lapangan bulu tangkis dan warung kopi sederhana di bangunan yang terbengkalai. Anaknya yang disapa Abang baru saja mengambil seekor tikus sebagai binatang peliharaan dan menamainya Kok. Tetapi sang ayah yang tak menyukai tikus sengaja membuang tikus tersebut di saat Abang tidur. Keesokan harinya Abang berkeliling mencari tikus ke tempat yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

"Rock N Roll" adalah film yang paling saya sukai karena bertema kuliner seputar Jakarta. Dua sahabat memutuskan bertemu. Asti baru selesai menyelesaikan studinya di Belanda dan Indra yang diketahui sudah berubah profesi dari wartawan menjadi tukang sayur.

 Salah satu adegan di film Rock N Roll, 
yaitu ketika Indra dan Asti makan bubur ayam A Guan

Setidaksukanya dengan kondisi Jakarta, Asti merasa dia akan selalu kembali karena kulinernya yang lezat. Sedangkan Indra menyiasati ketidaksukaannya dengan hanya mengunjungi Jakarta saat pagi subuh di mana mayoritas penduduk Jakarta masih terlelap. Pertemuan mereka membawa penonton ngiler melihat keduanya menikmati sarapan bubur ayam A Guan di Mangga Besar, minum es kopi Tak Kie di Glodok, makan siang Laksa Betawi Assirot, dan minum es teler di kawasan Dharmawangsa.

Film ini ditayangkan secara gratis. Saya sempat menonton film ini 2 kali yaitu pertama di Blitz Pacific Place yang kini menyediakan 1 studionya untuk menayangkan film-film Indonesia yang dinamakan Blitz Arthouse, dan kedua di acara XXI Short Film Festival 2015.
---

Cinderella


Kisahnya diambil dari salah satu dongeng terkenal oleh Charles Perrault yang diadaptasi menjadi animasi 2D oleh Walt Disney. Film yang keluar tahun 2015 ini adalah berbentuk live action di mana cerita diperankan oleh manusia asli.

Cerita di filmnya tidak banyak berubah. Tadinya saya pikir setelah film live action Maleficent yang berusaha mengambil sudut pandang berbeda dari cerita Sleeping Beauty, film Cinderella ini juga akan mengambil langkah yang sama. Nyatanya semuanya masih sama sehingga penonton tidak menemui konflik pada cerita. Tetapi penonton tidak lantas dibuat bosan karena mereka dapat menikmati keindahan latar tempat, kostum yang dreamy, lagu yang catchy, sihir yang membuat Cinderella memakai gaun indah, sepatu kaca, kereta kuda, kusir, dan kudanya.



Akting dari setiap pemain juga mendukung dengan sangat baik, terutama ibu tirinya yang kelihatan jahat tanpa harus berteriak ataupun melakukan kekerasan fisik. Film yang cocok untuk semua umur.

Promosi film ini berbeda dari film lainnya. Promotor film Cinderella memilih Sandra Dewi sebagai brand ambassador, menggaet PT KAI untuk mendekor salah satu gerbongnya ala Cinderella, dan menggunakan Mall Kota Kasablanka untuk memamerkan sepatu kaca, gaun ala Cinderella, kereta kuda labu, dan menjual beberapa merchandise dari film tersebut.

Gerbong kereta yang didekor ala Cinderella
Sumber gambar: www.tom-kuu.blogspot.com (link)


Mall Kota Kasablanka yang digunakan sebagai pameran Cinderella
Sumber gambar: www.tom-kuu.blogspot.com (link)

Strategi brand ambassador selanjutnya diikuti film Avengers: Age of Ultron yang mengontrak Luna Maya untuk mempromosikan Black Widow di Indonesia. Sedangkan strategi mendekor gerbong kereta diikuti oleh film Minions.

---

XXI Short Film Festival

Bagian ini akan diupdate di post tersendiri ya. Saya akan menyertakan linknya di sini jika postnya sudah jadi :D


---

Insurgent



Sekuel Divergent. Di Divergent, Tris Prior dan Four berhasil mengacak-acak sistem faksi yang membagi orang-orang di dalamnya menjadi 5, yaitu Abnegation (selfless), Amity (peaceful), Candor (honest), Dauntless (brave), dan Erudite (intelligent).

Jeanine, petinggi dari Erudite, menemukan kubus yang diyakini akan membongkar rahasia adanya sistem faksi. Kubus itu hanya bisa dibuka oleh seorang divergent, yaitu orang yang bisa memenuhi kriteria 5 faksi yang ada. Dimulailah perburuan divergent untuk membuka kubus tersebut.

Tris yang ditangkap paksa untuk membuka kubus rahasia


Film ini dipenuhi drama dan adegan laga. Pemeran Tris yaitu Shailene Woodley menurut saya kurang cocok karena terlalu cengeng. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama. Buku ketiganya yang berjudul Allegiant dan akan dibagi menjadi 2. Bagian pertama akan tayang di tahun 2016.

----------

Setelah The Imitation Game dan Whiplash, jadi muncul keinginan untuk menonton film pemenang Oscar lainnya seperti Birdman, Boyhood, dan The Theory of Everything. Birdman sempat diputar sebentar, tapi saya tidak sempat menontonnya. Boyhood dan The Theory of Everything tidak tayang di Indonesia. Well, mungkin saya "terpaksa" mendownloadnya supaya bisa nonton ya, hehe.

= to be continued =